Sahabat dan Bos

Aku tidak pernah tau tentang persaingan di luar sana sebelum aku ada di kantor ini, dimana teman makan teman hanya untuk sebuah posisi yang fana, cari muka sana sini, munafik dan lain sebagainya.

Aku muak akan semua ini….bukan ini yang aku inginkan…aku ingin lingkungan kantor dan sebuah team work yang solid…

Bukan team work munafik seperti ini….

Untuk sesaat aku tergoda untuk mundur dan merelakan semua yang telah dipercayakan untukku selama ini, tapi kembali pikranku berbalik mengasihi mereka, merasa sedih melihat mereka yang rela saling menyakiti demi sebuah jabatan, untuk apa ???

Memang aku sadar, aku masuk kekantor melalui orang dalam dan langsung masuk dalam posisi leader, aku bisa mengerti betapa kecewanya mereka begitu melihatku, karyawan baru namun sudah berkuasa.

Aku harus apa sekarang ???

 

Hei…..kok kamu disini sih ? kenapa mukanya kusut begitu ? mereka nggak suka sama kamu ? “ Tanya Arsen menggodaku “

Sepertinya begitu “ seruku datar dengan tetap menatap kegiatan devisi warehouse dari balkon …”

Jangan bilang kamu mau menyerah akan semua ini ..” Tanya arsen penasaran “

Hmmmmm….aku nggak kuat “ keluhku lagi …

Come on Naila….you can do it…please…

Aku tau memang ini sangat berat untuk mu, dengan lingkungan yang begitu aneh dengan sifat-sifat buruk diantara mereka, persaingan yang membuat mereka saling menyakiti…yeah…aku juga sudah muak akan semua ini.

Tapi aku yakin, kamu pasti bisa mengubah mereka dengan kebaikan yang kamu miliki seperti di kantor papa kamu.

Please bantu aku, bos sudah mempercayakan ini untuk ku, kalau sampai gagal, aku akan dipecat dari kantor ini…

Kamu tau kan ini impian aku….

Yeah… kamu tinggal cabut aja kan dari sini, kamu bisa bekerja di kantor papa ku, gampang kan…” seruku cuek…

Nai…please cueknya jangan kumat kali ini, ok…

Hadeh….

Ok…ok…I’ll do it, because of you my best friend….

Terimakasih ibu Manager Naila cris wibisono … “seru Arsen menepuk pundak ku…”

 

Oh God apa yang harus aku lakukan untuk membantunya ? “ seruku dalam hati menatap langkah Arsen hingga tak terlihat….

 

Hei…putri ayah sudah pulang…” seru ayah memelukku begitu melihatku memasuki pintu rumah “

Bagaimana pengalaman pertamanya bekerja di kantor arsen ?

Hmmm….sepertinya aku harus mundur deh ayah…gila…semua orang disana munafik ayah, cari muka sana-sini…

Hahahahha….yeah itu lah lingkungan kerja yang sebenarnya sayang, dikantor papa juga kan dulu sama seperti itu sebelum kehadiran Naila di kantor, dan kali ini pun ayah percaya, putri ayah pasti berhasil menebar kebaikan disana.

Tapi mulai dari mana ayah ? sistemnya disana berantakan…

“ Jika hati dan nurani mu baik, maka baik pula lah tindakan mu “

itu lah satu-satunya saran yang diberikan ayah untukku, dan kata-kata itu pula yang terus terngiang di kepalaku.

Ok..fix, aku harus take an action…

  • Berdoa sebelum bekerja
  • Membawakan mereka makanan
  • Menghampiri mereka satu persatu dan cerita empat mata, memberi mereka motifasi dan pemikiran positif untuk terus melakukan yang terbaik tanpa harus cari muka.
  • Memperhatikan mereka lebih intens
  • Semoga berhasil…..

And you can guess what the result…..its was amazing…

Hasilnya sangat mengejutkan, dengan perlahan mereka sudah saling mendukung sekarang, tidak lagi ada orang yang cari muka, tidak lagi ada orang yang menjelek-jelekkan satu sama lain, dan aku cinta mereka, tapi aku harus pergi….

Terimakasih sahabat ku…” seru Arsen memelukku dengan sangat erat “ tapi sebelum kamu pergi, aku ingin memperkenalkan mu dengan bos aku.

Tapi itu tidak penting Arsen, aku disini untuk membantumu dan yeah…tugasku sudah beres, ini saatnya aku pergi…

Apa kamu tega melihat mereka ? seru arsen menunjukkan team yang pernah aku bina, setidaknya kamu pamit dengan mereka.

Ok…aku akan datang nanti malam…” seru Naila berlalu pergi dengan mobil putihnya “ diikuti puluhan tatapan mata yang tak rela Naila pergi…

 

Siang pun berganti malam, dan saatnya menghadiri acara perpisahan yang telah di rencanakan arsen untukku, padahal sebenarnya aku tidak menginginkan ini.

Huff….apa aku sanggup menahan air mata meninggalkan mereka ? “ tanyaku dalam hati sebelum melangkah masuk” kali ini aku tidak sendirian, aku sengaja mengajak ayah dan ibu serta bang Indra “ karena aku butuh mereka ada disana, menghapus air mataku saat ku sendiri tak mampu untuk menghapusnya dan menopangku untuk berdiri saat kakiku mulai goyah, karena terlalu mencintai mereka.

Bahkan untuk mengucapkan sepatah kata pun ku tak sanggup,  hanya air mata yang mengalir di pipiku dan memeluk mereka satu persatu, setelah itu berlalu keluar ruangan dan meninggalkan ayah ibu dan bang indra di dalam.

Hei Naila, kenalin aku Edrik Sanjaya, bos nya Arsen…” seru seorang laki-laki menghampiriku…

Tapi entah kenapa, emosiku tidak terkontrol hingga aku memeluknya dengan sangat erat tanpa menoleh wajahnya,…

Kalau kamu memang berat untuk meninggalkan mereka, jangan pergi, kamu boleh kok tetap tinggal kalau kamu mau “ Seru Edrik dengan masih memelukk, membuatku menyadari bahwa suaranya tidak asing bagiku “

Edrik ? jadi kamu bos nya arsen ? “ seruku kaget menjauhkan pelukannya “

Hehehe…kenapa ? kamu kaget ?

Ya ialah, tega kamu…Arsen itu sahabat kita tau nggak ? kenapa kamu kasih tugas sebesar itu ???

Maaf deh…tapi tenang, dia sudah naik jabatan sekarang berkat kamu, terimakasih yah sudah mendidik karyawan aku.

Enak aja, nggak cukup Cuma terimakasih, pokoknya harus traktir aku jalan-jalan keliling eropa…

Buset…tapi untuk kamu nggak apa-apa deh, calon istri ku…sekalian foto prewdding yeah…

What ? calon istri ? foto prewedding ??

Yeah…calon istri…kita sudah di jodohin  sejak kita kecil, kamu aja yang nggak pernah cinta sama aku.

Nah tuh tau….

Hmmm…hmmm…hmmm…seru ayah memisahkan kami dari perdebatan .

Kalian berdua ini tetap tidak berubah yah…” seru ayah gemas….”

Maaf ayah “ jawab ku serentak….”

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s