My fist love

perbedaan-cinta-pertama-danterakhir-1Cinta tak semudah itu dilupakan, walau telah 15 tahun berlalu, namun bayangan dan sentuhan itu tetap segar dalam ingatan, seperti baru kemaren.

Seseorang yang mengenalkanku arti cinta untuk pertama kalinya, saat duduk di bangku SMA.

Yups….dia Riki….pria tampan  dan baik hati itu, dan bukan cuman itu saja, Riki juga orang yang paling pintar seangkatannya, hmmmm…..hidupnya nyaris sempurna.  Pantas saja dia jadi idola semua orang, bukan hanya kaum wanita saja, namun di kalangan pria juga.

Dia terkenal dingin kesemua wanita yang mencoba mendekatinya, ” setidaknya itu cerita yang aku dengarkan dari vivi adek sepupu Riki yang juga satu kelas dengan ku “.

Namun diantara semuanya, dia memilihku dan menjadikanku orang yang spesial….sejak pertama menginjakkan kaki disekolah ini,

Namun aku selalu menolak diperlakukan spesial olehnya, karena rasa minder yang menyingkirkanku perlahan  yang semakin menciptakan jarak dengannya.

Siapa aku ???

Aku hanya adek kelas yang punya prestasi pas-pasan…

Untuk itulah aku memilih untuk tidak memiliki hubungan special dengannya…hanya sekedar saja, setidaknya itu caraku mengatasi kecumbururuan yang memerangiku tiap kali  melihatnya di goda para cewek-cewek ganjen itu.

Walaupun aku tetap memilih untuk tidak berpacaran dengannya, karna memilih fokus untuk belajar ” itu alasanku untuk nya ” namun dia tak terpengaruh dengan itu, dia mendukung semua keputusanku, menjadi sahabat terbaik untukku, menjadi mentor favorit yang selalu aku cari saat kesulitan dalam hal memahami pelajaran. Dia begitu sabar mengajariku memahami semua pelajaran. Terbukti dari hasil ujianku mengalami kemajuan, dan semester 2 prestasiku langsung melejit dan bertengger di juara 1 umum dari seluruh kelas 1, kini aku bisa bersanding dengannya di panggung juara menerima penghargaan yang sama.

Cie…cie…cie……juara nie….” ledek Riki menghampiriku…”

Ka Riki….protesku…..menatapnya tajam, tatapan yang selalu bisa mengalahkannya..

Aku sangat bersyukur bisa mengenalnya, dan aku ingin dilain waktu nanti,  jika aku telah dewasa dan sukses dalam karir, aku bisa bertemu dengannya lagi, untuk mengucap kata terimakasih, karena dia telah menjadi guru untukku, dan menyadarkanku, bahwa hidup ini adalah adu pintar jika kita ingin hidup ” itu yang selalu dia katakan saat semangatku mulai menyusut “. Dia selalu hilang ” bahwa harta orang tua itu bukan milik kita, tetapi milik mereka, kita hanya di beri “.

Komunikasi kami pun berjalan lancar walaupun Riki telah berada di negri orang nan jauh diseberang, dia mendapat beasiswa di salah satu universitas di inggris….hmmm…mengagumkan sekali.

Namun 1 bulan setelah kelulusan ku, ponselku hilang di raup perampok, sehingga aku kehilangan kontak dengannya.

Satu hal yang kusesalkan…

Namun untuk mengatasi rasa sesal yang mendesakku setiap saat, aq menyibukkan diriku untuk fokus belajar, karena aku memilih jurusan Bisnis di salah satu universitas di london, jurusan yang disarankan ayah untuk aku tekuni, supaya bisa menjadi penerus ayah di perusahaan, karena aku adalah anak tunggal ayah dan ibu.

Hmmm….waktu berlalu begitu cepat, sudah 15 tahun semenjak kelulusanku dari SMA, dan itu artinya juga sudah 15 tahun sudah tak mendengar kabar dari Riki, entah dimana dia sekarang. apa dia sudah menikah ataupun belum, namun di setiap doa dan harapan ku, aku membujuk sang pencipta untuk menahannya tidak menikah sebelum aku bertemu dengannya, namun harapan itu hampir hilang di telan waktu….

Telah berbagai upaya telah kulakukan untuk mencari nya, baik itu online maupun offline, tapi hasilnya nihil.

Tak pernah hal ini ku ungkapkan ke siapapun, karna mereka pasti meledekku nanti.

Dan harapan itu semakin sirna, saat Rey pacarku mengajakku untuk menikah. Hmmmm….tak ada alasan yang logic untuk menolak ajakannya, aku takut jika aq menolaknya dengan alasan ingin bertemu dengan Riki sebelum menikah dengan Rey, pasti akan jadi kacau…

Hey………anak ayah kok mukanya kencang begitu ??? Harusnya bahagia dong sayang…Rey sudah mengajak Ishin menikah…” seru ayah mengomentari, namun aku memilih untuk tidak menanggapinya “.

Ishin…..putri ayah kenapa ????? Cerita ke ayah….

Nggak ada apa-apa ayah….” jawabku menyender kan kepala ke bahu ayah ”

Tapi acara nanti malam, Ishin nggak lupa kan ?

Acara ??? Acara apa ayah ???

Ishin benaran lupa ????

Ia ” jawab ku singkat “.

Nanti malam itu acara memperkenalkan secara resmi putri ayah ke suluruh jajaran staff dan karyawan beserta para kolega bisnis ayah…karna ayah sudah yakin sekarang setelah melihat pekerjaan Ishin di perusahaan.

What ???? Sorry ayah….ishin lupa…

So…putri ayah…harus berdandan yang cantik…

Emang selama ini ishin nggak cantik ya ayah ???” Tanyaku pura-pura memasang muka cemberut “.

Hehehehe….hmmm….tentu anak ayah gadis tercantik di dunia, di dunia ayah tapi…” seru ayah bercanda dan membawaku dalam pelukan hangatnya “.

Ayah….” rengek ishin manja …”.

****

Acara malam ini benar – benar perfect, crowded dan berisik dan aku tidak terlalu menyukainya, sehingga saya memilih untuk menepi ke sudut taman dan memandangi indahnya kota bandung di malam hari setelah ayah memperkenalkanku kepada para staff, karyawan dan koleganya.

Ayah tau banget soal itu, bahwa aq tidak terlalu suka keramaian…sehingga ayah tidak memaksaku untuk terus berada dalam acara itu.

Hmmmm…hmmm….hmmm….

Ayah….seruku menoleh ke belakang…..ayah membawakanku 1 gelas kopi ekspresso kesukaanku, sedangkan ayah membawakan bir untuknya.

Waw….terimakasih ayah….ayah tau aja klo ishin suka kopi….seruku menyambar gelas kopi yang ada di tangan kanan nya ayah…

Tentu saja ayah tau….walaupun ayah sibuk, tapi untuk yang satu ini, tentu ayah tidak lupa…

mmmmm….yummy….” seruku menyeruput kopi…..

Gimana acaranya sayang, apa kamu suka ?

Bagus ayah….tapi ishin capek…boleh tidak kalau ishin naik duluan ke kamar ?

Acaranya kan belum selesai sayang, masih ada satu orang lagi rekan bisnis papa yang belum nyampe, katanya sih sudah di jalan. Tungguin yah sayang…demi ayah….please…” seru ayah setengah memohon “.

Baiklah…ini demi ayah….” seruku mengiyakan bujukan ayah “.

Tak berselang lama pak Kadir datang menghampiri kami .

Maaf pak….tamu nya sudah datang…” seru pak Kadir dengan suara tegas.”.

Baik pak, nanti saya akan kesana …. ” jawab ayah ”

Tuh kan…baru saja di omongin, sudah datang….panjang umur…

Akupun menģandeng tangan ayah menuju rekan bisnisnya itu…

Malam pak Gerald, kenalin ini putri saya…” seru ayah memperkenalkan ku saat aku masih konsentrasi menyeruput kopi yang ada di tangan ku “.

Ishin…..seru nya mengagetkanku dan sontak mengangkat kepala”.

Riki ????

Kalian sudah saling kenal ???? ” tanya ayah sedikit bingung “.

Ia ayah…Riki ini abang kelas ishin waktu SMA …” seru ku menjelaskan …”

Oh my God….dunia ternyata sangat sempit, bagaimana aq tidak tau kalau ishin ini anaknya Pak Darmawan ??? Kenapa bapak tak pernah cerita ???

Thanks God,  telah mengabulkan permintaanku walau aq harus menunggu selama 15 tahun ini, bertemu dengannya saja aq sudah sangat senang ” bisikku dalam hati dengan terus memandang wajahnya dan bercerita tentang masa SMA, itu menyenangkan sekali hingga aq lupa waktu…”

Hm.mmm….hmmm…siapa yah tadi yang sudah ngantuk ???? ” seru ayah meledekku “.

Ayah……” seru ku manja “.

Om…apa ishin masih suka disuapin seperti dulu ???

Ya tentu saja….” jawab ayah tertawa lepas bersama Riki, sepertinya mereka berdua senang mengejekku , hmmmm coba ada ibu disini untuk membelaku…” bisikku dalam hati dan menerima semua ledekan dua lelaki itu.

Sungguh begitu bahagia melihat ayah bisa tertawa lepas bersama Riki, seperti tidak ada jarak di antara mereka, pemandangan yang belum pernah aq lihat waktu ayah bersama Rey…..

Ah….sudahlah….Aq kan sudah mau menikah sama Rey…

Ishin….ishin….sudahlah, bertemu dengannya saja sudah bersyukur…” bisikku dalam hati…”

Setidaknya, aq masih bebas bertemu dengannya selama 3 bulan kedepan, sebelum hari pertunanganku dengan Rey, dan aku tak ingin menyembunyikan ini darinya, untuk itu aq berencana mengenalkannya besok dengan Rey. Meskipun dalam hati kecilku ingin bersama dengan Riki, tapi tetap aku harus menghargai janjiku dengan Rey…aq sudah setuju menikah dengannya….

***

Baru saja mau telp ka Riki….eh ka Riki telp duluan…

Hei….Ishin…siang ini kita ada rapat kan ?” Seru Riki mengingatkan ku dari seberang…

Yeah….jawab ku singkat…

Oh ia…by the way…. Riki setelah habis rapat, masih ada acara tidak ???.

Nggak ada sih, emang ada apa ? ” tanya Riki antusias “.

Aq ingin mengenalkanmu sama pacar ku ” seruku menegaskan ” dan kamu juga boleh bawa pacar mu ” seruku menyarankan , dwngan nada suara sedikit tidak rela “.

Baiklah…”jawab Riki singkat dan menutup telepon dengan segera tanpa mengucapkan kata perpisahan seperti yang biasa dilakukannya sehabis bicara dengan ku di telp…apa dia juga masih menyimpan rasa yang sama dengaan ku ???” Tanya ku dalam hati, ada rasa sedikit bahagia yang tak dapat terkukiskan olehku saat melihat Riki cemburu…”.

Tapi kenapa ????

Memang aku akui, walau aku audah beraama Rey namun hatiku masih tinggal dalam kenangan bersama Riki. Namun aku tak bisa mengubah kenyataan kalau aku sudah akan menikah”.

Huffff…apa aku terlalu serakah ?

Bukankah dalam doaku hanya ingin bertemu dengan Riki sebelum pernikahanku dilangsungkan ?

Tapi kenapa sekarang ???setelah bertemu dengan Riki , malah aku ingin meminta lebih ????…

Tidak…tidak….tidak…ini tidak adil bagi Rey…

Rey sudah sangat baik untukku……

Sayang……” seru Rey mencium pipiku dan menyadarkanku dari kebingungan itu…”

Hey…sayang….selamat datang…” sapaku membalas ciuman Rey…

Sayang…kamu ingat nggak sih, aku pernah cerita tentang abang kelas yang ingin sekali aku temui sebelum pernikahan kita ? ” tanyaku mencoba mengingatkan Rey….”

Yang mana yah….”seru Rey berusaha mencari – cari dalam ingatannya…” oh ia…benar….sekarang aku ingat….Riki kan ???? ”

Yups….benar sekali…Riki…

Kenapa  dengan dia ??? Apa kalian sudah bertemu ???

Sudah bertemu dwngannya tadi malam….dan apa kamu tau sayang ??? Ternyata dia itu partner bisnis papaku yang baru ???oh my godness….it make me surprized…” seruku bercerita dwngan begitu bers3mangat, s3hingga aku mengabaikan bagaimana perasaan Rey….”

Bagus dong kalau begitu…” seru Rey menanggapi dengan semangat yang sedikit berkurang…”

Makanya itu sayang, kan kita s2bentar lagi sudah akan bertunangan dan akan segera menikah, untuk itu aq tidak ingin menyembunyikan apapun dari kamu sayang…” seruku membujuk Rey supaya mau menemui Riki “.

Ia…sayang …..jadi kapan kita bertemu d2ngan nya???

Hari ini…

Tak berselang lama, Riki pun datang dengan seorang perempuan cantik nan anggun menghampiri ke meja dimana kami duduk…

Hey…ka Riki….kenalin pacar aku…”seruku mengenalkan Rey…dan kemudian berjabat tangan, begiu pula Riki mengenalkanku dengan wanita yang ada disampingnya, sebagai pacarnya.

Namun karena terlalu antusias bercerita tentang masa SMA hingga membuat kami lupa untuk sesaat dengan pasangan kami…

Hmmm..hmmm…hmmm…kita berdua masih ada disini loh….seru Rey mengingatkan…

Sorry sayang…..aq terlalu bersemangat ” setuku meminta maaf kepada Rey, bermaksud ingin mengurangi sedikit rasa bete yang merasuki sekujur tubuhnya dan membakar hatinya dengan api cemburu….

Begitu pula Riki meminta maaf kepada pacarnya…

Aq tau…walau hatiku selalu berdebar saat bertemu dengan Riki, dan ingin sekali bersamanya, namun aku tak mampu….aku tak kuasa menghampiri nya dan masuk dalam hatinya, karena cinta Rey yang begitu tulus yang mampu menahanku untuk tetap tinggal bersamanya.

Aku tau, cinta pertama adalah kenangan yang sangat indah untukku, namun cinta terakhirku adalah yang paling istimewa yang membuatku menjadi wanita yang istimewa.

Dan hari ini aq memenuhi janjiku denga Rey dan menikah dengannya….

Selamat tinggaal cinta pertamaku, kenanganmu  akan tersimpan rapat dalam lubuk hatiku….dan akan tetap tinggal disana hingga akhir hayatku. Kini aku akan melangkah bersama cinta terakhir ku dan menghabiskan sisa hidupku untuk mencintainya…itu janjiku.

*****

Terimakasih sayang ku…karna kau tetap memilihku walaupun aku tau kau menginginkan Riki bersamamu ” seru Rey menghampiriku di tempat tidur setelah selesai acara pernikahannya.

Tentu saja, Riki memang baik dan ganteng, hal itu tidak bisa dibohongi… tapi sumi ku jauh lebih tampan dan baik hati darinya…” seruku memujinya “.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s