MARKETING CINTA

images-1

Bodoh…lelet…lamban….

Begitulah kata-kata yang saya dengar tiap kali melakukan kesalahan.

Aq sudah berteman akrab dengan kata-kata itu, namun Dia selalu berhasil merobohkan tembok air mata tumpah di pipi ini, lagi…lagi…dan lagi…

Hatiku sakit, diriku tak berharga dimatanya.

Air mata yang terus mengalir deras di pipiku, bahkan saat bertemu dengan client besar ku.

Aq disalahkan oleh kantor dan juga client yang tidak mau rugi.

Aq harus apa ???

Aq hanyalah seorang marketing….

Apa yang harus aq lakukan ????

Jika hanya aq sendiri yang menanggung kerugian itu ? Mungkin hingga tua pun gajiku takkan cukup untuk itu.

Client yang terkenal galak itu memang awalnya bukanlah miliku, dia client kantor yang dilempar ke padaku karna sudah lelah menghadapi sikap si client besar itu, memang sih mereka sangat berpengaruh terhadap roda kelangsungan operasional kantor tempat kerja ku.

Dan hari ini adalah kali pertama aq bertemu langsung dengan bos pemilik perusahaan client besar itu.

Namun ditengah perjalanan dia memberitahukan bahwasanya tidak bisa hadir dan di wakilkan oleh anaknya.

Rasa kecewa di dalam dada tak dapat lagi aq tutupi, namun proyek ini memakasaku untuk tetap tersenyum walau menunggu begitu lama.

Ingin teriak namun terhalang di bibir…

Semua telah ku korbankan untuk menyelesaikan masalah ini.

Bahkan untuk me lobbynya saja gajiku satu bulan ludes hanya untuk makan siang, namun apa yang aq dapatkan, titik terang tetap belum terlihat. Hingga tanpa sadar aq menangis dan menceritakan semua yang aq rasakan setelah lelah berdebat dengannya.

Tidak bisa kah bapak bermurah hati sedikiiit saja….please…aq mohon makan lah makanan yang telah aq pesankan ini. ” pintaku dengan suara pelan “.

Bagaimana bisa anda meminta saya untuk makan jika masalahnya saja belum clear ???

Saya tau itu pak, tapi mungkin inilah pertemuan kita yang pertama dan yang terakhir, karena saya akan mengundurkan diri besok, karena itu sudah menjadi janji saya kepada bos saya jika saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini, jadi saya mohon dengan sangat untuk ikut bergabung makan bersama saya, karena ini semua saya siapkan untuk anda, saya mengorbankan gaji saya satu bulan untuk memesan makanan ini, dan besok saya tidak tau lagi harus makan apa…

Baiklah kalau begitu ” seru laki-laki itu sembari duduk “. Tapi ingat, belum ada kesepakatan diantara kita ” seru laki-laki itu lagi mengingatkan ku.

Baik pak, saya tau….

Terimakasih ya pak karna telah ikut bergabung makan siang bersama saya ” sahutku mengucapkan kata perpisahan dan menjabat tangannya dengan erat dan menatap wajahnya, hmmmm he is so handsome ” bisikku dalam hati”. Apa dia sudah punya pacar ??? No…no…no……Heina…Heina….dia ikut makan aja syukur. Hmmmm….” bujukku dalam hati “.

Ada rasa yang tak terlukiskan olehku setelah bertemu dengannya….oh my God….kenapa aq bisa sebahagia ini yah, sementara besok aq sudah menyandang label pengangguran.

Hufff….keluhku menghela nafas panjang, merebahkan tubuh di kasur dan tidur….

keesokan harinya seperti biasa saya datang kekantor dengan membawa surat pengunduran diri di tangan dan dengan hati yang pasrah, namun yang terpikir olehku tidak terjadi, surat pengunduran diriku tak di setujui.

Pagi pak….sapaku begitu masuk ke ruangan si bos yang galak dan cerewet itu.

Pagi Heina…ada apa ? ” tanya nya begitu melihatku seakan tidak terjadi apa-apa.

Saya mohon pamit untuk mengundurkan diri hari ini pak, karena saya telah gagal menyelesaikan proyek itu, dan sesuai dengan janji saya maka saya yang akan mengundurkan diri.

Siapa bilang kamu gagal ???

Maksudnya ? ” tanya ku penasaran, tak biasanya dia sebahagia ini “.

Coba lihat ini ? ” serunya menyodorkan selembar kertas fax ke arah ku “.

Apa ini serius ? Tanyaku tak percaya dan membaca ulang PO yang masuk itu.

Yah…seperti yang kamu lihat…

Kok bisa ???” Tanya ku lagi masih tidak percaya.

Coba kamu tanya sendiri saja ke pak Hendra .

Bapak hendra siapa ?

Kamu benaran tidak tau bapak hendra siapa ? Kemarin kamu ketemu dengan siapa memangnya ?

Saya bertemu dengan anak pak Hedi suryo ” jawab ku singkat “.

Itu namanya Hendra….

Oh…….jawabku manggut…manggut….sembari melangkah keluar ruangan bos galak itu, meraih telepon genggam dan segera menghubungi pak Hendra untuk mengucapkan rasa trimakasih.

Hello selamat pagi…sapaku terlebih dahulu…

Selamat pagi…

Apa betul ini pak hendra ? ” tanyaku perlahan “.

Ya. Betul, ini dengan siapa ?

Ini Heina pak dari PT…..

Oh, ada madalah lagi ya mba ? “Tanyanya ketus ”

Nggak pak, cuma ingin mengajak bapak makan siang nanti jika bapak berkenan.

Ada urusan apa lagi mba ??? Mau memaksa saya makan lagi ?? emang masih punya uang ??? Bukan kah kemaren gajinya satu bulan habis mentraktir saya makan siang ???

Hehehehe…ini beda pak, saya ingin mengajak bapak ketempat yang istimewa, dimana tidak banyak orang tau.

Kamu yakin ???

Yakin pak, jawabku mantap,

Apa bapak bekenan ? ” tanyaku lagi memastikan.

Saya pikir-pikir dulu yah mba ” jawabnya langsung mematikan telepon “.

Tap…i…pak….” sahutku perlahan menurunkan telepon genģam itu dan meletakkannya di atas meja dengan rasa kecewa.

Apa aq yang terlalu berharap ???? Atau aku ge..er… ?

Sudahlah ” bujukku dalam hati “.

Heina….loe kenapa ? Pagi-pagi mukanya udah kenceng begitu ? ” tanya hadi meledekku “.

Nggak apa-apa di…

Yakin ???” Tanya hendi lagi mendekat kan 2ajahnya tepat di d3panku.

Oh my God, hadi…..kepo banget sih ” protesku mendorong wajahnya menjauh dari hadapan ku “.

Kerja….kerja…kerja…bentakku agak sedikit keras…

Jam seakan enggan berputar pagi ini, begitu lama menunggu makan siang…Heina harap-harap cemas menunggu jawaban dari pak hendra, bolak-balik dia melirik layar kecil itu hingga jam menunjukkan jam 11.45…waktu yang semakin menipis membuat jantungnya berdetak tak beraturan.

Namun di ujung keputus asaannya Kania sang resepsionist cantik itu membawa kabar gembira dan menghampiri Heina.

Mba…

Ia…” jawabku tanpa menoleh ”

Ada client mba tuh di ruang tunggu .

Siapa Kania….

Aq nggak tau tuh, lihat aja lah sendiri …” perintah Kania berlalu begitu saja “.

Mana orangnya, tanya Heina dalam hatinya, karena Kania sudah tidak ada disitu.

Melirik keseluruh ruangan, dan matanya terhenti pada punggung seorang laki-laki yang sedang asik melihat-lihat barang di showroom.

Siang pak ” sapa Heina dengan sangat hati-hati “.

Siang…” jawab laki-laki itu berbalik arah “.

Pak hendra ????

Kenapa kok kaget gitu ???

Mmmmmm nggak kenapa- kenapa pak, saya kira tadi bapak tidak mau ikut ajakan saya. Tapi kenapa tidak kabarin saya pak ? Biar saya yang datang ke kantor bapak.

Sudah tak apa-apa, kita jadi tidak nih berangkatnya ???

Jadi dong pak, ayo….” ajakku membukakan pintu untuk nya “.

Memangnya kita mau kemana yah mba ? ” tanya pak hendra begitu di dalam mobil “.

Tenang aja pak, saya yakin tidak akan mengecewakan.

Baiklah ” jawabnya nurut “.

Tak berselang lama akhirnya kami tiba di tempat salah satu cafe kecil yang menurutku sangat cozy itu.

Pak hendra melirik sekeliling, nampaknya dia masih asing dengan tempat ini, tempat dimana aku menghabiskan waktu luang mengusir penat dan menentramkan hati yang penuh ujian kesabaran menghadapi client yang bermacam karakter.

Hai…non Heina, tumben bawa laki-laki, siapa non ? ” tanya Rido pemilik cafe itu yang juga adalah teman masa kecilku namun beda nasib, tapi dia tidak pernah memandang rendah diriku, dia selalu siap sedia saat ku butuh pertolongan, saat ku butuh teman curhat bahkan saat ku butuh teman hangout…

Dia adalah kado terindah yang Tuhan beri untukku, entahlah apa aku bisaembalas kebaikannya ??? Dia sudah seperti kakak untukku, bahkan pacar nya sering merasa cembu4u kala dia lebih mementingkan jalan bersama ku.

Dia bisa melepasku sendiri saat dia yakin saya bersama dengan orang yang pas dan baik hati seperti dia ” itulah janjinya “.

Do, kenalin nih client aq ” seruku memperkenalkan pak hendra “.

Do…seperti biasa ya ” pintaku mengajak pak Hendra duduk “.

Waw….tempatnya fantastic… ” seru pak Hendra menanggapi “.

Apa pak Hendra menyukainya ??? ” tanyaku memastikan “.

” tentu saja ” jawabnya singkat….”.

Tapi kalau diluar kantor, bolehkah Heina panggil saya dengan Hendra saja tanpa pak ???

Hmmm…rasanya nggak sopan pak…

Nggak apa-apa? Soalnya kalau di panggil pak saya merasa sudah tua.

Emang pak Hendra belum menikah ???

Emang tampang saya kayak bapak-bapak yah ? Seru pak hendra balik bertanya.

Sedikit ” jawab ku bercanda….

Heina….seru pak Hendra protes…

Ia..ia…nggak kok pak, hehehehe maksud saya Hendra.

****

Awal persahabatan kami dimulai dari siang itu, pak hendra tak se-galak yang gua duga.  Dan yang paling penting PO lancar terus bahkan mereka request lebih banyak dari sebelumnya.

Air mata keputus asaan yang tumpah dipipiku hari itu, kini jadi air mata kebahagiaan.

Hendra semakin hari semakin dekat denganku, kerap kali kami menghabiskan waktu bersama, walau itu hanya sekedar ngobrol maupun olah raga. Kebetulan sekali kami sama-sama menyukai bidang olah raga yang sama yaitu badminton.

Namun terkadang rasa minder itu menghampiriku kala diajak gabung bersama teman-teman bisnisnya.

Siapa aq ????

Aq hanya seorang marketing dengan gaji pas-pas an, tolakku dalam hati berusaha menahan rasa yang tumbuh kian hari kian  menjadi.

Kebaikan hendra semakin membuatku jatuh cinta terhadapnya.

Namun aq takut mengakuinya…..biar lah rasa ini tetap tersimpan rapih di dalam hati.

Namun usahaku tetap sia-sia, sekeras apapun aq menepis rasa ini, dia semakin tumbuh dan tumbuh hingga ada rasa ingin memilikinya.

Apa dia mau sama orang rendah seperti aq ini ????

Heina……..colek Hendra menyadarkanku dari lamunan itu.

I…ia…” jawab ku terbata-bata.

Ada apa sih ???” Tanya hendra penasaran “.

Nggak ada apa-apa Hen, oh ia ngomong-ngomong kita mau kemana ? Inikan bukan jalan ke arah rumah ku. ” tanyaku lagi melihat jalanan yang asing menurutku.

Ya kamu benar, kita mau ke apartemen saya.

Ngapain ???? Bukannya bapak tinggal sama bokap dan nyokap ?

Yeah…itu benar, tapi kadang aq pulang ke apartemen jika butuh waktu untuk sendiri atau kumpul sama teman-teman.

Oh gitu….

Tak berselang lama….

Ok …. kita sampai ” seru hendra membuka pintu mobil dan membukakannya juga untukku.

What ???? Jantung rasanya mau copot deg-deg an, so sweat dia membukakan pintu untukku, ” bisikku dalam hati.

Ayo kita masuk ” ajak hendra menggenggam erat tanganku membuatku semakin deg-degan dan ikut ajakannya.

Waw…..pujiku kagum melihat apartemen mewah itu. Mungkin rumahku saja tak ada seluas ini.

Mau minum apa ?

Apa aja ” jawab ku singkat “.

By the way, kenapa pak hendra bisa sebaik ini sama saya ?  Saya kan hanya seorang amrketing, sementara Hendra ???

Hmmm… aq sih nggak pernah memandang orang lain seperti itu ” jawab nya dengan me yodorkan segelas orange juice kepadaku.

Heina sudah punya pacar belum sih ? ” tanya hendra mengajakku duduk santai di sofa empuk itu.

Belum…

Kalau hendra sendiri ? ” tanyaku balik “.

Belum…

Tapi saya nggak percaya ” seruku sembari minum “.

Kenapa ???

Orang sebaik dan seganteng Hendra belum punya pacar ?

Ia benar, sebenarnya sih bukannya tidak ada yang mau, hanya saja belum ada yang click di hati.

Kenapa bisa ???

Yah…bisa aja, tapi akhir-akhir ini aq mulai jatuh cinta dengan seseorang.

Waw…mantap ….dengan siapa ???” Tanyaku penasaran “.

Dengan kamu ” jawab Hendra menatap mataku begitu dalam “.

Aq jatuh cinta saat pertama kali kau menangis di testo waktu itu, ” seru hendra menjelaskan dan semakin mendekatkan duduknya kearahku hingga kaki kami bersentuhan.

Kamu mau tidak jadi pacar ku” tanya hendra semakin memdekatkan wajahnya ke wajahku hingga bibirnya menempel hangat dengan bibirku bahkan sebum sempat menjawab pertanyaannya.

Aq mau ” jawabku membalas ciumannya.

*****

Apa ???

Mau ????

Apa aq sedang bermimpi ????

Tidak…tidak…tidak….ini tidak mungkin ? ” sangkalku begitu sampai di kamar kos.

Seorang hendra mau sama saya ???? Apa itu mungkin ???

Mungkin dia cuma bercanda malam itu…

Hufff…baiklah, mulai hari ini harus menjaga jarak darinya sebelum cinta itu terus tumbuh ” bisikku dalam hati “.

Tapi rupanya hendra menyadarinya saat telepon dan sms atau WA semua terabaikan .

Aq salah apa ???” Tanya hendra dalam hatinya “.

Akhirnya hendra mencari alasan untuk bertemu bos ku di kantor hanya untuk melihat ku, begitu katanya…

Hallo pak Hendra….apa kabar…..” sapa bos ku, pak Doni “….

Kabar baik pak ” sahut hendra menjabat tangan pak doni tapi dengan mata yang tidak fokus “.

Tumben pak hendra ke kantor kami ? Apa ada masalah lagi ? ”

Tidak ada pak, kebetulan tadi ada urusan di dekat sini, jadi saya sempatkan untuk mampir.

Oh begitu, terimakasih ya pak karna sudah mau berkunjung ke kantor kami, maaf nih tidak bisa lama-lama temanin pak hendra ngobrol, saya panggilkan Heina yah pak ”  seru pak doni pamit ”

Baik pak doni…jawab hendra singkat…

Heina…” teriak pak Doni begitu masuk ke ruangan ku “.

Ia pak…” jawabku sigap “.

Ada client kamu di depan….

Siapa pak ? Saya nggak ada janji hari ini ” jawab ku sedikit bingung mencoba mengingat-ingat jadwal hari ini.

Temui aja sana…” perintah pak doni tegas”.

Baik pak…” jawabku segera berdiri dari tempat duduk keluar ruangan dan menemui client itu di ruang tunggu “.

Pak hendra…..”seruku tak begitu antusias “.

Heina….apa kabar ??? ” sapa hendra begitu melihatku .

Saya kabar baik pak, pak hendra apa kabar ???…” tanyaku basa-basi dan mempersilahkannya duduk, sementara aq masuk kedalam mengambilkannya minuman “.

Heina kenapa sih menghindar dari saya ? Apa saya ada salah ?

Ngomong-ngomong kenapa pak hendra datang ke kantor kami ? Apa ada masalah ? ” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

Heina…….” aq datang kesini bukan untuk urusan kantor…” seru hendra menegaskan, menggenggam erat tanganku.

Terus ??? ” tanyakh pura-pura tidak tau “.

Sepertinya disini bukan tempat yang tepat untuk membicarakannya, seru hendra menggenggam erat tanganku dan pamit ke pak doni “.

Pak doni…saya pamit ya, soalnya ada beberpa hal yang harus di bahas tentang proyek selanjutnya ” seru hendra pamit “.

Baik pak, hati-hati di jalan ” jangan lupa anak orang diantar pulang kerumahnya ya…” seru pak doni bercanda.

Rupanya dia bisa juga bercanda, baru kali ini aku melihat senyumnya sumringah begitu…gumamku dalam hati melirik tajam ke pak doni.

***

Hendra mengajakku ke suatu tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, tempatnya cozy, hmmmm….rumah impian semua orang dengan halaman yang luas dipenuhi dengan bunga-bunga dan juga kolam renang, look like palace ….

Kita kemana ??? ” tanyaku menghentikan langkah .

Kita di rumahku sekarang …

Maksudnya ????

Aq ingin memperkenalakan istana ini kepada calon ratunya nanti.

Siapa ???

Tentu saja kamu….

Kenapa aku ??? Aq kan hanya seorang karyawan biasa, bagaimana bisa aq masuk kedalam keluarga terhormat sepertimu ???

Heina….bisakah kau berhenti mengatakan itu? Sungguh kata-kata itu menyakitiku….pinta Hendra membawaku dalam dekapannya yang begitu dalam hingga aku terhanyut di dalamnya, bahkan untuk seseaat aq lupa akan siapa diriku….

Aq mencintaimu bukan karna apa yang kamu punyai, tapi aku mencintaimu sebagai dirimu seutuhnya, aq nggak butuh hartamu, aq nggak butuh title mu, dan aku tidak butuh karirmu, tapi yang kubutuhkan adalah cintamu, cinta yang mampu menyentuh meleburkan kebekuan hatiku untuk pertama kali, cinta yang mampu melembutkan kerasnya hatiku.

Tapi……

Nggak Heina….aq mohon menikahlah denganku ” pinta Hendra melepas pelukannya dan berlutut di depanku, dengan sebuah cincin berlian di tangannya “. ” sungguh polos wajahnya….

Aq mencintaimu hendra ” seruku menuntunnya berdiri dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat….

Janji tidak akan mengabaikanku lagi ? ” tanya hendra bercucuran air mata “.

Janji…jawabku meyakinkannya dan mencium pipinya.

Hmmm….laki-laki segagah kamu ternyata bisa nangis juga toh…” setuku bercanda…”.

Heina…..seru hendra menatapku lembut dan membawaku kembali dalam pelukannya ” terimakasih yah sayang….bisiknya lembut di telingaku, mengusap lembut rambut panjangku.

Tapi…apa ayah dan ibu kamu merestui hubungan kita ? ” tanyaku dengan sangat hati-hati melepaskan diri dari pelukannya .

Tentu saja…” jawabnya singkat …”

Bagaimana kamu seyakin itu ?

Yakin dong….coba heina tanya aja sendiri…

Gimana caranya jika saya sendiri belum kenal…

Makanya itu kenalan….

Bagaimana carany ????

Aq juga bingung tuh, bagaimana caranya ???” Goda hendra membawaku kembali dalam peluknya.

Jika ini mimpi….sungguh aq tidak ingin bangun….” bisikku dalam dekapannya “.

Tentu saja ini bukan mimpi….” celetuk hendra…seperti dia tau apa yang kupikirkan “.

Bagaimana kamu bisa tau, kalau saya lagi memikirkan itu ???

Tentu saja saya tau, kan kita sehati….godanya lagi mencumbuiku mesra.

****

Hari-hari pun berlalu begitu indah berkat kehadiran hendra di hidupku, dia mewarnai setiap perjalan hidup menjadi lebih indah.

” dia pelangi hatiku…ingin ku selalu berada dalam dekapan peluk tubuhnya, menikmati senyum indahnya, bersama-sama mengarungi hidup dengan malaikaat-malaikat kecil yang akan hadir lebih indah “.

Hmmmm…..sepertinya mimpiku kejauhan….

Kriing…kring….kring….bunyi telpon yang ada di meja kerjaku, menyadarkanku dari lamunan indah itu…

Hello….selamat siang…” sapaku ramah “.

Sayang……teriak hendra dari seberang….

Hendra ???? Tumben telp ke kantor ? Kenapa nggak pake hp aja ?

Aq lagi sibuk nih, jadi tidak bisa pegang hp…

Oh gitu….cie…cie…cie…ceritanya pangerang ganteng sudah rajin nih ke kantor ???” Ledekku bercanda …”sejak kapan…..???

ia dong sayang, kan untuk masa depan kita nanti.

Baiklah, semangat sayang….

Aq suruh supir jemput kamu nanti sore ya sayang, soalnya aq nggak sempat, takut telat…

Emang kita mau kemana ???

Aq mau ajak kamu ikut bergabung di acara perusahaan nanti malam, jadi….kamu pakai gaun yang aku titip  ke supir yah, dan aku juga ikut mengirimkan make up artis juga…

What ??? Emang aq artis ???

Heheheehe ia dong…kamu sang penghibur dan pembawa kebahagiaan di hidupku….” goda hendra…”

Ok baiklah….seruku setuju …

Udah dulu ya sayang, aq mau kerja lagi nih…

Semangat sayang ku….” seruku menutup telp.

Hmmmm….kang Supri,  supir nya hendra sudah menunggu di depan kantor bahkan sebelum jam 5 kasian….

Silahkan non…pinta kang supri membukakan pintu mobil untukku…

Cie…cie…cie….” ledek semua teman-teman kerjaku berkerumun di depan pintu, tapi aq sengaja merahasiakan hendra dari mereka, hingga waktunya tiba…

Oh ia mba…ngomong-ngomong kita keacara apa yah, kok berdandan seheboh ini ” tanya ku ke mba Ria tukang mekap itu.

Saya juga nggak tau non, saya hanya melaksanakan perintah …” seru mba Ria membereskan alat-alat make up nya dari atas meja rias kecil itu.

Waw….cantik sekali ” puji mba Ria lagi…”

Terimakasih mba ” jawabku dengan tetap memandangi kaca rias itu “.

Non…..apakah kita bisa berangkat sekarang ? Acaranya sudah di mulai non….” teriak kang supri dari luar kamar “.

Ok pak…seruku membuka pintu dan berjalan ke parkiran mobil.

Tak berselang lama mobil melaju menuju lobby sebuah hotel mewah…yups…..apa ini tidak dalah ???” Tanyaku ke kang supri…

Tidak non….

Rasa minder itu kembali menghampiriku….

Selamat malam non Heina…sapa seorang satpam …begitu melihatku keluar dari dalam mobil.

Silahkan ikut saya non….”

Semua orang telah ada di ruangan nan mewah itu lengkap dengan dandanan yang begitu necis….sepertinya semua undangan disini adalah orang – orang terhormat …

Apa aku salah ruangan ????

Heina….ngapain kamu kesini ? ” tanya pak Doni berbisik menghentikan langkahku, ” syukur Tuhan…ternyata ada yang saya kenal ” bisikku sedikit tenang “.

Aq juga nggak tau…” jawab ku bingung ”

pak doni ngapain disini ? ” tanya ku pelan ”

Aq diundang pak Hendra kesini…

Emang ada acara apa ???

Aq juga nggak tau pasti sih…dengar-dengar katanya pertunangan pak hendra …

What….” tanyaku kaget…”

Selamat malam semuanya….mohon perhatiannya untuk mendengarkan kata sambutan dari pak Hedi Suryo ” teriak MC dengan suara lantang….”

Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih kepada para hadirin dan para kolega yang bersedia meluangkan waktu nya untuk datang disini “.

Ini adalah malam dimana saya mengumumkan pensiun dari urusan bisnis dan memberikannya kepada anak saya….sekaligus merayakan kedatangan anggota baru ke dalam keluarga besar Suryo…seorang anak gadis yang sederhana dengan hati yang luar biasa, seorang wanita yang mampu meluluhkan hati anak saya, yang bahkan tak bisa kulakukan sebagai ayah nya dan malam ini wanita itu akan resmi jadi keluarga besar Suryo…

” Heina Nandita Suryo…….”

Lampu sorot mengarah kepada ku, mengundang semua mata para undangan ……

what ????” Tanyaku kaget ……jantung ku berhenti untuk sesaat dengan masih tetap berdiri kaku, apa ini mimpi ??? ” tanya lagi dalam hati menoleh ke sekeliling memberanikan diri menatap mata para tamu yang hadir disitu….

Sayang………” sapa Hendra menyadarkanku dari lamunan itu, menggenggam erat tangan ku dan menuntunku ke depan dimana papa dan mamanya berada ?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku mengalami hal seindah malam ini, tak percaya…..dan masih belum sadar bahwasanya semua ini kenyataan….

malam ini aq dan hendra resmi bertunangan untuk kemudian di persatukan dalam pernikahan kudus yang tidak akan lama setelah ini ” begitulah yang dikatakan hendra dan semua keluarga besarnya, bahkan mereka telah menentukan tanggal pernikahannya tanpa meminta persetujuan dariku terlebih dahulu…

Bagaimana jika saya berkata tidak ??? ” protesku memasang muka sedikit cemberut, walau sesungguhnya ini adalah mimpi besar ku…

Jangan gitu dong sayang…” bujuk hendra…”

Tapi aq boleh tetap bekerja tidak di kantor tempat ku yang lama ?

Sepertinya kamu harus resign sayang….soalnya kamu tau sendiri kan pernikahan kita tinggal sebulan lagi…

Tapi masih berat rasanya meninggalkan mereka sayang….gimana dong…..” tanya heina bingung…”

Gini aja….nanti malam kamu undang semua teman kerja kamu makan malam di rumah, gimana ???

Ok…”jawab heina mengiyakan…

****

Cie…cie…cie…marketing cinta dapat jodoh…celetuk salah seorang teman kantor ku di tengah-tengah asiknya makan malam diikuti ledekan mereka semua…

Akhirnya sebulan kemudian, aq dan hendra resmi jadi suami istri dan aku pun resmi menyandang nama belakang keluarga Suryo…

” kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta, karena jodoh itu tidak akan pernah tertukar….”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s