The real love…

Types & Characters

Tersadar saat dia reject call ketika dia bersama wanita itu.
Tak seharusnya aq berharap…
Tak seharusnya aq menaruh ekspektasi lebih terhadapnya.
Tak seharusnya aq terlalu sering menghubunginya.
Tapi apa aq salah ????
Aq menyapamu bukan untuk menggodamu.
Aq menyapamu bukan karena aku mencintai mu.
Aq memang terkadang mengucapkan kata-kata yang sedikit gombal, tapi itu hanya caraku mencairkan suasana.
Hari ini aq tersadar bahwa kau bukan sesungguhnya teman.
Kau bukan sesungguhnya sahabat.
Dan mulai saat ini juga aq memutuskan untuk tidak keep in touch dengan mu lagi, kecuali jika kamu yang lebih dulu menyapa ku, itu janjiku.
Kasih persahabatan yang sempat tumbuh di dalam hati, kini telah layu dan akan berangsur-angsur mati.
Maafkan jika aq pernah menganggapmu sahabat, terimakasih untuk itu.
Rasanya ku tak ingin kecewa akan hal ini, tapi ku tak kuasa membujuk hatiku kembali. Dengan berat hati aq akan menghapus kenangan yang pernah tercipta di antara kita.
Aku akan melanjutkan hidupku dan melupakan mu.
Hei….sepertinya serius banget…”seru seorang lelaki berjalan melangkah ke arah ku “. Yups…dia koko Jhonatan, pemilik cafe Bumbum tempat dimana aq duduk saat ini.
Koko mengenal ku karna memang aq langganan disini, kami sering menghabiskan waktu bersama disini dan bercanda bersama dia yang aq anggap sahabat. Tapi kini ku sendiri di tempat ini.
Nggak juga koko….”jawabku singkat dengan tetap memandang ke buku catatan yang ada di meja tepat di depan ku”
Hmmmm….katanya nggak serius, tapi matanya tetap aja pandang in buku itu, ada apa sih ? Nggak biasanya Kinan seperti ini ?
Nggak ada apa-apa koko “jawabku dengan sigap dan menutup buku itu “.
Tumben Kinan datang sendirian, Petrus kemana ?
Nggak tau ko, mungkin dia sedang bersama kekasihnya sekarang .
Kekasihnya ??? Maksudnya gimana ? Bukan nya itu pacar kinan ? ” seru koko menghujani ku dengan pertanyaan “.
Bukanlah ko, petrus itu teman dekat aq, tapi akhir-akhir ini dia sibuk mengejar dewi gadis cantik yang kebetulan satu kantor dengannya tapi beda devisi ” seruku menjelaskan “.
Hmmmm….koko tau nih, kinan cemburu yah ??? ” ledek koko mencubit lembut pipi mulusku “.
Koko jonathan memang sudah seperti abang bagiku sendiri, aq nyaman saat bersamanya, sehingga aq bisa cerita apa aja sama dia “.
Kok cemburu sih ko ? Petrus kan bukan pacar q ??? ” elakku dengan wajah sedikit memerah karna takut ketahuan koko kalau sebenarnya di hati kecilku aq menaruh simpati kepada petrus…
Hayo ngaku….” bujuk koko setengah memaksa dengan tak memalingkan pandangannya dari mataku, senjata ampuh yang selalu koko lancarkan untuk membuatku cerita kepadanya dan itu selalu berhasil.
Hehehehehehe…ia ko, tapi mungkin dia nggak menaruh sedikit pun simpati sama aq, atau mungkin aku aja yang salah mengartikan kebaikannya selama ini ? ” seruku dengan wajah sedikit kecewa “.
Udah…nggak usah sedih begitu dong mukanya. Mungkin dia bukan orang yang terbaik buat kamu. Memang terkadang begitu saat kita merasa nyaman dengan seseorang, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain dan yang pasti Tuhan selalu menunjukkan yang lebih baik untuk kita.
Hmmmm…sepertinya koko tau betul, pengalaman pribadi yah ?????? ” ledekku balik…”
Yaps…bener sekali, ini koko ceritakan supaya kamu juga nggak sedih dan kecewa.
Jadi ceritanya koko sudah di jodohin dengan seorang cewek yang juga orang yang sangat koko cintai, tapi sayang seribu sayang dia tidak suka sama koko, cewek itu menyukai teman satu kantornya, itu pengakuannya sama koko ” jelas waktu itu koko sempat terpuruk, makan tidak teratur hampir satu bulan, hingga suatu malam mama minta maaf sama koko.
Nak…mama minta maaf yah ” seru mama memohon dengan raut wajah sedih “.
Kenapa ma ? Kok mama minta maaf ? Ini bukan salah mama ” bujuk koko bermaksud untuk mengurangi rasa bersalahnya mama “.
Nggak nak ini kesalahan mama, mama sudah menghancurkan hidup koko, lihat sudah hampir sebulan ini koko nggak mau makan dan minum, nggak mau kerja, nggak mau kuliah. Ini salah mama nak, koko boleh hukum mama sekarang ” pinta mama berderai air mata yang tumpah di pipinya yang sudah menunjukka keriput-keriput halus.
Nggak apa-apa mama, koko janji akan bangkit lagi untuk mama dan papa ” seru koko membangun tekad itu dalam hatinya, sekalipun koko sendiri tak yakin dia akan bisa bangkit atau tidak.
Koko akhirnya membuka cafe ini sebagai kesibukan koko berniat untuk pengalih perhatian, namun koko tetap gagal, koko belum menemukan diri koko yang sesungguhnya, koko belum menemukan semangat koko yang pernah hilang entah kemana, sampai saat malam dimana koko melihat kamu, melihat senyum kamu, cara kamu tertawa, cara kamu bercanda dengan petrus.
Koko juga bingung, tapi yang pasti koko menemukan diri koko kembali dalam senyum tulus itu, koko menemukan kembali semangat koko yang telah hilang. Dan kini koko berhasil…terimakasih telah membawa ku kembali dari dunia kekecewaan dan menghilangkan awan kesedihan dari hidup koko ” seru koko bercerita panjang lebar dengan tatapan yang sangat dalam ke arah ku”.
Mungkin kinan bertanya-tanya ” kenapa harus aku ???? “.
Koko juga sama seperti itu, yang pasti koko berjanji akan menjaga kinan selalu untuk tetap bahagia.
Kok bisa sih ko ???? ” tanyaku kaget sekaligus senang, jantungku berdeguk kencang saat ketika koko mengakui semuanya, ada kebahagiaan yang tak dapat terlukiskan oleh q hingga mampu menghapus kesedikan dan kecewa itu dari hati seketika …
Apa ini namanya cinta ???
Tidak…tidak…tidak…
Koko hanya sebagai kakak untukku ” bujukku menepis rasa itu….”.
Oh my God…koko ternya ganteng juga ” pujiku dalam hati begitu berani menatap wajahnya walau hanya satu menit. Matanya memancarkan ketulusan….
Kring…kring…kring….bunyi smartphone ku menyadarkan ku dari lamunan.
Siapa ki….” tanya koko menghentikan sejenak ceritanya…”.
Petrus telpon ko…” jawabku antusias “…
Angkat aja ki…nggak apa-apa kok…
Tapi ko….kita kan lagi ngobrol ….
Nggak apa-apa ki, nanti kan kita bisa sambung lagi obrolan kita.
Sebentar yah ko…pamitku menekan tombol hijau…
Hi…ki…loe lagi dimana ? ” tanya petrus tanpa basa-basi “.
Hi…pet…aq ditempat biasa nih…
Di cafe ko jonathan ? ” tebak pertrus…”.
Ia…ada apa emang telpon ? ” tanyaku basa-basi, kini hatiku tak ingin bertemu dengannya lagi sekarang. Semuanya kini telah berbeda, kekecewaan itu berhasil membangun sebuah jarak yang tak ingin kinan lalui kembali.
Kok dingin begitu ah jawabnya ki, nggak seperti biasanya ? ” tanya petrus tak sadar akan apa yang telah di lakukannya “.
Nggak apa-apa pet, cuman kecapean aja kali ” jawab kinan berusaha menutupi rasa kecewa yang telah melambung tinggi di dalam hatinya.
Ya udah, aq datang kesana buat jemput kamu yah…” pinta petrus dari seberang “.
Nggak usah pet, aq lagi pengen sendiri saat ini ” tolak kinan halus “.
Oh…ya udah kamu hati-hati yah…” seru petrus lagi dari seberang, namun kinan hanya diam dan langsung mematikan telponnya, kinan tak mengucapkan salam perpisahan seperti yang biasa di lakukannya bersama petrus.
Kinan…..kok ketus begitu sih jawabnya ke petrus….” tegur koko lembut…”
Aq juga tak ingin melakukannya ko, tapi entah kenapa hatiku telah jauh dari nya dan rasanya aq tak ingin bertemu dengannya lagi.
Kok gitu ki ? Bagaimana pun kan petrus itu teman kamu, pernah baik sama kamu, pernah mengukir kenangan bersama.
Memang itu benar ko, mungkin dengan seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik aja ” seru kinan mengiyakan nasihat koko.
Ngomong-ngomong kamu pulang bareng siapa hari ini ? Kamu di jemput sama pak narji ? ” tanya koko memastikan.”
Pak narji itu adalah supir pribadi yang papa tugaskan untuk mengantarkan kamanapun aq pergi, walaupun sebenarnya saya sudah bisa nyetir sendiri, tapi papa tetap tidak mengijinkannya. Papa akan melepas aq nyetir sendiri saat aku telah lulus kuliah. Mungkin papa takut aku kelayapan dan salah bergaul. Walau aku sudah kuliah dan menginjak semester 6 sekarang, tapi ayah tetap mengaggapku dan memperlakunku seperti gadis kecilnya, papa tak ingin cepat-cepat menerima kenyataan bahwa aq telah dewasa sekarang, karena itu bisa membuat papa sedih. Karna bagi papa dewasa berarti akan segera meninggalkan ayah dan membangun rumah tangga yang baru.
Malam ini aq putuskan untuk pulang sendiri dengan jalan kaki, karena jarak rumah dengan cafe bumbum tidaklah terlalu jauh, hanya berkisar 2 km dan bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1 jam.
Tapi rupanya koko mengikutiku diam-diam dari belakang dengan mobil pajero putihnya, namun aq berpura-pura tidak tau demi menjaga hatinya dan menghargai perhatiannga.
Tapi baru sekitar setengah km berjalan kaki, sekumpulan anak muda menggodaku dan itu membuat ku gerah dan tak nyaman.
Dengan sigap koko bergegas keluar dari mobilnya dan menghadang sekumpulan pemuda tadi, seperti yang di film-film menurut ku. Namun tak bisa ku pungkiri kalau seaungguhnya aq takut.
Berdiri mematung dan tetap menatap aksi koko melawan sekumpulan pemuda tadi dengan jurus kung fu nya. Dia berbeda dari kesehariannya yang lembut, dia begitu marah sama kumpulan pemuda itu hingga mereka sembua lari terbirit-birit setelah penuh luka lebab oleh kepalan tang ko jonatan.
Kamu tidak apa-apa ? ” tanya koko begitu selesai menghajar pemuda gadungan itu dan menyadarkanku dari rasa shock yang berhasil merasuki ku, sungguh untuk pertama kali dihidupku menyaksikan sendiri kekerasan dengan mata kepala ku sendiri kecuali yang aq tonton di televisi.
Kinan….hei….kamu tidak apa-apa ? ” tanya koko memastikan, terlihat jelas di wajahnya kekwatiran yang begitu besar.
Tak sepatah kata pun jawaban dari pertanyaannya keluar dari mulutku, kecuali melebur dalam pelukannya yang hangat dan menenangkan jiwa,
Kinan….lain kali jangan pernah pergi sendirian lagi yah, bujuk koko dengan lembut dan membawaku lebih dalam lagi dalam pelukannya.
ia ko….kinan janji ” jawabku mempererat pelukan ku di lingkaran pingganggya.
Kita pulang yah sekarang, biar koko antar ” bujuk koko menunutunku ke dalam mobil.
****
Jam telah menunjukkan pukuk 10 malam saat aq tiba di rumah, ternyata papa dan mama telah cemas menunggu ku di depan pintu rumah.
Kamu nggak apa-apa sayang ? ” tanya mama begitu kwatir dan memelukku dengan begitu erat, begitu juga dengan ayah…
Kok mama tau ??? ” tanya ku penasaran ”
Ko jonatan yang kasih tau mama ” seru mama melirik ke arah ko jonatan yang masih berdiri mematung di dekat mobil.
Emang koki kenal sama mama ? ” tanyaku lagi semakin bingung ”
Emang kinan nggak tau kalau koko itu anaknya om hadi ? Koko nggak cerita ???? ” tanya papa menimpali ”
Nggak tau papa ” jawab ku agak sedikit kesal dan bergegas masuk ke dalam kamar, seperti di bodohi rasaku, telah terbilang lama aq mengenal koko, tapi aq tidak tau siapa dia ?
Orang seperti apa aku ini ?
Sahabat seperti apa aq ?
Apa aku pantas menyebutnya koko ? Sedangkan kehidupannya aq tidak tau ???
Bodoh…bodoh…bodoh… ” seruku ngobrol sendiri dan memukuk-mukul boneka panda yang besar itu.
Aw……sakit…jangan pukuk aq….” seru koko dari pintu berusaha menirukan suara bineka namun tidak mirip sama sekali.
Ah…koko….” teriakku manja dan melebur dalam pelukannya, entah kenapa rasanya aq ingin terus berada dalam dekapannya yang menghangatkan dan menenangkan.
Adekku yang paling manja ini tidak pernah dewasa, masih terus merasa kecil, koko kan nggak kuat ” seru koko ingin menurunkan kinan dari dekapannya “.
Turunkan di di kasur koko ” pintaku merengek manja dengan masih tetap menempel pada dekapannya dengan kedua kaki ku melingkar di pingganggya.
Entah kenapa setelah aq tau dia anak nya om hadi, aq semakin nyaman bersamanya dan semakin dekat dengannya, kini koko yang selalu ada bersamaku. Bahkan tiada hari tanpa bersamanya.
Ketulusannya menumbuhkan benih-benih cinta itu dalam hatiku, pengorbanannya membuatku semakin luluh lantak di pelukannya.
Hingga suatu malam saat mama menyurhnya untuk menemaniku di rumah untuk 1 hari penuh di hari liburku karna mama dan papa takut aq merasa kesepian sekalipun banyak asisten rumah tangga di rumah, namun mama sudah begitu percaya dan menyayangi koko juga, selain koko adalah anak dari sahabat nya papa dan rekan bisnisnya juga. Untuk pertama kalinya mama dan papa yakin meninggalkanku dan pergi ke luar kota untuk 1 hari.
Aq tau hal itu saat mama menciumku subuh di hari rabu itu dan pamitan, begitu juga papa.
Kinan sayang…papa sama mama mau berangkat ke yogya dulu yah, nggak apa-apa kan kalau mama tinggal satu hari ” tanya mama penuh harap “.
Tapi ma, nanti siapa teman kinan di rumah, rengekku manja membalas pelukan mama.
Tadi mama udah telpon koko, mungkin sebentar lagi akan tiba ” seru papa menenangkanku “.
Ok pa, see u…seruku membalas pelukan papa dan mereka berlalu pergi dari pintu.
*****
Koko maaf om nganggu…seru papa di telp.
Ia om nggak apa-apa, balas koko dari seberang belum begitu sadar dari tidurnya.
Oh ia ada apa om telpon subuh-subuh begini ? Apa kinan sakit ??? ” tanya koko langsung duduk dan tersadar “.
Nggak koko, om hanya ingin minta tolong sama koko kalau tidak sibuk dan tidak merepotkan “seru ayah ..
Nggak om, malah koko senang om bisa jagain kinan ” seru koko “.
Terimakasih yah ko, titip jagain kinan yah ko, temanin kemanapun dia mau nanti tagihannya biar om yang bayar.
Nggak apa-apa om, nggak usah, biar saya saja, kinan kan bukan orang yang suka belanja om, dia hanya membeli apa yang dia butuhkan dan benar-benar diinginkannya, sungguh dia gadis yang baik banget, om dan tante beruntung banget punya anak seperti kinan ” puji koko di telpon “.
Apa koko memcintai kinan ? ” tanya papa benar-benar ingin tau kebenarannya, karena papa ingin memastikan kinan bersama orang yang tepat “.
Benar om, koko sangat mencintai kinan ” jawab koko tidak ingin menutupinya lagi, karena dilubuk hati koko yang paling dalam sesungguhny dia ingin melamar kinan menjadi istrinya “.
Bagus kalau begitu, om merestuinya, asal jaga baik-baik anak om, dan jangan pernah membuatnya menangis karena jika hal itu terjadi, ingat….om yang akan berurusan dengan koko ” ancam papa memastiakan.
Ia om, baik om, akan saya jaga kinan dengan sebaik mungkin dan membuatnha bahagia ” seru koko mengucap janji debgab hati yang penuh sukacita bertaburkan bunga cinta.
Tapi hal itu belum di ketahui kinan sama sekali. Dia masih nyaman dalam pelukan mimpinya. Kebetulan hari ini libur kuliah, jadi kinan bisa tidur sepuasnya.
Pagi tuan putri…seru seseorang mencium lembut pipi kinan, tubuhnya masih terbalut dalam selimut tebal berwarna merah muda itu.
Sebentar lagi papa…rengek putri memperbaiki posisinya.
Ini koko….bukan papa…” balas koko menegaskan berharap kinan mau bangun “.
Oh my God, koko ?????? Seru kinan bergegas bangun dari mimpi indah nya.
Ngapain koko pagi-pagi sudah ada disini ? Emang nggak kerja ? ” tanya kinan menatap koko yang sedang sibuk menyiapkan serapan pagi spesial…” nasi goreng rasa cinta “.
Namun koko tak menghiraukan pertanyaan kinan, koko menghampiri kinan dengan sepiring nasi goreng dan segelas susu coklat hangat kesukàn kinan.
Rupanya di tempat lain Petrus mulai merasakan kehilangan, merasa kesepian tanpa derai tawa renyah kinan dab senyum indah yang selama ini menemani hari-hari nya.
Hari-hari yang dilaluinya terasa membosankan, namun dia terlambat menyadari semua itu, saat hati kinan telah berhasil di rebut sang prince charming yang jauh lebih baik dari petrus.
Kini petrus hanya bisa memeluk erat kenangan itu dan menyimpannya di lubuk hati terdalamnya, suatu kenangan untuk sang generasi penerus hidupnya jika suatu saat nanti waktunya telah tiba.
***
Kini kinan dan koko semakin mantap melangkah ke tempat penyatuan dimana manusia tidak dapat memisahkannya kecuali dipisahkan oleh sang maut.
Dan hari itu direalisasikan tepat setelah kinan menyelesaikan skripsinya di kampus, bahagia itu bertubi-tubi menghampirinya, hingga tak dapat dilukiskan oleh kata-kata.
Mama dan papa kinan dan juga koko kini semakin dekat.
# kehilangan seseorang akan kita sadari saat mereka telah bersama yang lain.
# jangan sia-siakan orang yang mencintai mu, karna belum tentu kamu menemukan yang lebih baik dari itu.
# selagi masih ada waktu, bahagiakan orang-orang yang kamu sayangi dan jadilah pelita di manapun kita berada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s