Cinta itu membawanya kembali

DSCN2715Jantung ku dari subuh tadi tidak berhenti berdebar-debar alias deg-deg an tidak tau kenapa tapi seperti yang biasa sih kata orang ada yang ngomongin atau ada yang kangen atau bakal bertemu seseorang yang kita cintai.

Tapi nggak tau lah, mungkin karena kak Keke menyinggungku kemaren “ kapan nikah “ di meeting keluarga terakhir dalam rangka acara pernikahan bang Mario.

Hmmmmm tapi siapa ?

Aku kan sekarang masih jomblo semenjak  hubungan asmaraku dengan Putra kandas ditengah jalan karena keegoisanku. Mungkin karena saat itu banyak yang mendekati ku sehingga perpisahan dengan putra tak ku hiraukan, aku tak pernah berpikir sedikit pun tentang bagaimana perasaan putra saat itu, apa kah dia sedih atau marah ataukah benci, yang jelas saat ini aku baru menyadarinya.

Walau hunganku dengan Putra berjalan dengan sangat singkat namun kenangan dan kebaikannya sangat panjang dihatiku hingga saat ini, sudah hampir empat tahun tidak bertemu muka dan komunikasi dengannya.

Namun walaupun begitu setiap kali aku pulang ke kota tempat Putra bekerja, aku selalu berusaha untuk mencari tahu bagaimana kabarnya dan apa saja yang dilakukannya dan dia sedang bersama siapa sekarang.

Kedengarannya agak bodoh sih memang.

Namun yang membuat ku terkejut adalah ketika kak  Feli memberitahu ku bahwa Putra telah menikah bulan September lalu.

Minggu itu saat pulang ibadah kak Feli memanggilku dengan suara keras dan wajah panik, entah apa yang membuatnya panik  saya tidak tau pasti, yang jelas saya ingin mencari tau nya sehingga aku menghampirinya di bangku barisan paling belakang.

Hi ka…selamat hari minggu, “ sapa ku basa-basi sembari cium pipi kiri dan cium pipi kanannya “.

Putra sudah menikah “ seru nya to the point, dengan menggenggam erat kedua  tangan ku, mungkin kak Feli tidak ingin aku sedih mendengarnya “.

Petir disiang bolong menyambarku, hingga sekujur tubuh ku seketika itu lemas tak berdaya, namun aku berusaha menyembunyikannya tapi tetap saja tak terbendung oleh ku.

Sama siapa ka ? kapan ? kok bisa? Tau dari siapa ka ?

Katanya sih bulan September kemaren, sama Siska katanya. Aq taunya sih dari teman sekampungnya, nah karna tidak percaya akhirnya aku konfirmasi dah tuh sama Putra langsung dan Putra membenarkannya.

Serius ??? “ tanyaku lagi seakan tak percaya “. Sesuatu ada yang hilang dari hatiku saat itu juga dan aku terdiam sesaat kemudian pamitan dari kak Feli, karena aku tak ingin kak Feli melihat ku sedih.

Kak Feli, terimakasih untuk informasinya yah, sekarang aku mau pulang dulu.

Ok, kamu hati-hati yah dek, jawabnya mengijinkanku pergi dan menatapku hingga berlalu dari pintu  memastikan bahwa aku baik-baik aja.

Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah ada rasa sedih saat mendengar kabar itu, tapi kenapa ?

Bukankah aku yang memutuskannya ?

Bukankah dia bukan siapa-siapa ku lagi ?

Harapanku pupus sudah….

Semua kenangan tentangnya menari indah di pikiranku, kenangan bersamanya ketika dia mengajarkan aku mengendarai mobil, dia sungguh mahir dalam mengendarai mobil walau dia sendiri tidak punya mobil, dia sungguh pelatih yang sangat baik, tegas dan disiplin dan selalu memotifasi bahwa aku bisa untuk dilepas nyetir sendiri.

Awalnya memang aku sendiri tidak yakin dengan kemampuanku sendiri, namun berkat motifasinya yang selalu menyakinkanku akhirnya aku bisa melakukannya.

Dan di bulan kedua aku di lepas untuk nyetir sendiri di jalan raya, hmmmmm …..

Aku masih ingat betul saat dia meminta ijin dari ku untuk mengambil side job di sore hari seusai menjemputku dari kampus.

Sayang, aku boleh tidak mengambil side job ? “ tanyanya “

Boleh aja sayang, tapi kenapa kok tiba-tiba ?

Sebenarnya ini sudah lama ditawarin sama manager sayang, Cuma aku belum kasih jawabannya, karena aku pikir harus minta ijin dari kamu dulu. Tapi aku tak selamanya kok disitu sayang, targetku Cuma enam bulan saja hanya untuk mengambil ilmunya saja, supaya nanti kita bisa buka usaha sendiri seperti mereka “seru Putra menjelaskan “.

Terima aja sayang, tidak apa-apa kok,   yang penting kamu bisa jaga kesehatan dan jangan terlalu capek.

Tapi kalau aku terima itu, nanti aku tidak bisa jemput kamu lagi dong sayang dari kampus, gimana dong ? kamu nggak apa-apa jalan sendiri ?

Nggak apa-apa sayang, semuanya kan juga untuk msa depan kita, jadi biar aku jalan sendiri untuk sementara waktu ini.

Rupanya ijin yang telah aku berikan itu tidak bisa mengalahkan ego ku yang begitu tinggi, mulai keesokan harinya aku mulai uring-uringan dan marah-marah nggak jelas karena aku merasa di cuekin, padahal sebenarnya kan tidak.

Awal kehancuran hunbungan kita dimulai dari niat baik Putra, namun aku terlanjur memutuskan hubungan dengannya. Dan tak mendengarkan penjelasannya.

Tapi semua sudah terjadi, penyesalan tiada guna.

Tapi ya sudah lah, mungkin tidak jodoh bujukku pada diri sendiri dan berusaha melupakannya seutuhnya dengan menyibukkan diri di pesta pernikahan bang Mario. Dimana hari ini aku kebagian tugas sebagai penerima tamu.

Mario’s wedding for today, yes that’s right. He is so handsome for today more than he look every day.

Hi…cantik apa kabar ? “ suara seorang cowok mencoba untuk menyapaku yang super sibuk hari ini mencatat nama tamu undangan yang hadir.

Tapi suara itu sungguh familiar ditelingaku, tapi siapa ? tanyaku dalam hati

Hi juga, “ jawabku tanpa menoleh kearah nya.

Woi…sombong banget sih, tegornya mengambil pulpen ditanganku, hingga dengan terpaksa aku menoleh kearahnya “.

Putra ?????? “seru dengan nada suara tinggi…..”

Kok kamu bisa ada disini ? “ Tanyaku heran, karena memang tidak ada hubungan keluarga dengannya, dan tidak mungkin dia datang kesini “

Kamu nggak senang ?

Senang sih, tapi kok kamu datang sendirian aja sih ? istrimu mana ?

Istri ? jawabnya dengan balik bertanya…

Ia istri kamu, “ seru ku memastikan…

Sejak kapan aku unya istri ?

Tapi kak Feli bilang kamu sudah menikah sama Siska, gimana sih ? “ tanya ku dengan wajah bingung “.

Hahahahhahaha……yes berhasil…

Apaan sih yang berhasil ???

Nanti habis acara bang Mario,  akan aku jelaskan semuanya, lihat tuh tamu undangannya dari tadi sudah antri “ jawab putra menunjuk kearah barisan yang memanjang itu.

Baiklah, “ jawab ku dengan agak sedikit kecewa “.

Kamu cantik banget hari ini, “ bisik putra dan melangkah masuk ke dalam gedung.

Akhirnya pesta pernikahan bang Mario selesai sudah, kini jam menunjukkan jam 9 malam  waktunya untuk pulang kerumah, namun belum juga bisa bersantai karena harus dijalnjukan kembali acara di rumah.

Entah ini sudah mereka rencanakan atau tidak namun yang pasti itu berhasil membuatku menangis, malam itu aku ditinggal sendiri di gedung, semua keluarga telah lebih dulu pulang ke rumah untuk melanjutkan acara keluarga “ begitulah kata Ka Nia di telpon “.

Sepi, hanya tinggal pemain musik. Perlahan aku melangkah dengan terus sibuk mengetik sms di HP android putih yang ada di genggamanku.

Bruk…..aku menabrak seseorang dan HP yang tadi di genggamanku kini telah berada di atas rumput yang kotor itu.

Dengan cepat aku mengambilnya dengan tanpa lebih dulu meminta maaf pada orang yang aku tabrak tadi.

Ada apa sih serius banget dari tadi ? sampe-sampe nggak ngelihat jalan “ tegur seseorang “.

Putra ? “ seruku mengangkat kepala “.

Kamu ngapain masih disini ? “ tanyaku bingung “

Kamu sendiri ngapain masih disini aja ? “ Tanya putra balik “.

Aku ditinggal sendiri karena nggak muat tadi di mobil.

Oh…

Kamu sendiri ngapan ? “ tanyaku kedua kalinya “

Aku nungguin kamu ?

Kok bisa ?

Siapa yang suruh ?

Yah bisa lah…

Aku sendiri yang mau nungguin kamu.

Syukur deh kamu ada, tapi ngomong-ngomong nggakk ngerepotin kamu nih ?

Ya nggak lah…

Oh ia tadi kan kamu janji mau ceerita sama aku ?

Ia, aku masih ingat, ayo naik ke mobil, nanti di jalan akan aku ceritakan semuanya .

Kamu pake mobil siapa ?

Mobil pinjaman, udah ah kamu kepo…

Cerita dong sekarang “ pintaku setengah memaksa “

Sebenarnya sih aku belum menikah dan tidak akan mungkin menikah jug asana Siska, karna aku kan tidak suka sama dia. Karna hati ku sudah dibawa pergi sama cewek yang egois dan tidak pernah di kembalikan lagi.

Tapi kenapa kak Feli bilang kalau kamu udah nikah ?

Itu Cuma salah satu caraku untuk mendekati mu lagi, aku ingin tau reaksi kamu kalau aku menikah, dan ternyata kamu nggak rela yah kalau aku menikah.

Siapa yang ngomong, ihhh… kamu ge ..er..

Benaran kamu mau aku menikah ? “ Tanya Putra melirik mesra kea rah ku .

Aku nggak rela lah, kalau kamu sama orang lain …

Terus kamu relanya aq menikah sama siapa ? “ Tanya putra pura-pura tidak tau …

Menikah sama aku “ jawabku memalingkan wajah ke luar kaca mobil “

Serus kamu mau menikah sama aku ?

Serius dong, kamu tau nggak sih kalau aku itu selama ini kangen sama kamu.

Aku tau “ jawab putra cuek “

Tau dari siapa ?

Tau dari bang Gugun , karena aku juga sering menanyakan kabarmu dari nya.

Serius ??????????? “ Tanya ku tak percaya “

Kamu mau nggak menikah sama aku ? “ Tanya putra tanpa basa-basi”

Mau lah…

Kapan ???

Bulan depan  “ jawabku bercanda “

Serius kamu sudah siap bulan depan ?

Kamu serius ? untuk pernikahan itu tidak sedikit loh biayanya …

Aku tau itu, dan aku sudah siap untuk itu, sekarang tinggal kesiapan kamu aja…

Tapi kenapa kamu mau nikah sama aku ? bukankah kamu bilang kalau aku orang yang sangat egois ?

Ia sih kamu memang egois tapi aku telah jatuh cinta sama kamu sejak pertama melihat mu dan tidak akan pernah berubah sampai hingga akhir hayatku, aku sudah janji itu dalam hatiku semenjak perpisahan kita 3 tahun lalu. aku telah mencoba untuk melupakanmu dengan berpaling kelain hati, amun itu tidak pernah berhasil. Hingga semua keluarga menyarankan ku untuk focus pada pekerjaan dan usaha yang aku bangun sembari berharap kamu tidak akan menikahh sampai aku sukses, dan Puji Tuhan doaku di jawab. Buktinya sekarang kamu belum menikah, memang sih aku belum sukses banget tapi untuk tempat tinggal kita dan kendaraan yang kita akan pakai nanti telah bisa aku sediakan.

Kamu serius ??? so sweet…. Seruku menanggapi dengan memeluknya erat dengan penuh cinta…

Cie…cie…cie…yang CLBK “ ledek semua keluarga begitu melihat kami muncul di pintu “

Aku hanya tersipu malau dengan wajah yang memerah…

Kapan nih kita tentukan tanggal “ celetuk kak Keke dari dapur “

Putra …tanya kak Nia menyadarkan kami berdua yang sedari tadi saling berpandangan…

i..i..ia ka, “ jawab putra terbata-bata…

kapan kita tentukan tanggal “ Tanya kak Keke memastikan “

tanggal 23 Februari aja ka, sesuai tanggal uang tahun kita ka…

emang kamu ulang tahun tanggal 23 juga ? itu kan ulang tahun si Sipudan …

kita lahir di tanggal yang sama ka…

wah bagus banget tuh, seru kak Keke…

***

Dengan persiapan yang matang, acara pernikahan kita pun berlangsung sangat bahagia, kini aku dan Putra telah resmi menjadi suami istri.

Dan dengan waktu yang berselang tidak begitu lama, kami di karuniakan seorang baby yang sangat imut dan lucu juga cantik…

Dengan seijin Tuhan kami di percayakan materi yyang berkecukupan lewat bisnis sepatu Putra sehingga  kami bisa mewujudkan mimpi  jalan-jalan ke holy land bersama mama dan papa ku juga papa dan mama nya Putra dan juga Cecil anak kami yang cantik…

Terkadang cinta memilih jalan panjang untuk menguji kemurnian cinta itu, namun yang pasti Tuhan tidak pernah menjodohkan anaknya dengan orang yang salah…

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s