Pacar Pilihan

20150315_124738Aku terlahir sebagai satu-satunya anak perempuan ditengah-tengah sebuah keluarga yang bukan hanya kaya dengan harta tapi juga sangat kaya akan cinta, kasih sayang dan ketulusan dengan lima saudara laki-laki yang biasa aku panggil abang,

Abang yang paling sulung namanya Kiki, orangnya sangat disiplin, tegas dan bertanggung jawab dan tidak ada seorang pun dari antara kami adek-adeknya yang berani melawan ataupun menyangkal perkataannya, dan dia juga salah satu founder dari perusahaan yang di bangunnya dengan sahabatnya. dan aku sangat bersyukur untuk itu.

Bang Andre adalah abang  kedua yang memiliki perusahaan sendiri dibidang animasi dan multimedia sesuai cita-citanya sebagai animator, dia juga tidak kalah disiplinnya dari bang Kiki, terbukti dari semua karyawannya yang takut kepada nya, semua karyawannya tidak boleh ada yang malas-malasan dalam hal bekerja.

Dan abang yang ketiga adalah bang Fandy, abang yang paling ganteng dari yang lainnya, kulit putih dan senyum yang menawan. Dia adalah orang yang paling dekat dengankku di rumah, teman curhat dan teman hangout. Kita memiliki hobby yang sama yaitu baca buku dan balapan. Dia sekarang menjabat sebagai Manager disalah satu perusahaan otomotif sekaligus merangkap sebagai dosen di kampus ku.

Sedangkan abang yang keempat adalah bang Henry, dia orang yang cuek dari yang lainnya namun over protective. Yah wajar sih dia over protective karena aku adalah tuan putri mereka, begitu lah bang Henry memanggilku. Bang Henry berprofesi sebagai dokter bedah di  Rumah sakitnya Om Tio calon mertuanya.

Dan abang yang paling  terakhir adalah bang Fero, orang yang sangat perduli dengan penampilan sekaligus fashion stylish tuan putri mereka. Hmmmm bagaimana tidak, aq hanya berhak memilih pakaian yang aku pakai dirumah, selainnya ditentukan oleh bang Fero, baik itu ke kampus, pesta atau yang lainnya. Bang Fero  memiliki sebuah butik yang sangat terkenal di antara kalangan artis dan bang Fero juga adalah fashion stylish nya beberapa artis terkenal di Indonesia. Desainnya yang memukau membuatnya di percaya banyak orang. Pada awalnya sedikit risih sih memang, tapi lama kelamaan jadi terbiasa karena bang Fero kerap kali mengajakku bergabung ketika ada acara fashion show sekedar memperkenalkan dunianya kepadaku.

Tapi walaupun semua punya kesibukan yang sangat padat, mereka tetap memperhatikanku.

Semuanya sekarang telah mandiri, memiliki usaha sendiri namun tak satupun yang menjadi penerus papa dari antara mereka di bidang kontruksi.

Pada awalnya sih papa tidak mengijinkanku mengambil jurusan interior desain, fakultas teknik sipil dan arsitektur, papa kwatir kalau aku akan terlalu capek nantinya, papa menginginkanku masuk fakultas kedokteran seperti bang Henry. Namun setelah papa melihat bakat yang terpendam dalam diriku dan terbukti juga atas desain-desain yang iseng-iseng aku gambar sejak duduk di bangku SMP akhirnya papa menyetujuinya, dan akhirnya papa juga mengiyakan ku untuk ikut bergabung di perusahaan papa sebagai interior desain setelah semua abang-abang ku juga ikut membujuk papa.

Papa pada awalnya kokoh dengan pendiriannya bahwa aku hanya focus saja di bangku kuliah, namun berkat bantuan dari semua abang-abang ku yang ganteng dan bujukan dari mama, akhirnya papa luluh juga dan membiarkanku ambil bagian.

Namun walaupun papa telah mengijinkan ku bergabung, tapi papa  tetap tidak tega dan menyuruh karyawannya untuk tidak memberikan pekerjaan kepadaku. Itu membuatku begitu marah dan sangat kecewa, hingga pada saat malam itu tiba yaitu malam ulang tahunku. Seperti biasa bagi siapapun yang berulang tahun maka dia berhak memilih sendiri kado yang di harapkannya dan itu selalu kami lakukan setiap tahun.

Wah kesempatan bagus nih, meminta papa supaya mengijinkanku seratus persen bergabung dan mempercayaiku dalam satu proyek “ bisikku dalam hati “.

Diulang tahun ku yang ke 20 ini, aq hanya meminta 2 hal dari semuanya yaitu kamera DSLR yang selama ini aku impikan dan menginginkan sebidang tanah yang strategis untuk aku membangun sebuah  kafe  yang aku impikan yang belum pernah ada di Jakarta ini, aku ingin mendesain nya sendiri “ itu lah permintaanku dan mau tidak mau semua mengabulkannya karena itu adalah sebuah janji bahwasanya apapun yang menjadi permintaan yang berulang tahun harus di kabulkan “.

Rupanya papa berubah pikiran lagi setelah malam itu…

Putri….anak papa yang cantik….papa boleh memberikan saran tidak “ seru papa dengan wajah kasihan “

Tentu boleh dong papa, putri kan anak papa, “ jawabku melebur kepelukan papa “ pelukan terhangat dan ternyaman di dunia, cinta pertamaku, pahlawanku, guruku, dan sahabatku.

Jangan bergabung di perusahaann papa yah nak, takutnya nanti karyawan papa jadi terganggu kinerjanya “ bujuk papa setengah memohon “

Tapi kan papa sudah setuju waktu itu, kok sekarang berubah lagi ?

Setelah papa pikir-pikir sih, kan putri katanya mau bangun cafe di tanah yang papa berikan, gimana kalau Putri sekalian membuatkan kantor desain disana seperti keinginan Putri kan itu lebih baik.

Ok baiklah papa, tapi papa yang urus semua ijin dan perlengkapannya yah pa …

Beres tuan Putri, akan ayah lakukan. Nanti akan ayah suruh karyawan papa untuk membereskan semuanya.

Kehadiran ku merupakan penyempurna  kebahagiaan  dikeluargaku, sekaligus pembawa kecemasan di keluargaku, bagaimana tidak mereka harus menjagaku dari semua gangguan yang mungkin terjadi seperti yang telah marak di siarkan di berita-berita sehingga abang-abang ku yang ganteng dan pintar dan tentu sangat baik itu memperlakukanku bak putri, tak sedetik pun mereka membiarkanku tanpa perhatian dan cinta.

Saking perhatian dan cinta nya, abang-abang ku sering menuai kritik dari pacar mereka masing-masing namun tak sedikitpun mereka menghiraukannya karena tidak ada yang lebih penting dari tuan putri mereka sediri.

Mereka telah mengabulkan semua permintaanku, dan sekarang aku memiliki café yang benar-benar sesuai keinginanku tapi kecemasan baru muncul lagi di pikiran abang – abangku.

Pa…gimana yah caranya biar bisa tetap menjaga putri “ Tanya bang kiki…”

Emang kenapa nak ? kan putri sekarang sudah besar, terbukti sekarang dia juga sudah memiliki bisnis sendiri sama seperti kalian semua .

Ia sih pa, tapi Kiki kwatir kalau-kalau cowok memanfaatkannya nanti.

Ia juga sih yah nak, gimana caranya yah ???

Tapi begini aja, kita biarkan Putri membuktikan terlebih dahulu, kalau memang pilihannya salah maka kita harus turun tangan sendiri, gimana nak ?

Ok pa….” jawab bang Kiki dengan masih menyimpan kecemasan di wajahnya “.

****

Kata kasar dan suara keras adalah dua hal yang tidak pernah terdengar dirumah kami, dan itu tidak akan pernah terdengar sampai kapan pun.

Rupanya perlakuan mereka yang selalu  memanjakanku membuat sifat ku sedikit cengeng, terbukti saat ketika seorang dosen muda itu membentakku.

Air mata ku mengalir begitu deras saat itu juga, padahal sebenarnya niatnya baik, hanya saja suaranya yang sedikit keras.

Namun yang membuat mereka marah besar adalah ketika aq di bentak-bentak sama Roy pacar ku sendiri. Laki-laki yang baru 3 bulan ini memadu kasih denganku.

Hari itu tepat hari minggu dimana seperti biasa kami kumpul bareng dirumah dan bercanda bersama karena hanya hari minggu lah kami semua bisa berkumpul dikarenakan kesibukan masing-masing dan rencanya Roy akan ikut bergabung bersama kami dirumah sekaligus perkenalan pertamanya dengan keluarga besarku karena sabtu malam itu kami telah lebih dulu berkenalan dengan keluarga besar Roy yang memang kebetulan lagi kumpul di rumah nya. Dan mereka menerima ku dengan sangat baik.

Namun bukan kebahagiaan yang aku dapatkan tapi kekecewaan, Roy menghancurkan semuanya  bahkan saat semua baru akan dimulai.

Siang itu sepulang dari gereja, handphone ku berbunyi dan ternyata itu adalah Roy. Tanpa basa-basi Roy menyuruhku menjemputnya kerumahnya karena motornya sedang di pakai oleh abangnya untuk mengantarkan istrinya ke pasar namun aku tidak menuruti keinginannya dan menyuruhnya untuk naik angkot aja. Tapi Roy malah membentakku dengan suara keras hingga kami beradu mulut di telepon.

Rupanya sedari tadi bang Andre memperhatikanku, membuatku tidak bisa menolak saat dia meminta handphone itu dari tanganku.

Wah gawat nih….” Bisikku dalam hati dan meninggalkan bang Andre “

Kalau boleh tau ini siapa yah “ Tanya bang Andre pelan “

Ini pacarnya Putri, tolong suruh putri untuk menjemput saya kerumah “ perintah Roy dengan suara keras “.

Hei siapa loe berani-berani nya nyuruh-nyuruh putri, kita yang abangnya aja tidak pernah sekalipun bentak atapun marah sama putri “ protes bang Andre mulai marah “.

Rupanya Roy sangat kaget begitu bang Andre mengaku abang dan Roy mematikan HP nya spontan.

Namun tak berselang lama, Roy menelepon kembali, tapi bang Andre melarangku menganggat nya.

Putri…mulai dari sekarang jangan berhubungan lagi dengan namanya Roy itu.

Kenapa emang bang ?

Seenaknya saja dia nyuruh-nyuruh kamu…

Yah kan memang motornya lagi di pake abangnya jadi dia tidak ada kendaraan mau dating kesini.

Memangnya dia nggak punya kaki ? dia nggak punya otak ? “ seru bang Andre dengan wajah kesal dan marah “. Baru kali ini aku melihatnya semarah ini.

Ada apa dek Tanya bang Kiki ke bang Andre…

Pacarnya si adek tuh bang…nggak jelas banget, masa dia berani nyuruh putri  menjemputnya di rumahnya ? dia laki-laki apa bukan sih ?

Wah nggak bisa dibiarin nih, Roy harus di kasih pelajaran biar dia tau rasa dengan siapa dia berurusan “ seru bang Kiki ikut marah “.

Sungguh hari yang menyebalkan hari ini, semua rencana gagal hari ini dan itu semua gara-gara Roy.

Roy…kamu puas menghancurkan semuanya ???? “ gumamku dalam hati “.

Sejak saat itu lah semua abang-abangku tak mengijinkanku untuk pacaran dengan Roy bahkan bertemu dengan Roy sekalipun sudah tidak bisa lagi. Namun aku tetap ngotot membujuk Abang-abangku untuk memaafkan Roy namun hasilnya tetap nihil.

Jangan sampai ayah dan ibu tau hal ini “ perintah bang kiki ke semua adek-adek nya “.

Baik bang “ seru bang Andre setuju “.

Mau tidak mau, akupun harus setuju semua perintah bang Kiki karena aku tau semua ini mereka lakukan karena rasa sayang mereka terhadapku sehingga mereka tidak pernah rela adik mereka satu-satunya di perlakukan orang dengan kasar.

***

Kamu adalah cewek yang paling bodoh yang pernah aku kenal “ sahut Roy menatapku tajam “.

Kenapa begitu ? emang aq salah apa ? “ tanyaku bingung “

Kamu dengan suka rela membantuku untuk melupakan mu, apa itu tidak bodoh namanya ?

Oh soal itu, aq harus melakukannya karena kita tidak akan mungkin untuk bersatu, aq hanya ingin meninggalkanmu dalam kedaan baik.

Sudah tidak adakah kesempatan kedua itu untukku ? aq berjanji  akan memperbaiki kesalahan yang pernah aku lakukan, dan aku siap sekalipun harus sujud di hadapan semua keluargamu untuk minta maaf.

Kalau kamu menanyakan itu sama aq, tentu  aku akan memberikan kesempatan itu karena aku sayang sama kamu. Tapi ini bukan lagi urusan kita berdua tapi ini sudah mencakup keluarga besar ku, kamu yang telah menorehkan luka itu hati semua keluargaku, semua ini akibat dari ulah mu sendiri dan aku tidak bisa membujuk mereka untuk itu sekalipun atas nama cinta. Kamu harus terima kenyataan.

Tapi itu ketidak sengajaan waktu itu, sungguh itu di luar kendali ku dan kamu sendiri sudah mngetahui alasannya dan aku telah menyadarinya.

Semuanya sudah terlanjur sekarang, kamu sudah tau bahwa keluargaku paling benci dengan orang yang kasar, emosian dan temperamen tapi kenapa kamu masih melakukannya ?

Kamu sudah tau kalau semua abang-abangku menjagaku dengan sangat ketat supaya tidak jatuh ke tangan orang yang salah, mereka menginginkanku mendapatkan laki-laki seperti mereka yang dapat menerimaku apa adanya dan memperlakukanku dengan sangat baik dan penuh cinta. Dan mereka akan tetap mengawasiku sampai aku menemukan laki-laki seperti yang mereka harapkan.

Aq minta maaf Putri, aq mohon maafkan aku “ pinta Roy setengah  memohon “.

Aku sudah  memaafkanmu, tapi kita tetap tidak akan pernah bisa kembai bersama lagi.

Apa itu keputusan terakhirmu ?

Yup, aku tak ingin menyakiti hati keluargaku hanya karena mu.

Sampai kapan pun aku akan menunggu mu untuk kembali bersama ku.

Aq tidak ingin kamu menungguku, karena itu adalah hal yang tidak akan pernah terjadi. Kamu telah menghancurkan semuanya.

Selamat tinggal Roy “ seruku berlalu pergi meninggalkan Roy sendirian di taman itu “ sungguh aku tidak tega melihatnya menangis namun aku harus melakukannya demi kebaikanku sendiri dan keluargaku.

***

Hei bro, tumben loe diam begitu, nggak biasanya “ seru Pedro memasuki ruangan bang Kiki “.

Nggak ada apa-apa bro “ jawab bang kiki berusaha menutupi keresahan yang menumpuk di hatinya”.

Jangan bohong bro, kita ini ini kan sudah sahabatan sejak kita SMP, jadi aku kenal betul siapa loe..

Nggak tau nih bro, ini tentang adek gue Putri “ jawab bang Kiki menyenderkan tubuhnya di kursi empuk itu “.

Emang nya ada apa dengan adek loe ? apa dia sakit ? atau ada masalah dengan kuliahnya ? “ tanya pedro menghujani bang Kiki dengan pertanyaan “.

Bukan itu sih, tapi ini tentang pacar adek gue namanya Roy, orangnya sangat kasar dan temperamen dan gue sangat kwatir soal itu.

Kok bisa sih ? kenal dimana adek loe dengan orang seperti itu ?

Nggak tau lah bro, mungkin ini karena kesibukan gue akhir-akhir ini sehingga lupa mengawasinya.

Ya elah bro, ini bukan salah loe juga kali.

Gue sih sudah melarang cowok itu ketemu sama Putri dan gue juga sudah melarang adek gue untuk berhubungan dengannya.

Berarti sudah beres dong urusannya kalau begitu bro…

Tidak segampang itu bro, gue takut kalau-kalau mereka masih suka ketemu tanpa sepengetahuan gue, loe tau sendiri kan kita lagi sibuk akhir-akhir ini.

Terus bagaimana cara mengatasinya bro ?

Loe mau bantuin gue nggak ? “ Tanya bang Kiki setengah memohon “.

Bantuin cari bodyguard maksud loe ?

Yah bukan lah Pedro..

Terus bantuin gimana maksudnya ?

Loe pacaran sama adek gue…

Loe gila bro, apa nggak aada cara yang lebih gampang ?

Nggak ada cara lain bro, aku harus bisa memastikan adek gue berada di tengan yang benar.

Sorry bro kalau soal itu gue nggak ikutan, ini masalah hati bro, belum tentu adek loe mau sama gue.

Emangnya loe mau sama adek gue ?

Ya mau lah, siapa sih yang berani nolak Putri, cewek cantik yang lemah lembut, baik hati, pintar seperti abangnya.

Adek siapa dulu dong, Kiki…” seru bang Kiki bangga “

Gimana loe mau bantuin gue nggak ? “Tanya bang Kiki memastikan “

Ok, tapi bagaimana caranya, gue kan belum pernah ketemu langsung dengan adek loe ?

Gue akan atur semuanya

“ hari sabtu, loe dating kerumah gue pura-pura mau ketemu sama gue terus loe bilang kalau loe akan nungguin gue sampai gue bangun, karena setiap hari sabtu Putri libur kuliah  dan biasanya dia bangun cepat dan baca buku di taman belakang. Tapi gue akan sengaja bangun jam 10 pagi  karena jam 12 gue janji akan nonton bareng sama putri yah walaupun sebenarnya gue nggak suka nonton tapi demi meluangkan waktu bersama putri itu tidak jadi masalah lah, jadi loe harus sudah sampai jam 8 pagi di rumah gue karena loe juga akan ikut nanti nonton bareng kita dan sehabis itu jam 6 sore kita akan main badminton di gor olah raga milik keluarga gue karena ini request dari Putri, setelah itu kita makan bareng deh di café nya Putri“

Beres bos…”seru pedro”

Tapi loe serius bro putri punya café sendiri ?

Ya seriuslah, putri yang mendesainnya sendiri di bantu dengan kontraktor perusahaan papa gue.

Waw…adek loe hebat banget bro, masih kuliah tapi sudah punya bisnis sendiri dan tidak manja lagi walaupun semua abang-abangnya memperlakukannya bak putri raja.

Gue yang abangnya juga heran, kok bisa cewek setangguh dia ? mungkin karena dia dikelilingi cowok-cowok dirumah selalu.

Bisa jadi “ seru Pedro menanggapi …”

***

Bang Kiki adalah salah satu pemilik saham terbesar di perusahaan yang mereka bangun bersama Pedro teman SMP nya sejak sepuluh tahun silam.

Persahabatan mereka dimulai sejak pertemuan pertama mereka di Asrama salah satu sekolah katolik di Jakarta. Saat itu ayah memasukkan bang Kiki ke sekolah itu guna menjaga bang Kiki dari pergaulan bebas kaum muda masa kini, ayah berpikir kalau sekolah ini akan mampu membangun kerohanian bang Kiki dengan dasar yang kuat, dan itu terbukti.

Sebagai seorang anak panggoaran alias anak paling besar, bang Kiki adalah orang yang bertanggung jawab, tegas, disiplin dan baik hati.

Putri…besok teman bang Kiki akan dating kerumah, jadi klo abang belum bangun suruh tunggu aja yah sampai abang bangun sendiri ingat jangan di bangunin.

Baik abang ku yang ganteng “ jawabku mengiyakan dengan mendorong tubuhnya keluar kamar “. Tapi besok kita jadi nonton dan main badminton kan bang ?

Jadi dong dek, tenang aja…

Ingat teman abang jangan di cuekin, temanin ngobrol yah sampai abang bangun.

Ia abang jelek….

Keesokan harinya seperti yang di kasih tau bang Kiki tadi malam, temannya muncul bahkan sebelum jam 8.

Non Putri…ada teman den Kiki di depan, mau di suruh tunggu di teras atau di dalam non ? “ Tanya Bi Ijah…”

Suruh kesini aja yah bi…” jawabku tanpa menoleh…”

Shalom….permisi apa Kiki nya ada ? “ Tanya seorang laki-laki yang bertubuh tinggi atletis, kulit sawo matang, senyum manis dengan rambut sebahu, hmmmm…penampilannya semakin sempurna berkat denim biru dan kaus putih pas badan melekat di tubuhnya.

Hallo…non Putri….” Colek ka Pedro..”

Oh ia…sorry…sorry…ka “ jawab ku gugup…”

Kiki dimana non “ Tanya Pedro lagi memastikan “

Bang kiki masih tidur ka, tungguin aja yah soalnya tadi malam bang Kiki sudah pesan untuk tidak membangunkannya pagi ini…

Oh gitu yah…

Silahkan duduk ka, oh ya kakak mau serapan apa ?

Apa aja boleh lah…” jawabnya santai sembari duduk…”

Tunggu disini yah ka, biar aku ambilkan kedalam sebentar, ingat jangan kemana-mana “ perintahku memastikan supaya ka Pedro tetap menunggu karna aku takut kalau-kalau ka Pedro nggak betah menunggu lama.

Ok….

Tada….roti bakar dan kopi expresso nya dating…”teriakku meletakkan tatakan itu di meja …”

Kebetulan banget nih, ini makanan kesukaanku , terimakasih yah…” seru ka Pedro meraih gelas itu dari meja “

Oh ia ??? serius ???

Serius dong, oh ia tadi kok Putri yang mengambilkannya sih ? kana da bi Ijah, knapa nggak menyuruhnya saja ?

Oh itu, kalau pagi-pagi begini kan bi Ijah itu sangat sibuk jadi kasihan kalau harus disuruh lagi.

Wah selain cantik ternyata kamu baik juga yah ? lebih cantik dan lebih baik dari yang kiki ceritakan.

Emang bang Kiki cerita apa sama ka Pedro ?

Yah banyak lah, dia sangat bangga memiliki adek seperti kamu dan dia sangat sayang sama kamu.

Wah bang Kiki ternyata suka curhat juga yah ??? hehehehehe….

Dia hanya cerita tentang kamu seorang, hingga membuatku penasaran. Ternyata kamu lebih cantik dari cerita yang aku dengar.

Ka pedro bisa aja…” seru ku tersipu malu…”

By the way…kata Kiki kamu punya café sendiri yah sekarang ? boleh dong makan gratis disana…

Ih … ka Pedro…ganteng-ganteng tapi sukanya yang gratisan….” Ledekku…”

Kok gitu sih ? gue bayar deh klo begitu…

Hahahaha…sory aq bercanda ka, kalau ka Pedro mau nanti sore dating aja soalnya aq sama bang kiki akan mampir kesana setelah habis main badminton, kakak mau ikut ?

Serius nih boleh ikut ? apa aq nggak mengganggu acara kamu sama Kiki ?

Nggak dong ka, malah seru makin rame dan rencananya abang-abangku yang lain, papa dan mama rencananya juga akan ikut bergabung nanti.

Ok aku ikut deh…

Baiklah….aq pamit kedalam dulu yah ka, siap-siap untuk pergi soalnya bang Kiki sudah bangun.

Ok… terimakasih yah putri “ seru ka Pedro “.

Hei bro…udah lama loe nungguin ? “ Tanya bang Kiki begitu melihat ka Pedro “

Udah bro, eh…ternyata adek loe asik juga yah diajak ngobrol, cantik dan baik hati.

Hmmmm….. berarti selama ini kamu nggak percaya dari yang aku ceritakan ???

Percaya sih bro, tapi sungguh ini lebih dari yang loe ceritain.

Ya udah, gue siap-siap dulu yah biar kita berangkat, soalnya putri paling tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu kalau janjian.

Baiklah…

***

Akhirnya hari ini aku, ka pedro dan bang kiki jalan bareng. Lumayan menyenangkan jalan bersama cowok-cowok ganteng itu. Bang kiki menunda janjinya hari ini untuk jalan bareng pacarnya hanya untuk menemaniku nonton dan main badminton, dan aku sangat bersyukur dengan itu.

Bang…mampir ke gramedia dulu yo sebentar “ ajakku menarik tangan bang Kiki begitu melihat ada gramedia pas jalan pulang . “

Hadeh….adekku yang cantik ini paling tidak bias melihat took buku. Hmmmm took bukunya pindahin ke rumah aja lah “ seru bang Kiki “

Ide bagus tuh bang…”teriak ku kegirangan “.

Eh,…. Abang nggak serius yah, bukumu aja udah sekamar penuh. Mau diapain itu buku ?

Oh itu nanti aku pindahin ke café bang, jadi pelanggan yang dating bias baca sembari menunggu makanannya dating, biar nggak bosan gitu bang…

Terserah putri aja deh “ seru bang Kiki pasrah “

Sekarang lagi booming loe novel “ love at the first sight “ ceritanya bagus lagi…” seru ka Pedro menghampiriku dan menyodorkan novel itu ke tanganku “

Kok kakak tau ? emang ka Pedro suka baca ?

Suka dong, aku juga punya banyak koleksi buku di rumah, kalau mau Putri boleh meminjamnya.

Kalau pinjam sih aku nggak mau ka, tapi kalau dikasih aku nggak nolak, hehehehe…

Kalau begitu kamu ambil sendiri yah ke rumah.

Ok kakak, terimakasih yah…

Bang kiki ayo kita kekasir sekarang, bang Kiki yang bayarin yah…

Ok, mana bukunya ?

Ini…” jawabku menunjukkan setas penuh buku bacaan…”

Busettttt….banyak banget dek …kamu yakin ???

Yakiin dong bang, kan sudah 2 bulan aku nggak beli buku karena sibuk.

Baiklah kalau begitu “ jawab bang Kiki pasrah …”

Sekarang kita langsung ke Gor aja yah ka, udah nggak sabar nih mau olah raga.

Ia…ia….baik tuan Putri…”

Hari ini bang kiki sengaja nggak pakai supir supaya bebas jalan kemanapun yang aku mau.

Akhirnya olahraga badmintonnya selesai juga setelah 4 jam.

Huh…huh…huh….” Nafas bang kiki terdengar sangat jelas, sepertinya dia kecapean meladeni permaiinanku hari ini “

Bang Kiki ampun dek, capek banget. Tapi kamu kok nggak ada capek-capek nya sih ?

Makanya rajin olah raga ka supaya pernafasannya teratur dan badannya atletis, nggak seperti bang Kiki perutnya maju kedepan.

Tapi abang kan sibuk, jadi nggak sempat olah raga.

Hmmm…alas an aja nih bang Kiki, dirumah kan juga bias, percuma aja peralatan fitnesnya tuh di beli papa kalau nggak pernah di pakai.

Ia deh, besok…besok.. abang akan rajin olahraga…

Udah ah ayo ganti baju, papa sudah telpon tadi katanya mereka semua sudah sampai di café.

Waw…bagus dong ka, ayo….

Segar hari ini setelah olah raga….

Ka Pedro kok nggak ikutan tadi ? “ tanyaku begitu selesai mandi dan berganti pakaian “

Kan tadi sama Kiki mainnya, kalau Putri mau minggu depan kita boleh tanding.

Serius ka “ seru ku antusias”

Serius dong, ka Pedro juga jago tau…

Ok siapa takut…”jawabku menantangi “.

Rupanya papa dan mama dan semua abang-abang ku yang ganteng sudah menunggu di ruang khusus keluarga yang sengaja aku desain senyaman di rumah.

Putri ayah yang cantik…” seru papa menghampiriku sembari memeluk dan mencium ku dengan penuh cinta “.

Sama siapa bang ? ini pacar Putri “ Tanya papa begitu melihat kak Pedro “.

Nggak pa, ini ka Pedro teman bang Kiki.

Oh…kok Putri kenal ?

Tadi kan jalan bertiga pa…

Boleh juga tuh tampangnya “ bisik papa pelan …”

Ih papa bias aja….” Jawabku tersipu malu “

Pedro om, seru kak pedro memperkenalkan diri ke papa dan semua keluarga.

Gimana hari ini ? apa nak Pedro senang jalan sama anak-anak saya ?

Senang banget om……

Hmmm….baru pertama kali ini papa, mama dan abang-abang mampir ke café setelah resmi di buka…

Ibu bos café, apa nih yang menjadi menu andalan di café ini ? “ Tanya ayah setengah meledek “

Disini yang enak steak nya pa, papa mau ?

Samain aja deh semua pesanannya “ seru papa lagi mengiyakan “

Mbak Kati, tolong steak nya seperti biasa yah mbak , “ pintaku ke salah satu karyawan ku “

Ma, abang-abang, coba lihat putri kecil kita sekarang sudah jadi bos ‘ ledek papa lagi “

Hahahahahha……” ketawa seisi ruangan membuat pipiku merah “

Acaranya sempurna hari ini…

***

Non, bangun…ada tamu “ teriak bibi mengetuk pintu kamarku “ entah kenapa sabtu ini aku kesiangan bangunnya nggak seperti biasanya, mungkin karena terlalu capek mengurus café dan kuliah.

Siapa bi ? “ tanyaku tanpa membuaka pintu kamar “

Namanya Pedro non…

Ia bi, suruh tunggu di ruang tamu aja yah bi. Terimakasih… jawabku sembari bangun dari tempat tidur…

Selamat pagi tuan putri…” sapa ka Pedro …”

Pagi ka, ‘ jawabku masih sedikit mengantuk…bang Kiki nginap di rumah temannya jadi tidak ada disini.

Kan kita janjian kemaren mau badminton bareng dan main kerumah ku untuk ambil buku yang aku janjikan waktu itu loh Put…

Serius ????….oh my God… maaf ka, aq benar-benar lupa, tunggu sebentar disini ya ka biar aq mandi dulu “ pintaku beranjak meninggalkan ka Pedro di ruang tamu “.

Beberapa menit kemudian……

Ayo ka berangkat…” ajakku bersemangat dengan mengenakan pakaian olah raga berikut sepatunya dan tak lupa juga bawa baju ganti, kan nggak lucu kalau habbis olah raga nggak ganti baju, hmmmm apa kata dunia ???? bias-bisa nanti ka Pedro nanti ilfill sama gue … tapi apa perduli gue soal itu ya ? ka Pedro kan bukan siapa-siapa ku ? pacar juga bukan, hmmm apa aku suka sama dia ??? dia memang ganteng sih ??? tapi yah sudah lah, seperti yang selalu dikatakan bang Fero, bahwa harus selalu tampil keren di semua situasi…ok fix Cuma itu, minimalnya untuk saat ini, tapi nggak tau pasti kalau benaran jatuh cinta sama ka Pedro.

Ayo…sahut ka Pedro melalngkah kuluar pagar rumah, tempat dimana ka Pedro memarkirkan mobilnya.

Ternyata ka Pedro jago juga main badmintonnya, bahkan lebih hebat dari bang Kiki, tapi tetap belum bias mengimbangi ku “ sedikit sombong..hehehehe…”

Gimana, hari ini jadi kerumah ku tidak ? “ Tanya ka Pedro begitu selesai ganti baju “

Jadi dong ka, dan rencananya buku nya mau langsung saya bawa ke café mala mini.

Ok baguslah, kebetulan mama dan papaku juga ada dirumah hari ini…

Oh ia ?

Yup… ayo masuk “ ajak ka Pedro begitu selesai memarkir mobilnya di garasi rumah putih nan megah itu.

Mama…papa….teriak kak Pedro begitu masuk kedalam rumah…

Anak kesayangan mama udah pulang ? kamu sama siapa saying ? ini pacar kamu ? kok nggak pernah dikenalin sama mama ?

Ini bukan pacar Pedro ma, ini adeknya Kiki…

Oh kiki teman bisnis kamu yang sering kesini itu ?

Ia ma…

Wah cantik yah…

Ma aku Cuma sebentar aja nih mampir ambil koleksi buku Pedro yang sudah selesai di baca…

Buat apa nak ? mau disumbangin kemana ?

Putri mau buku itu, yah dari pada nggak kepake disini kan lebih baik di taruh di café nya Putri, jadi orang-orang bias membacanya.

Emangnya putri punya café ? bukannya putri masih kuliah ? hebat yah nak, yang begitu tuh istri idaman “ bisik mamanya Pedro. “

Tapi Putri itu masih kecil ma, dia itu masih kuliah, nggak mungkin lah dia mau sama Pedro.

Kan nggak ada salahnya mencoba nak…

Put…ayo berangkat “ ajak ka Pdro dengan sekardus buku di genggaman kedua tangannya…

Om…tante…Putri pamit yah……” pintaku pamit dengan sopan…

Ia nak, hati-hati dijalan yah “ sahut papa dan mamanya kak Pedro “

Ternyata papa dan mamanya ka Pedro itu asik juga yah “ pujiku begitu masuk ke dalam mobil “.

Ia dong, nggak kalah asik kan sama anaknya…” lirik Pedro menggoda “

Ih….. ge..er….

Berapa semua nih harga bukunya “ tanyaku begitu sampai di café “

Aku akan kasih gratis kalau putri mau menyanyikan satu lagu untukku di panggung itu …

Apa nggak ada syarat yang lebih gampang ?

Itu sangat gampang loh…soalnya dengar-dengar suara Putri katanya bagus…

Kata siapa ?

Kata siapa lagi kalau bukan abang mu Kiki…

Awas yah… bang Kiki rese….” Protesku dalam hati…”

Ok baiklah, tapi kalau kak Pedro juga ikutan nyanyi barenga sama aku…

Ok…siapa takut

***

Sepertinya rasa nyaman yang aku rasakan semakin bertumbuh menjadi benih-benih cinta, deg-deg an setiap ketemu kak Pedro “ gawat nih bisikku dalam hati “.

Woiiii……” teriak bang Fandy mengagetkanku yang sedari tadi menatap langit biru di sore hari yang indah itu “

Selamat sore abang ku yang ganteng “ sapaku mencoba menyembunyikan apa yang aku rasakan namun bang Fandy selalu berhasil menemukan apapun yang sedang aku pikirkan, dengan sedikit terpaksa akhirnya bang Fandy berhasil membujukku untuk cerita dengan sogokan makan ice cream. Kalau menurutku sih itu terlihat agak sedikit kekanank-kanakan mengingat umurku yang menginjak dewasa sekarang namun ice cream kesukaan kita berdua mampu membuka gembok rahasia itu dari hatiku.

Pasti lagi mikirin bang Pedro yah ???

Bang Fandy sok tau…

Bukanny sok tau sih tapi memang jelas di jidatnya tertulis nama Pedro, hahahahaha……

Tuh kan ngeledek lagi……” rengekku beranjak meninggalkannya….”

Sorry tuan putri yang cantik, abang udah tau kok bahkan sebelum Putri cerita “

Ia neh, gimana yah bang, tapi umurnya jauh banget bedanya, 10 tahun…..

Umur sih nggak masalah Put, yang penting kamu merasa nyaman bersamanya, kamu di perlakukan baik olehnya, dan dia mencintaimu dengan tulus, itu yang lebih penting.

Tapi kan nggak mungkin dia mau nungguin gue sampe lulus kulia, nanti malah ketuaan, gimana dong ?

Kan nikahnya nggak harus nunggu wisuda ?  banyak kok orang yang sudah ibu-ibu masih tetap kuliah. Nggak ada salahnya kan dek, apalagi coba yang kamu tunggu ? keburu diambil orang loh Pedro nya, kamu nggak mau kan ketemu orang sepeerti mantan kamu itu.

Nggak mau dong bang, tapi kira-kira ka Pedro suka sama aku nggak yah ?

Seperti yang abang lihat sih dari cara memandang Putri, cara memperlakukan Putri, dia itu jatuh cinta sama Putri tapi lebih jelasnya Tanya bang Kiki aja biar lebih jelas kan dia temannya.

Malu ah…..

***

Pagi bro…..tumben pagi-pagi sudah dating “ sapa bang Kiki menghampiri ke ruang kerja ka Pedro “.

Ia neh bro, sepertinya akhir-akhir ini semangatku meluap-luap.

Wah…tanda-tanda nya orang lagi kasmaran tuh…. Cie…cie…cie…siapa sih ?

Hmm….kasiih tau nggak yah ???

Kok kamu jadi ikutan alay begitu sih…udah ah, gue tinggal aja.

Sorry bro, loe langsung marah aja, gue jatuh cinta sama adek loe…

Apa ? serius ? sejak kapan ?

Sejak pertama ketemu Putri pagi itu di rumah loe…

Waw…that’s great, kita berhasil bro…tapi ingat, loe nggak boleh nyakitin adek gue sedikit pun, kalau sampai itu terjadi, kamu tau kan akibatnya ?

Ia gue tau, tapi cinta gue kali ini parah bro, rasanya aku ingin menikah saat ini juga, aq ingin menjadikan putri menjadi istri gue, ternyata dia gadis yang selama ini aku cari-cari.

Hahahahahha………secepat itu ?

Yah ini kan udah hamper 6 bulan bro, dan aku tak ingin pacaran dengannya karena itu hanya menambah dosa saja, nggak mungkin kan secantik itu gue diamin begitu aja tanpa di peluk dan dicium bahakan lebih dari situ. Aku ingin langsung menikahinya.

Loe serius ? benaran ? “ Tanya bang Kiki memastikan…

Seriuslah bro…

Tapi loe harus ingat, putri itu satu-satunya adek gue, sudah satu keharusan memperlakukannya istimewa.

Ia aku tau itu bro, tapi gimana cara melamarnya bro ?

Gue ada ide nih, berhubung Putri suka sama orang yang romantic dan surprise gimana kalau café Putri kita sewa untuk acara lamaran ? cukup hanya keluarga kita aja ? gimana menurut loe ?

Gue sih ok aja bro, tapi loe yakin Putri  mau sama gue ? kalau gue ditolak gimana dong ? kan malu ? terus kalau dia mau menerima lamaran gue, apa loe mau dilangkahin ?

Sebenarnya itu janji yang selama ini gue pendam, dan bukan Cuma gue aja, tapi juga adek-adek gue yang lain, gue janji sama diri gue sendiri sejak kejadiannya dengan Roy bahwa gue tidak akan menikah sebelum Putri menikah dan memastikannya bersanding dengan orang yang tepat, dan sekaranglah waktunya. Setelah loe, gue akan secepatnya menyusul….

Tapi kapan waktunya kita melaksanakan lamarannya ?

Gimana kalau malam minggu aja ?

Setuju, pokoknya loe yang atur semuanya yah bro, loe kan lebih tau selera Putri, nggak usah kwatir bro soal biaya.

Ok bro…

Malam minggu itu seperti biasanya aku bersiap-siap untuk pergi ke café tapi bang Andre mencegatku di pintu.

Eits tuan putri mau kemana ?

Mau ke café dong bang, ada apa sih nggak biasanya seperti ini ? “ tanyaku penasaran “

Eits…tuan putri yakin ke café pake baju begituan ? “ Tanya Bang Fero menatapku dari atas ke bawah “ gawat hari ini kan gue nggak pake baju yang telah di siapkan sama bang Fero, bisikku dalam hati..”

Emang kenapa bang ? “ tanyaku pura-pura takk bersalah “

Kan di café Putri ada acara lamaran nanti malam jam 8, mas abos nya nggak dandan rapih sih ?

Tapi kan bukan Putri yang lamaran…

Ia sih, tapi nggak ada salahnya kan, pokoknya Putri harus ikut kata-kata bang Fero, sekarang Putri duduk anteng disini bang Fero akan mendandani. Kita semua juga kan akan dating kesana.

Kok bias ? emang siapa yang lamaran sih ?

Emang putri nggak tau ? “ Tanya bang Andre mendekat…”

Nggak … “ jawabku singkat “

Pedro kan lamaran hari ini ?

Apa ? serius ? “ tanyaku dengan nada suara keras dan kaget .

Makanya Putri harus lihat nanti bang Pedro lamaran, pasti bang Pedro ganteng banget deh..” seru bang Fandy membuatku semakin galau…”

Kini bang Fero mendandani ku dengan sangat cantik, dibalut dengan gaun Hijau toska, mahkota putih, dan sepatu senada dengan gaun, sepertinya ini telah di persiapkan bang Fedro dengan sangat baik karena ini pertama kali aku melihat gaun ini, hmmmm sungguh cantik…”pujiku begitu melihat ke kaca “.

Waw…cantik banget…adek kecil kita telah dewasa sekarang “ puji bang Kiki begitu sampai di depan pintu dengan mengenakan jas abu-abu, dan celana senada disertai dengan kemeja putih membuatnya semakin rupawan.

Ka Pedro yang lamaran, tapi kenapa kita yang heboh berdandan seperti ini ? “ tanyaku dengan wajah bingung…”

Udah ah pada siap-siap masuk ke molbil …nggak usah bingung, bang Kiki dating kesini untuk menjemput kalian semua. Takut telat nanti, acaranya akan di mulai setengah jam lagi…”

Akhirnya setelah 30 menit, kita semua nyampe di café tempat lamaran ka Pedro akan dilaksanakan yaitu café gu sendiri. Huffff apa nggak ada café lain ??? ini mah sama aja namanya bunuh diri ? apa ia aku bias iklas melihatnya bertunangan dengan gadis lain ? “gumammu dalam hati “

Tapi sungguh ini tidak pernah terpikirkan olehku, pikiran negative yang sedari tadi memerangi ku tak terbukti sedikit pun, kini semuanya berbalik 180 derajat, tak kusangka ka Pedro merencanakan semua ini hanya untukku, ternyata rasa ini tidak bertepuk sebelah tangan “.

Sepertinya ada yang tak berkedip nih menatap tuan putri ? “ bisik ka Fandy, melangkah bersama ku memasuki café “. Yah memang aku juga menyadarinya bahwa kak Pedro menatapku tanpa berkedip begitu kami muncul di depan pintu.

Kamu cantik banget “ bisik Pedro mesra di telingaku dan menggenggam tanganku…“

Gue pinjam adek nya yah bro-bro…” pint aka Pedro meminta ijin membaawaku mendekat kea rah dimana ayah dan ibunya Pedro berada.

Silahkan bro “ jawab bang Kiki mengijinkan “

Ini apaan sih ka ? kan kaka yang mau lamaran ? kok aku malah di ajak kesini sih ?

Kan kamu calonnya ……

Serius ? “ tanyaku kaget bukan main…”

Serius dong, kamu mau kan menikah sama aku ? “ Tanya ka Pedro berbisik supaya ayah ibunya tidak mendengarkan “

Mau sih ka, tapi kana q masih kuliah, gimana dong ?

Kuliahnya dilanjutin setelah kita menikah, udah nggak sabaran nih pengen nikah sama kamu. Tau nggak kamu tuh membuatku tidak tenang setiap hari. Seperti mau gila rasanya memikirkanmu setiap detik, setiap menit. Sungguh aq tak sanggup menahan rasa ini.

Emang ka Pedro udah ijin sama abang-abangku yang ganteng-ganteng itu ? “tanyaku sembari melirik kea rah semua abangku yang berdiri tepat berhadapan dengan kami “.

Udah dong, aq juga udah minta ijin sama om dan tante dan mereka mengijinkanku.

Serius ? kok aq nggak dikasih tau sih ? pantasen aja tadi gue didandanin seperti ini.

Tapi kamu cantik banget kok hari ini…

***

Akhirnya pertunangan yang dilaksanakan malam itu pun berjalan dengan lancer dan meriah.

Dan kini tepat hari sabtu, 14 februari 2015 aku dank a Pedro resmi mmenjadi suami istri dengan mengucap janji suci di Gereja GPI bekasi.

Kini kehidupanku bahagia bersama pacar pilihan papa dan mama serta abang-abangku sekaligus yang menjadi suamiku untuk selamanya sampai akhir hayat ini.

Kini kehidupanku semakin berwrna, aq menjadi bagian dari keluarga kak Pedro tanpa harus meninggalkan keluargaku karena papa dan mamaku ternyata merupakan teman lama dengan papa dan mamanya ka Pedro.

Ini seperti telah di setting dari awal.

Bahkan perkataan yang kurang serius itu pun menjadi serius sekarang. Mama ingat betul perkataan mamanya Pedro saat baby shower di kehamilannya yang terakhir.

“ nanti anak nya, harus jadi menantu saya yah mama Kiki “

Begitulah mama mengulangi perkataan mamanya Pedro.

Dan ternyata itu terkabul……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s