Keberhasilan yang Terlambat

fbSukses adalah tujuan setiap orang.

Semua orang menginginkannya.

Semua orang bekerja keras untuk mencapai kesuksesan itu hingga tak sedikit orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesuksesan.

Dan banyak juga menempuh jalan singkat hanya untuk mendapatkan materi yang berlimpah seperti menjual diri misalnya, menipu ataupun mencuri.

Tak terkecuali  dengan ku, kesuksesan adalah salah satu tujuan selama ku hidup karena aq ingin membahagiakan orang-orang yang aku sayangi dengan hasil dari jerih payah ku sendiri.

Namun apa yang aku dapatkan, aku hampir putus asa sekarang, karena sampai di usiaku yang ke 27 tahun ini, aku belum bisa menghasilkan apa-apa, jangankan membahagiakan orang-orang yang aku sayang, cukup makan aja pun sudah bersyukur.

Itulah keluhan terbesar papa dan mama ku, kini tinggal aku seorang yang belum jelas masa depannya, sementara kakak dan abang ku semua mereka telah terbilang cukup aman masa depannya, semua orang mencemaskan masa depanku.

Jika mereka saja mencemaskan akan masa depanku, maka terlebih aku juga mencemaskan diriku sendiri.

Entahlah aq nggak tau sampai kapan kabut hitam ini berlalu dariku, rasanya hidup yang kujalani saat ini jauh dari cahaya terang kesuksesan.

Bagaimana tidak ???

Aku sekarang memiliki gelar Sarjana Komputer tapi aku bekerja di sebuah toko sebagai penjaga toko, apa itu masuk akal ?

Bahkan orang yang tidak sekolah saja pun bisa melakukan apa yang aku lakukan sekarang, jadi untuk apa aq kuliah tinggi-tinggi ?

Bukankah itu percuma ?

Aku telah menghabiskan 3,5 tahun dan banyak uang untuk mengambil gelar itu.

Saat itu memang aq berpikir karena dengan pendidikan tinggilah seseorang dapat mencapai kesuksesan, tapi setelah aku lulus sekarang pendapat itu pun berubah karena untuk mencapai kesuksesan orang yang berpendidikan biasa saja pun bisa mencapainya karena intinya adalah kerja keras dan factor keberuntungan.

Yup…factor lucky alias keberuntungan.

Berarti aq bukan orang yang beruntung dong ???

Apa aku dilahirkan untuk menjadi orang sial ?

Apakah aku ini produk gagal ?

Akankah kesuksesan dan kebahagiaan itu akan menghampiriku ?

Apa ilmu yang aku telah kuasai akan tetap jadi teori semata ?

Pertanyaan itulah yang memerangiku setiap hari, rasanya aku ingin pulang saja kesurga alias mati saja.

Tapi kalau aku mati, pasti papa dan mama juga keluarga besar akan bersedih.

Apa yang harus aku lakukan ?

Lamaran kerja yang telah ku kirimkan lewat email sudah tak terhitung lagi banyaknya, bahkan test interview pun sudah begitu banyak juga, tapi tak seorang pun yang memanggil kerja.

Apa aku tak layak untuk bahagia ?

Apakah kesuksesan itu bukan bagianku ?

Entahlah, yang pasti disisa keputusasaan itu hanya tersisa 0,00001 persen harapan.

Walau aku masih bernapas saat ini namun sesungguhnya aku telah mati.

Karena semangat hidup itu hilang sudah  ditelan kegagalan yang selama ini mengikutiku tiada henti.

Karena tak sedikit perkataan pahit dan sindiran tajam yang aku terima dari sebagian keluarga ku.

Yah itu memang wajar saja karena aku masih tergantung dengan mereka, mereka masih menghidupiku sekarang,  karena upah yang kudapatkan dari hasil menjaga toko itu tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, jadi mau tidak mau aq harus minta bantuan mereka untuk menyambung hidup yang masih tersisa.

Aku tersingkirkan dan tak dianggap setiap kali ada pertemuan keluarga.

Air mata adalah satu-satunya tempat ku mengadu, dia selalu setia bersama ku disaat sedih, marah ataupun bahagia.

Di ruangan 3×2 yang aq sewa ini lah tempat ternyaman bagiku, tempat ku menangis dan tempat ku beristirahat. Aku lebih senang tinggal disini dari pada harus tinggal bersama kakak atau pun abang ku di rumah besar mereka, karena bagiku percuma tinggal di rumah besar kalau aq sendiri tidak menemukan kedamaian disana.

Kring…kring…kring…” bunyi telepon  toko menyadarkanku dari lamunan hitam itu “

Mba, minta tolong kopi dan snack di antar ke kantor kita yah “ pinta seorang perempuan bersuara merdu itu di telepon “.

Baik mbak “ seru ku menutup telp dan menyiapkan permintaannya tadi “.

Toko tempat aku bekerja tepatnya di mall Central Park memang menjual minuman hangat dan cewek yang menelopon tadi adalah mbak Nia dari salah satu kantor yang ada di lantai 2 Central park, mereka telah 2 bulan ini menjadi langganan kami.

Ting…tong…” bunyi bel yang aku tekan…”

Mbak, minumannya langsung di atur  saja di meja  rapat yah, karena sebentar lagi akan diadakan rapat, “ perintah mbak Nia menyuruhku tanpa menoleh sedikit pun kearah ku.

Tak biasanya mbak Nia seperti itu, mukanya kelihatan bingung dan terlihat pucat sembari sibuk mengotak atik laptop yang ada di meja rapat itu.

Sementara aku berdiri mematung menunggu instruksi berikutnya sembari memperhatikan mbak Nia, selain dia sibuk ngotak-ngatik laptop, hp nya juga berdering dari tadi.

Ya Tuhan, si bos nelpon “ gerutunya sambil meraih Hp yang di letakkannya tidak jauh dari laptop tadi.

“ ia pak “

“ apa laptopnya sudah benar ? apa meetingnya telah bisa kita mulai ??? “ begitulah pertanyaan dari seorang laki-laki di telepon itu yang memang sengaja di loudspeaker oleh mbak Nia.

Maaf pak, laptopnya masih bermasalah, dan kemungkinan datanya hilang semua “ jawab mbak Nia dengan suara pelan “

Kamu gimana sih ? harusnya kalau sudah tau begini, kamu telpon dong orang yang bisa service “ teriak laki-laki itu dengan nada suara kesal dan marah “

Ia maaf pak, ini kesalahan saya “ seru Mbak Nia sembari duduk di kursi dengan tubuh gemetaran “.

Mbak dari tadi saya perhatikan sibuk dengan laptopnya, emang ada masalah apa mbak ? “ tanyaku pelan dengan sangat hati-hati karena takut akan jadi tempat pelampiasan kekesalan mbak Nia pagi ini “.

Ini mbak Kiki laptopnya dari tadi nge-hang dan data yang akan kita bahas di rapat pagi ini hilang entah kemana..” seru mbak Nia meletakkan kepalanya di Meja, dia sungguh kelihatan begitu lemas sekarang karena kemarahan si laki-laki tadi yang tidak lain adalah bos nya mbak Nia atau lebih tepatnya anak sang pemilik perusahaan “.

Memang bos baru mereka itu  terkenal galak dan sangat disiplin dan susah senyum, sehingga semua karyawannya pada takut kepadanya “ begitu cerita mbak Nia “.

Niko adalah nama bos baru Mbak Nia yang baru menjabat selama kurang lebih dari 3 bulan ini, pak Niko lulusan dari Universitas Indonesia dan menjabat setelah sang ayah pak Sanjaya pemilik perusahaan mengalami sakit keras dan sudah tidak mampu lagi mengurus perusahaan sehingga dengan sangat terpaksa sang ayah memintanya untuk bergabung di perusahaan nya yang  tadi nya bekerja di PT.JARUM sebagai Manager. Memang dia termasuk anak yang tidak manja, walaupun dia adalah anak tunggal tapi pak Niko tidak mau tergantung dari kekayaan kedua orang tuanya melainkan dia merintis sendiri karirnya dari bawah.

Boleh kah saya periksa laptopnya ? “ tanyaku memotong cerita dari mbak nia “.

Oh my God, jadi keasikan cerita kan, emang mbak Kiki bisa ? “ Tanya mbak Nia dengan penuh harapan “.

Tidak tau pasti mbak, tapi tidak ada salahnya kan mencoba “ jawabku menyodorkan bantuan “.

Silahkan mbak “ seru mbak Nia mengarahkan laptopnya ke arah ku dan mempersilahkan ku untuk duduk”.

Ok selesai “ teriakku mengarahkan laptop itu kembali ke arah mbak Nia “.

Cepat sekali mbak ? serius bisa ? “ Tanya mbak Nia kagum “

Coba di cek dulu mbak, apa semua datanya telah kembali “ seruku meninggalkan ruang rapat itu dengan langkah panjang karena aku sendiri takut di cap lancang oleh bos nya mbak Nia sehingga aku harus sudah meninggalkan ruangan sebelum pak Niko sampai di ruangan itu, karena  pak Niko akan datang ke ruang rapat untuk cek permasalahan sebenarnya.

Mbak Nia, mau kemana ? apa masalah laptopnya sudah clear ?  “ Tanya pak Niko begitu melihat mbak Nia menutup pintu ruang rapat “.

Oh laptopnya sudah benar kok pak, dan sekarang rapat boleh di mulai “ sahut mbak Nia menatap mata pak niko “

Siapa yang telah service ? apa secepat itu ? “ Tanya pak niko lagi “

Mbak Kiki yang memeriksanya tadi pak “ jawab mbak Nia singkat “.

Siapa itu kiki ? kok saya  baru dengar ? apa dia karyawan baru kita ? “ Tanya pak Niko penasaran “.

Mbak Kiki itu karyawan toko langganan kita pak yang ada di baseman “ jawab mbak Nia “.

Bagaimana bisa ? apa dia lulusan IT ?

Kalau soal itu tidak tau yah pak, belum pernah Tanya soalnya “ jawab mbak Nia “.

Nanti  sehabis  rapat,  tolong telpon mbak Kiki untuk  bertemu sama saya di ruangan yah “ pinta pak Niko “

Baik pak “ jawab mbak Nia melagkahkan kaki meninggalkan pak Niko “.

Sekitar jam 11 siang …

Kring…kring…kring…” telpon berbunyi “

Halo dengan toko sekawan bisa di bantu “ jawabku begitu gagang telepon mendarat di telinga “.

Mbak Kiki, bos kami pak Niko memanggil mbak Kiki untuk datang ke kantor sekarang “ pinta mbak Nia tanpa basa-basi “.

Ada urusan apa yah mbak ? apa karena laptopnya ? apa laptopnya makin parah rusaknya ? “tanyaku penasaran “.

Saya juga nggak tau mbak soal itu , namun yang pasti komputernya sudah tidak ada masalah kok”

Terus untuk apa dong saya di panggil “ protesku setengah menolak dan berusaha mencari alasan “.

Mbak kiki datang aja sekarang, nanti juga pasti akan tau sendiri “ jawab mbak Nia menutup telpon “.

Sepanjang jalan menuju kantor mbak Nia, jantung ini berdetak kencang seperti perang, Hufff…tarik nafas…buang nafas…tarik nafas…buang nafas…tarik nafas…buang nafas.

Lumayan berhasil sedikit usahaku untuk menetralisir rasa deg-deg an sembari sesekali melirik ke arah kaca sepanjang koridor menuju ruangan pak Niko memastikan penampilan ku hari ini tidak mengecewakan.

Tapi buat apa ? dia kan bukan bos ku ? buat apa saya takut ? “ bujukku dalam hati “.

Tok…tok…tok…

Silahkan masuk “ seru pak Niko dengan suara lantang dari dalam ruangan nya “.

Mbak kiki ? “ Tanya pak Niko memastikan “

Ia pak, ada apa yah saya di panggil kemari “ tanyaku tanpa basa-basi dengan terus memperhatikan pak Niko yang berdiri di belakang meja kerjanya menyapaku dengan mengulurkan tangan kanannya, hmmmm lembut banget tangannya “ bisikku dalam hati “

Silahkan duduk mbak, nggak usah takut, saya tidak makan orang kok “ seru pak Niko berusaha mencairkan ketegangan yang terlihat jelas di wajah ku “.

Kenapa semua karyawannya pada takut yah sama pak Niko ? padahal dia baik dan murah senyum ? “ Tanya ku dalam hati “

Ngomong-ngomong bagaimana bisa mbak Kiki bisa membetulkan laptop kami yang rusak tadi pagi ? apa mbak Kiki pernah kuliah di bidang IT “Tanya pak niko menatapku mantap, membuatku kalah dan mengalihkan pandangan ke foto yang ada di meja kerjanya “.

Ia pak, sebenarnya saya ini lulusan S1 IT “ jawabku mantap “.

Tapi kenapa mbak kiki mau bekerja sebagai pegawai toko ? bukankah itu salah jurusan ? apa memang mbak Kiki belum pernah mencoba melamar keperusahaan ?

Tentu saja salah jurusan, tapi tidak ada salahnya kan pak, toh itu juga pekerjaan yang halal, sembari menunggu panggilan kerja ada dari beribu lamaran yang telah aq kirimkan lewat email “ jawabku berbalik menatap mata indah nya “.

Ok, bagaimana kalau mbak Kiki ikut bergabung degan kami ?

Maksudnya ?

Mbak Kiki bekerja di perusahaan kami sebagai IT karena kami sangat membutuhkannya sekarang.

Apa pak Niko serius ?

Tentu saja serius “ jawab pak Niko sembari bersandar ke kursi empuk nya “.

Bagaimana ? apa mbak Kiki mau ? “ tanyanya lagi “.

Tentu saja mau pak “ jawabku masih tidak percaya “.

Ok, mbak Kiki boleh mulai bekerja mulai hari senin yah “ seru pak Niko menekankan “.

Terimakasih banyak pak “ seruku mengulurkan tangan dan berlalu pergi “.

Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau menjawab doaku, aku janji akan bekerja dengan sungguh-sungguh.

***

Senin pagi itu awal dari kehadiran sedikit cahaya kesuksesan itu, aku bisa melihat jelas bahwa aku akan melihat lebih banyak lagi cahaya kesuksesan itu disini.

Dan aku sangat bersyukur, karena pak Niko memperlakukanku berbeda dari yang lainnya, pak Niko memberikan senyuman yang tidak di berikannya kepada karyawan lain nya.

Sungguh semua ini seperti kisah cerpen yang kutulis 4 tahun lalu, kisah khayalan yang indah ini benar-benar terjadi.

Cerpen khayalan seorang mahasiswa baru, dan aku baru teringat hari ini akan itu semua, memang di cerpen itu aku menuliskan nama ku sebagai pemeran utama dan Niko sebagai pemeran utama laki-lakinya.

Apa ini dunia hayal ???

Bukan…bukan….

Ini dunia nyata, Niko tokoh laki-laki di cerpen itu kini ada di dunia nyata, yups dia adalah pak Niko.

Seperti kebetulan….

Tapi kuputuskan untuk tak memberitahu keluargaku tentang pekerjaan baruku, karena ini belum cukup membuat mereka  bangga dengan ku, karena menurut mereka, aku bisa berbangga diri kalau aku sudah mendapat upah diatas 5 juta rupiah.

Ok aku akan membuktikannya “bisikku dalam hati “.

Selama hampir setahun ini, aku berusaha bekerja dengan sangat baik tanpa memperdulikan jumlah upahnya  walaupun memang aku sangat membutuhkannya.

Rupanya pak  Sanjaya dan pak Niko memperhatikan kinerjaku selama hampir setahun ini, sehingga aku terpilih sebagai manager IT .

Sungguh tak percaya akan hal itu …

Disaat  kita melakukan apapun dengan nothing to loose maka kita juga akan mendapatkan hasil yang menakjubkan “ begitulah nasihat papa yang selalu diucapkannya setiap kali ngobrol dengan ku di telepon“.

Rasanya ingin berlari ke dalam dekapannya saat ini juga, “ kangen ayah “

Mbak kiki dipanggil sama pak Niko ke ruangannya “ teriak Shanti  meraih tas dan bergegas keluar pintu dan meninggalkan ku sendirian di ruangan“.

Terimakasih yah Shan “ seru ku …”

Tapi tak berselang beberapa lama, seseorang mengetok pintu.

Tok…tok…tok…” Shanti… masuk aja “ teriakku dari dalam ruangan dengan masih sibuk membereskan barang-barang yang ada di atas meja kerja ku ”.

Ini bukan shanti “ jawab seorang laki-laki melangkah masuk ke arah meja kerja ku “

Maaf pak, saya tidak tau kalau itu pak Niko “ sahutku berbalik dan menghentikan kegiatan beres-beres itu sejenak “.

Kini wajah ku dan pak Niko berdekatan membuat jantungku berdegug kencang seperti mau copot rasanya dan dengan spontan mataku menatap mata indah nya.

Oh my God sungguh dia ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa “ bisikku dalam hati dengan masih menatap matanya tanpa berkedip “.

Kiki…” teriak pak Niko menyadarkanku dari lamunan “.

Maaf pak,” jawabku tersipu malu dan melanjutkan membereskan barang-barang yang ada di meja kerja ku.

Selamat ya atas kenaikan jabatannya “ seru pak Niko mengulurkan tangannya “.

Seharusnya saya yang berterimakasih pak, karena saya telah diberikan  kepercayaan lebih sama pak Niko “ jawabku menjabat tangannya yang super duper lembut itu”.

Gimana kalau kita merayakannya sekarang ?

Maksudnya ?

Yah kita makan-makan merayakan kenaikan jabatan baru kamu.

Hmmm….maaf pak tapi aku lagi nggak punya cukup duit sekarang untuk mentraktir pak Niko, maklumlah pak ini kan tanggal tua. Tapi kalau pak Niko mau, saya bisa masak apa saja makanan yang pak Niko suka “ seruku menawarkan pilihan “.

Boleh juga, tapi kamu yakin bisa masak makanan kesukaan saya ? “Tanya pak Niko meragukan “.

Tentu saja bisa, emang pak Niko makanan kesukaannya apa ? “ tanyaku penasaran “.

Masakan kesukaan ku itu Mie gomak dengan pisang goreng hangat, soalnya sudah lama banget saya tak memakan makanan itu lagi, sudah hampir 10 tahun sejak meninggalnya nenek.

Mie gomak ??? tanyaku bingung

Kok pak Niko tau Mie gomak ? tanyaku lagi memastikan…

Ia mie gomak “ seru pak Niko mengiyakan “.

Emang pak Niko orang batak ? bukannya pak Niko keturunan China ?

Ayah ku china tapi mama ku kan orang batak, sama seperti kamu.

Serius ???

Ok saya akan masak untuk pak Niko, jadi pak Niko boleh datang ke rumah ku jam 8 malam ini “ pintaku “.

Kenapa harus jam 8 ? kita bareng aja pulang sekarang kerumah mu, siapa tau aku bisa bantu ? “ Tanya pak Niko menawarkan bantuan “.

Ide bagus tuh pak, tapi masa ia seorang bos turun ke dapur ? apa kata dunia nanti ?

Hmmmm….jangan sepele begitu dong, saya juga kan manusia.

Ok baik lah “ seruku melangkah masuk ke dalam mobil putih pak Niko “

Kamu tinggal di rumah susun ini  yah ? “ Tanya pak Niko sembari melihat sekeliling “.

Ia pak, emang tinggal dimana lagi ?

Kenapa tidak pernah cerita sama saya ? kalau begitu kan saya bisa belikan rumah untuk kamu.

Maksudnya ???

Maksudnya saya tuh, kan kamu bisa dapat fasilitas dari kantor.

Tidak usah pak, saya tidak mau bergantung dengan orang lain, cukup sudah aq di rendahkan selama ini.

Siapa yang merendahkan mu ? kok bisa ?

Ceritanya panjang pak, ini sih masalah keluarga lebih tepatnya.

Apa boleh saya mengetahuinya ? kamu mau cerita sama saya ?

Aq anak bungsu dan yang paling kere di keluarga ku, sehingga aku telah terbiasa tidak dianggap.

Saya ngerti sekarang, tapi kan sekarang sudah beda, kamu sudah naik jabatan sekarang sebagai Manager.

Ia sih pak, tapi aku belum memberitahu mereka soal itu. Aku berencana memberitahu mereka saat pulang kampung nanti.

Emang kamu kampungnya dimana ? apa aq bisa ikut ?

Kampung ku di samosir, dan pastinya pak Niko tidak bisa ikut dengan ku.

Kenapa tidak bisa ? aku ingin memastikan bahwa tidak akan ada lagi yang merendahkan mu seperti semula.

Nggak usah pak, bagaimanapun mereka adalah keluargaku dan tak kan bisa di pisahkan sampai kapan pun.

Kamu terlalu baik Ki, oh ia ngomong-ngomong jangan panggil pak dong sama saya, panggil Niko aja, panggil pak hanya jika kita di kantor saja.

Kenapa begitu ?

Aku kan jatuh cinta sama kamu .

Maksudnya ? kok bisa ?

Bisa saja sih Ki, aku telah jantuh cinta sejak pertama bertemu dengan mu.

Tapi kita ini kan beda dunia.

Maksudnya ?

Kita beda kasta Niko, aku hanyalah karyawan biasa sedangkan kamu pemilik perusahaan.

Emang kalau cinta butuh kasta ya ?

Ia butuh lah, biasanya kan orang kaya itu harus berjodoh dengan orang kaya juga, dan aku juga yakin pasti Ibu sama Papa nya Niko tidak akan setuju dengan hal itu.

Hahahahahaha……

Kiki….Kiki…kamu tuh benar-benar korban sinetron tau nggak ….

Papa dan mama ku itu tidak seperti itu, dan mereka sudah mengenalmu. Dan mereka sudah tau kalau aku jatuh cinta sama kamu.

Kok bisa sih ?

Mama sih yang pertama tau soal itu dan mama menceritkannya sama papa, saat itu mama masuk ke kamar ku dan mama penasaran karena foto kamu ada di atas meja.

“ Niko….susunya kok nggak diminum sih nak? protes mama membawa segelas susu di tangannya “.

“ letakin di meja aja ma, nanti Niko minum “

Ini foto siapa nak ? tanya mama.

Bukannya ini Kiki ? manager baru itu ? “ Tanya mama lagi “

Ia ma, itu Kiki.

Kenapa ada disini ? apa kamu mencintainya ?

Ia ma, aku jatuh cinta sama dia, tapi Niko belum mengungkapkannya ma “.

Niko takut kalau-kalau mama tidak setuju karena dia hanya karyawan biasa.

Apa mama sejahat itu ?

Berarti mama merestui dong ? “ tanyaku memastikan “

Tentu saja mama merestui, Kiki itu gadis yang baik.

***

Tada…….

Mie gomak dan pisang goreng hangat nya siap di makan “ teriakku memberikan isyarat untuk datang ke meja makan “.

Mmmmmmmm,…..enak banget “ seru Niko begitu mencicipinya “

Benarkah ? “tanyaku seakan tak percaya, aku senang karena Niko menyukainya “.

Hubungan ku dengan Niko pun dimulai saat malam itu, dimana pertama kali Niko mampir ke rumah ku dan mencicipi masakan yang aku buat.

Tapi hal itu sengaja kami sembunyikan dari semua karyawan, guna untuk menjaga profesionalitas kita.

Awalnya sih Niko tidak setuju akan hal itu, namun karena bujukanku akhirnya dia bisa mengerti hingga saat itu tiba, saat perayaan pesta ulang tahun Niko yang ke – 30 tahun tepatnya di Hotel  Mulia.

Pada saat itu lah Niko mengumumkan hubungan kami dan menarik lembut tangan ku dari kumpulan para karyawan dan menuntunku ke podium bersamanya.

Kamu cantik sekali malam ini “ bisik Niko sebelum berbicara “.

Aq mengenakan gaun putih selutut pemberian Niko malam ini yang memang sengaja Niko beli warna senada dengan kemeja putih yang dikenakan Niko malam ini.

Niko pun terlihat berbeda malam ini, dia kelihatan begitu berkharisma dengan balutan kemeja putih itu, tubuh atletis dan senyumnya yang menawan membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta.

Setelah malam itu, Niko mendesakku untuk mengenalkannya ke keluarga besar ku.

Sayang, kapan sih kamu mengenalkan ku sama keluarga mu ? ayo dong, aku kan nggak sabaran lagi, biar kita bisa menikah “ rengeknya manja meletakkan kepalanya di pangkuanku “

Nanti sayang ku, aku belum siap untuk itu. Tapi aku akan menjelaskannya terlebih dahulu sama mama dan papa saat pulang kampung nanti.

Ok baiklah, tapi aku boleh ikut kan ?

Nggak boleh dong sayang ku.

Tapi aku boleh minta alamat kamu tidak ?

Tentu saja boleh.

***

Bulan desember seperti biasanya agenda pulang kampung, semua kedelapan anak mama dan papaku hadir dengan mobil mereka masing-masing keculai aq sendiri. Aku hanya datang seperti biasanya dengan tas ransel kecil di punggung.

Percuma sarjana kalau tetap kere “ ledek Gugun abang iparku begitu melihatku muncul di depan pintu, dia salah satu musuh besarku, enth kenapa dia selalu sinis dengan ku.

Gugun…tegor mama menghentikan omongannya.

Kemungkinan sekali mereka tidak menyukaiku karena papa dan mama menyayangiku lebih dari anak-anaknya yang lain.

Anak kesayangan yang kere “ seru kak Nita dari dapur “…

Nggak usah di ambil hati yah nang, bujuk mama dan papa menuntunku masuk ke dalam kamar dan berbincang-bincang disana dan saat itu lah aku mengungkapkan semuanya.

“ ma…pa…sebenarnya sebulan yang lalu aku naik jabatan jadi manager, bisikku perlahan “.

Benarkah ?  Tanya ayah kegirangan dan memelukku dengan sangat erat, begitu pun mama.

Anak mama yang cantik, terimakasih Tuhan Yesus “ seru mama berdoa dengan berlinang air mata penuh syukur “.

Kiki…ada orang nyariin kamu…” teriak kak Indri mengetuk pintu kamar mengganggu pembicaraan ku bersama papa dan mama “.

Paling juga nagih hutang “ seru bang Andre sinis…”.

Kira-kira siapa yah nang ?  “ Tanya papa menatapku dan mengajakku keluar bersama mama “.

Niko ??????? “ teriakku tak percaya “.

Siapa nang ? “ Tanya papa penasaran “.

Kenalin ma, pa, ini Niko pacarku “ seruku mengenalkan Niko dengan mama dan papa “.

Kok kamu bisa datang sendiri sih sayang “ protesku memeluknya dengan mesra “

Siapa bilang aku datang sendiri ? mama sama papa juga ikut.

Serius ???

Kok bisa ? mereka dimana ?

Sebentar lagi juga nyampe.

Tapi kan aku sudah melarang kamu kemaren ? kenapa ngotot datang sih ?

Aq ingin membuktikan kepada semua saudara-saudara kamu yang songong itu bahwa orang yang mereka anggap kecil dan orang yang mereka rendahkan selama ini adalah orang yang sangat berharga buat ku.

Itu dia papa sama mama, “ seru Niko menunjuk mobil fortuner putih itu “.

Om, tante, kenalin ini papa dan mamaku, “ seru Niko mengenalkan mama dan papanya “.

Sungguh aq bisa melihat muka-muka bingung di wajah semua kakak dan abang ku, mereka merasa malu sekarang dan mereka tidak berani lagi menyindirku seperti sebelumnya “.

Kenapa om dan tante ikut juga ? ini bukan waktu yang tepat “ bisikku protes “

Kami ingin datang melamarmu sekarang sekaligus berlibur disini, sebenarnya kami sudah tiba tadi malam di tuk-tuk dan nginap di hotel kami disana.

Emang kalian punya hotel disitu ? kok tidak pernah cerita sama aku ?

Kalau aku ceritain kan, kamu pasti tidak mengijinkanku datang. Udah kamu tenang aja, semua sudah aku atur “ bisik Niko mesra “.

Yang pasti kita tidak akan menyakiti hati siapapun, aku hanya ingin memastikan calon istriku di akui di keluarganya sendiri “ bisik Niko lagi “.

Yah begitu lah Niko, dia tidak akan tinggal diam jika orang-orang yang disayanginya mengalami penolakan.

Sungguh sebuah anugrah bertemu dengannya, dia adalah cahaya terang yang Tuhan kirimkan untuk mengusir awan gelap itu dari kehidupanku, kini aku bisa melihat sinar kesuksesan itu dengan sangat jelas.

Mungkin ini adalah kesuksesan yang tertunda, tapi yang terpenting  ini adalah sebuah kesuksesan yang sempurna.

Niko adalah hadiah terbaik yang Tuhan berikan.

Semua ini masih seperti mimpi bagiku, bagaimana tidak ??? dia benar-benar laki-laki yang baik dan rendah hati.

Dan semua yang direncanakannya terlaksana dengan sempurna, pernikahan kami di adakan di rumah mama dan papa selama 2 hari berturut-turut.

Ayah dan ibu nya Niko yang sekarang menjadi ayah dan ibu ku juga memperlakukanku seperti putrinya sendiri.

Tak henti-hentinya hati ini mengucap syukur atas semua yang telah aku terima, hingga air mata ini mengalir tanpa henti, bukan karena berkabung, tapi karena sukacita.

“ sayang…kok kamu menangis ? kenapa ? apa ada yang menyakitimu ? “Tanya Niko memeluk ku dengan penuh cinta “.

Nggak kok sayang, aq menangis karena bahagia, bahagia  memiliki laki-laki berhati emas seperti kamu, bahagia memiliki mertua yang baik dan bahagia telah di lahirkan kedunia ini.

Oh…sayang “  seru Niko mempererat pelukannya  “.

Oh ia, sayang besok kita harus sudah terbang  lagi yah ke Jepang, disana nanti kita bulan madu.

Jepang ? serius ?

Serius dong sayang…

Terimakasih sayang ku “ seru ku dan memeluk erat tubuhnya yang atletis itu “.

Kini setiap hari adalah petualangan bagiku, hari yang  sungguh berwarna dan semakiin lengkap sekarang berkat kehadiran baby Gideon anak kami tercinta.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s