Nyanyian Kita

DSCN5390Awal yang tidak menyenangkan memang minggu itu, tak kusangka semua ini terjadi. Memang sih sudah lama aq mengetahui bahwasanya sepatu yang biasa aq kenakan kegereja megalami kerusakan, namun karena keuangan yang belum memadai sehingga sampai minggu ini masih mengenakan sepatu yang sama.

Dan yang paling parah adalah minggu ini, sepatu yang kukenakan rusak total dan tidak memungkinkan untuk di kenakan lagi, untung ada ka sarma yang menawarkan meminjamkan sandal nya untuk aku kekanakan. Namun tak berselang berapa lama, seseorang menghampiriku.

Yups…he is a guy who to be my partner in singer…

Ayo sekarang giliran kita singer…”ajak nya tak memperdulikan apa yang terjadi padaku hari ini, atau kemungkinan dia tidak tau yang terjadi “

Apa ? aku ? “ tanyaku kaget degan masih sibuk memperbaiki sepatu orange itu, berharap masih bias untuk dipakai hingga pulang nanti “.

Namun dia berlalu begitu saja begitu mengajakku dan pergi ke podium untuk doa pelayanan.

Ka sarma kembali menyelamatkan nasibku hari ini, dengan sigap ka sarma membuka sepatu biru yang dikenakannya untuk aku pakai.

Jangan aku deh ka hari ini yang jadi singer “tolakku sedikit beralasan, namun tidak dihiraukan juga”.

Ayo kamu pasti bias, “ serunya menyodorkan sepatu biru itu”

Dengan sedikit deg-deg an, aku mengenakan sepatu biru itu yang memang cocok dengan kaki ku, sangat beruntung rasaku karena dibalik apa yang aku alami hari ini, Tuhan memiliki rencana yang sempura di dalamnya.

Rupanya sepanjang doa tadi jantungku tidak berhenti berdegug kencang, seperti perang tamborin di hatiku, dalam doa aku berserah kepada Tuhan untuk memberkati suara ku dan menjadi berkat bagi para jemaat dan lagi aku deg-deg an karena pertama kali ini aku bekerja sama dengan si laki-laki tadi untuk singer bersama, aku kwatir kalau-kalau kami berdua tidak kelihatan kompak.

Namun yang aku takutkan tidak pernah terjadi, sepanjang ibadah tadi Tuhan yang bekerja dan kerjasama ku dengan laki-laki itu tadi terlihat natural kata para jemaat.

Memang aku akui sepanjang ibadah tadi kerap kali kita berdua beradu pandang kemudian tersenyum seakan kita sudah kenal lama. Ditambah lagi karena lagu pujiannya banyak dari bahasa daerah sehingga membuat kita berdua agak kikuk karena belum begitu paham semua lagu-lagu daerah, tapi berutung karena aku sendiri masih lebih hapal lagu daerahya dari pada laki-laki itu sehingga dia melirikku tiap kali dia tidak tau lagunya.

Kalian berdua cocok sekali “ puji ibu setengah baya yang duduk di kursi paling pojok tadi “

Terimakasih namboru “ seruku menanggapi “

Tapi kalau dilihat-lihat kalian berdua mirip loh….”seru seorang teman pemudi “

Yah itu wajar lah ka “ jawabku berusaha untuk sedikit ramah “

Namun yang paling membuatku tak berhenti memikirkan nya yaitu karena kata-kata seorang ibu berambut keritung, bertubuh gemuk dan berwajah cantik itu yang ternyata tidak lain adalah ibu dari laki-laki itu tadi.

Cocok sekali loh nang tadi kalian, gimana kalau kalian pacaran saja ?” Tanya ibu itu “

Bou bisa aja bercandanya, “ jawabku tersipu malu “

Anakku belum punya pacar loh nang “ katanya lagi “

mmmmmm….. “ aq kehabisan kata-kata untuk mnolaknya sehingga aku hanya tersenyum..”

Minggu itu pun berlalu begitu saja …

Namun selasa pagi itu, seseorang invite pin BB ku, dengan sagat hati-hati aku melihat dengan teliti siapa kira-kira.

Oh mi God… “ teriakku kaget …”

Laki-laki yang hari minggu itu ? apakah ini mimpi ?

Ternyata bukan mimpi, itu benaran dia. Ingin rasa melompat kegirangan karenanya namun hanya sebatas invite doang dan tak ada kelanjutannya lagi, padahal aku mengharapka lebih dari ini, aku mengharapkan ada kelajutan dari semua ini.

Minggu pun kembali tiba, entah ini sudah direncanakan atau tidak, namun yang pasti kami berdua kembali dipasangkan jadi singer di ibadah.

Ini memang kesukaanku menyanyi sehingga aku tak keberatan untuk itu.

Kamu udah punya pacar belum nang? “ Tanya ibu laki-laki itu kembali memastikan arti dari senyuman ku minggu lalu, rupanya senyumanku membuat bou itu bingung.

Belum bou “ jawabku singkat “

Sama anakku kamu mau nggak nang ? “ Tanya nya lagi memastikan, kali ini bou benar-benar ingin mendapatkan jawaban yang pasti “

Mmmm aku mau aja sih bou, tapi masalahnya sekarang apa anak bou mau sama aku ? jawabku kembali dengan pertanyaan”

Kalau anak bou nggak usah kwatir nang…

Kok bou yakin ???

Soalnya sejak minggu lalu dia tak henti-henti membicarakanmu di rumah…

Kok bisa bou ? bicarakan gimana maksudnya ?

Sebenarnya dia itu sudah lama suka sama kamu nang, semenjak pertama kamu bergabung bersama kami di gereja ini, dan jadwal singer itu juga sebenarnya adalah keinginannya. Karena dengan cara begitulah dia bisa sedikit punya nyali untuk mengajakmu ngobrol walau hanya sekilas saja.

Serius bou ? kenapa bisa ? “tanyaku tak percaya…”

Bou juga bingung nang…

Tapi kenapa jadi bou yang ngomong ke saya, bukannya dia ? “ tanyaku bingung…”

Dia sih memang kalau soal perempuan agak sedikit pemalu.

Oh gitu yah bou, terimakasih bou atas informasinya “ pamitku berlalu dari pintu gereja …”

Memang sih tak bisa ku bohongi diri sendiri karena aku juga sama sepertinya, pertama kali bergabung bersama mereka di gereja ini, aku menaruh simpati lebih terhadapnya karena menurutka dia punya karisma dan penampilan sederhana namun tetap cool.

Namun yang membuatku semakin terpesona terhadapnya yaitu ketika ka Ros menceritakan prestasi yang pernah diraihnya dan tingkah laku sopan santunnya.

Namun aku berusaha untuk bersikap normal karena memang dia termasuk pelit dalam hal berkata-kata.

Dan yang membuatku waktu itu agak kecewa, karena seseorang memberitahuku dia telah memiliki seorang kekasih.

Ya sudahlah, kalau jodoh tidak akan kemana “ bujukku dalam hati “….

Tapi walaupun mulut berkata seperti itu namun hati berkata lain, jauh dilubuk hati yang paling dalam sungguh aku mengharapkannya bisa bersanding dengan ku selamanya.

Namun harapanku ternyata sia-sia, laki-laki itu tak kunjung mengutarakan perasaannya juga terhadapku, sehingga aku memutuskan untuk menerima pekerjaan yang ada di kerawang.

Dan minggu itu, aku bersaksi di depan gereja dan mengundang para muda-mudi untuk kumpul bareng di restoran yang biasa kita kunjungi itu, namun sekali lagi rasa kecewaku tambah memuncak karena laki-laki itu sengaja pulang cepat karena ada urusan mendadak katanya.

Mungkin rasa kecewa yang aku rasakan takkan sebesar ini jika saja dia memberitahukannya langsung kepadaku.

Hufffff….. baiklah, akan aku lupakan “ bujukku dalam hati “.

Kerawang I’m coming…….

Hari pertamaku bekerja setelah menyambet gelar sarjana computer, ini baru benar-benar bekerja “ bisikku dalam hati “

Namun yang membuatku luar biasa kaget yaitu saat perkenalan dengan orang yang akan menjadi bos ku nanti.

Selamat pagi semuanya “ sapa seorang laki-laki muda berkarisma “

Selamat pagi pak “ jawab ku menganggkat kepala “

Berhubung karena hanya kamu karyawan baru disini, jadi sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memastikan sendiri kemampuan yang kamu miliki itu, dan untuk tugas pertama kamu saya memberikan tugas untuk mendesain website sesuai yang tetera di kertas ini.

Aku tak menjawab sepatah katapun, selain menatap serius kertas putih yang di penuhi gambar itu.

Apa kamu bisa melakukannya “ bentaknya menyadarkan ku dari keseriusan “

Baik pak akan saya usahakan “ jawabku dengan sedikit keraguan karena deadline waktu yang hanya 1 hari saja “.

Bagus kalau begitu ….

Welcome Cecil, ini baru pertarungan sesungguhnya “ bisikku dalam hati “…

Huff…..hari pertama kerja sungguh melelahkan “ keluhku berjalan melangkah keluar gerbang dan duduk di halte bis tidak jauh dari kantr tempat dimana aku bekerja saat ini.

Bagaimana hari pertamanya kerja ? apa menyenangkan ? “ Tanya laki-laki itu kembali mengagetkanku dari lamunan “.

Sangat senang pak , “ jawabku tanpa menoleh kearahnya “.

Saya perhatikan dari tadi kamu sudah lama menunggu disini ? apa belum ada bis yang lewat ? “ tanyanya mencoba sedikit ramah “.

Banyak pak …” jawabku singkat “

Gimana kalau kamu pulang sama saya saja ?

Pulang naik bis maksudnya ? “ tanyaku sambil melirik sinis kearah nya “

Tentu saja tidak, kita akan naik mobil ku, jangan kwatir akan aku antar selamat samapai di rumah.

Maaf pak, tapi saya pulang sendiri saja, kebetulan sekali bis nya sudah datang “ tolakku secara halus dan berlalu “.

Huff…. Capek banget… “ keluhku merebah kan tubuh mungilku di kasur “.

Rupanya aku ketiduran hingga jam sepuluh malam dan terbangun kembali karena teringat dengan tugas yang di berikan bos baru itu tadi. Dan mau tidak mau malam ini harus begadang, semua buku-buku pindah kelantai lantaran masih kurang hafal dengan script php, tapi beruntung akhirnya selesai tepat pada waktunya, jam 5 pagi semuanya beres…

Selamat pagi….” Sapa bos itu lagi sebagaimana kebiasaannya “

Selamat pagi pak “ jawabku dengan masih sibuk membuka tas dan mengeluarkan laptop dari dalamnya.

Bagaimana dengan tugas yang saya berikan ? apa sudah selesai ? “ Tanya pak bos, melangkah mendekat kearahku .”

Sudah pak “ jawabku sembari menunjukkan laptop yang menyala itu ke arahnya.

Dan Puji Tuhan, hasilnya sangat memuaskan….”

Bagus, sekarang kamu boleh bergabung bersama team…” perintahnya tegas….”

Rupanya bos itu tetap mengawasiku sedari tadi, kata Riri senir ku…”

Cecil…. Kamu kenal dengan bs kita ? “ Tanya Riri berbisik …”

Nggak begitu kenal sih Ri, tapi saya pernah singer bareng dengannya di gereja, hanya sebatas itu doing, nggak lebih….

Pantasen aja, sepertinya pandangannya beda sama kamu..

Beda gimana maksudnya ?

Si bos sepertinya menyimpan rasa sama kamu…

Emang dia belum punya pacar selama kerja disini ?

Setahu aq sih Belum punya pacar, dia itu dikenal orang yang paling dingin kalau sama perempuan…

Pantasen aja, gimana bisa punya pacar kalau dingin begitu …

Rupanya pak Wintar tidak menyerah juga atas tolakanku beberapa hari ini, dan kini dia sudah agak sedikit berani…

Cecil……” panggilnya disaat aku bersiap-siap pulang bersama Riri “

Ada apa pak ? “ tanyaku seakan tidak tau…”

Nanti temui saya sebentar yah diruangan “ pintanya sedikit memaksa “.

Tapi pak….

Udah cecil….kamu pergi aja, “ bujuk Riri…”

Ada apa pak ? ….

Ngomong-ngomong malam minggu kamu akan datang ke gereja kan ?

Rencananya sih pak, tapi sepertinya aku tidak akan ibadah di bekasi lagi pak soalnya kejauhan.

Oh gitu yah, gimana kalau bareng sama saya aja ?

Hmmmm… aduh gimana yah pak, kalau saya ikut sama bapak, nanti pemikiran orang aneh lagi, terus saya tidur dimana nanti ?

Tidur di rumah ku aja, gimana ???

Aduh….jangan deh pak, gimana kalau kita gereja di sini aja ?

Boleh aja sih, ya udah terserah kamu aja, nanti biar aku kabarin mama deh…

Ngomong-ngomong kamu kenapa sih sepertinya tidak kenal sama aku “ Tanya pak wintar “

Bukannya bapak yang pura-pura yang nggak kenal sama saya yah “ tanyaku mengembalikan pertanyaannya.

Maklumlah aku nggak terbiasa saolnya ramah sama cewek kecuali sama dedek Kiki…

Bagaimana bisa seorang bos seperti itu ? “ tanyaku dengang tertawa keras…”

Ssssttttt… ini kantor…

Oh ia, maaf pak….

Kita pulang sekarang aja yah “ ajak pak Wintar …”

Ok pak, “ jawabku singkat melangkah keluarar pintu dan kembali keruangan ku untuk mengambilkan tas”.

Gimana kalau kita mampir kerumah aku dulu aja, soalnya kan ini masih sore, lagian juga besok hari sabtu jadi kita libur, “ bujuk pak wintar …”

Ok, siapa takut “ sahut ku menanggapi ajakannya dan berusaha sedikit agresif…

Tit…tit…tit….suara kelekson mobil pak wintar, dengan segera seorang satpam membuka gerbang…

Bapak Cuma tinggal sendiri disini ? “ tanyaku begitu menginjakkan kaki di dalam rumah dengan suasana hening “

Ia…

Kok bisa ??? kenapa bapak belum menikah ?

Rencana sih dalam waktu dekat, itupun kalau kamu nya mau…

Maksudnya ???? “ tanyaku bingung…

Aku telah jautuh cinta sama kamu dari pertama melihat kamu bergabung bersama kami di gereja, mungkin awalnya aku menganggap ini hanya perasaan sesaat sehingga aku tidak egera mengungkapkannya, aku hanya ingin memastikan hatiku terlebih dahulu, namun rasa ini semakin hari semakin kuat, dan semakin kuat lagi disaat kita berdua dipasangkan dalam pelayanan singer minggu itu.

Tapi itupun aku tetap berusaha menekan rasa ini begitu tau kalau kamu tidak akan bergabung lagi bersama kami dikarenakan dapat kerjaan baru dan saat itu juga aku bertekad dalam hati “ kalau aku dipertemukan dengan kamu kembali maka disaat itu juga aku akan mengutarakan perasaan ini dan tidak akan membiarkanmu pergi lagi “ dan ternyata Tuhan mengabulkan doaku, sungguh aku sangat kaget begitu melihatmu pertama kali di kantor, rasanya aku ingin melmpat kegirangan seandainya saja itu bukan jam kerja.

Dan mungkin mama juga sudah pernah mengatakan ini sama kamu.

Ia sih, bou pernah bilang itu sama aku, namun waktu itu aku tidak percaya dengan hal itu karena menurutku kita ada di dua dunia yang berbeda. Aku anak orang miskin, sedangkan kamu anak orang kaya dan serba berkecukupan sehingga saat itu aku juga berusaha untuk melupakan mu walau aku tak mampu.

Berarti intinya kita sama-sama cinta dong…

Begitulah…” jawabku tersipu malu duduk di sampingnya “

Gimana kalau hari minggu kita kesaksian pujian meresmikan hubungan kita di hadapan Tuhan dan para jemaat ?

Tapi kan kita baru pertama kali bergabung bersama mereka, apa tidak lancing kalau kita langsung ambil bagian didalamnya ?

Kamu tenang aja, biar aku nanti yang bicara sama MC nya.

Ok deh kalau begitu “ jawabku mengiyakan ajakannya… “

Minggu itu Wintar yang juru bicara dalam bersaksi dan aku memutuskan untuk diam…

Dan Puji Tuhan semuanya lancer…kini hubungan kita semakin dekat dan semakin dekat….

Pernikahanpun jadi tujuan utama kita, ternyata lama sudah Wintar telah mempersiapkan semuanya tentang pernikahan impiannya dan kebetulan sekali impian kita sama, jadi tidak ada penghalang lagi untuk kita ke jenjang pernikahan.

Dengan anggun aku berjalan bersama seorang laki-laki yang ada di doaku selama ini, kini jadi kenyataan.

Papa dan mama ku begitu senangnya menyerahkan anaknya ke orang yang sangat baik dan takut akan Tuhan, karena itu lah doa mereka juga selama ini karena memang sebagai anak bungsu sehingga mereka memiliki kekwatiran lebih terhadapku.

Nyanyian kita hari itu akan jadi nyanyian kita yang kekal hingga akhir hayat, hingga maut menjemput kita berdua….

Nyanyian yang membawa kita ke dalam pernikahan kudus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s