Konter Cinta

DSCN5390Seperti biasanya setiap akhir bulan setoran tunai ke salah satu bank swasta di bekasi tepatnya di harapan indah tidak jauh Dari kantor, hanya berkisar 10 menit naik motor.

Tapi Kali ini beda dari yang biasanya.

Yah bedanya dilayani oleh petugas cowok yang menurut gue terlalu sopan dan terlalu banyak senyum sehingga kesannya tuh lebay alias over.

Tapi sepertinya di punya wajah familiar, tapi siapa yah ??? ‘ tanyaku dalam hati sembari berusaha mengingat, tapi tidak berhasil.

Hari ini pun berlalu seperti biasa setelah setor tunai kini kembali lagi ke aktifitas kantor.

Tapi entah kenapa senyum tuh cowok selalu muncul di hadapan ku.

Singkat cerita bulan berikut pun kembali di layani sama tuh cowok. Tapi Kali ini dia terlihat makin berani, tanpa rasa  sungkan dia menyodorkan kertas kecil berwarna kuning bersamaan dengan bukti setoran.

Sesampainya di kantor, hal pertama yang kulakukan adalah memastikan isi surat nya.

” hi Nina…

” masih ingat dengan saya ? Tapi sepertinya kamu sudah lupa yah…

Aq Ardi, ini no tepon dan pin BBM aq yah…(xxxxxxxxx)

Kalau km udah ingat, tolong telpon aq yah…

” begitulah pesan singkat di dalam kertas kuning itu ”

Hmmmmmm…..

Dia tau nama ku ???????

Semakin penasaran….

Tapi sebagai cewek jadi agak gengsi dikit untuk telp duluan.

Tapi rasa penasaran ku menghilang terkikis oleh rutinitas kantor setiap harinya.

Hingga akhir bulan pun tiba tampa terasa, kini setoran bulanan pun harus di laksanakan seperti biasanya.

Begitu melihatnya lagi, rasa penasaran itupun kembali muncul, kuputuskan untuk menulis balasannya di secarik kertas.

” kok kamu tahu nama aq ?

” maaf aq tidak ingat sama sekali dengan mu.

” please call back aq yah ( xxxxxxxx)

Malam itu tepatnya 23 February 2015 ada nyanyian Dari seberang

” happy birthday to you…

” happy birthday to you…

” happy birthday…happy birthday….happy birthday you…

Merdu suaranya menenangkan jiwa membuat mata ku yang tadi nya setengah melek kini melek benaran….

Hallo…..

Ini siapa ??? kok tau hari ini ulang tahun saya ? ” tanyaku sangat penasaran.

Hei Ema selamat ulang tahun…àq ardi yang td siang…

Oh mas Ardy… ada apa mas ????

Benaran kamu masih tidak ingat dengan saya ???

Ia mas benaran maaf yah Mas, ” jawab ku singkat…

Yah itu wajar lah yah secara kan waktu SMA kamu jadi rebutan para pria ?

Apa ????? Kok Mas Ardy tau ???

Yah jelas lah saya tahu, aq kan pengagum rahasia mu, hehehe…

Aq anak STM temannya pacar kamu dulu…

Oh mas Mahardika ????

Pantesan aja sepertinya aq pernah lihat Mas gitu…

Apa kabar kamu sekarang..???

Puji Tuhan aq kabar baik Na…

Oh ia by the way kamu masih pacaran sama Fandy ???

Loe belum tau yah? Fandy kan sudah nikah tahun lalu.

Serious ???? Aq tidak tau sama sekali loh soalnya aq udah hampir 5 tahun tidak pulang kampung semenjak lulus kuliah.

Oh ia ???

Kok Fandy nikah sama orang lain sih bukan sama loe ? Padahal kalian berdua tuh pasangan paling romantis Dan paling perfect menurut gue.

Ceritanya panjang Ar, lain kali gue akan cerita ke loe tapi tidak sekarang yah soalnya aq masih ngantuk neh.

Oh maaf-maaf, gimana kalau ntar malam minggu aja kita ketemu sekalian rayain ulang tahun loe ?

Oke deh klo begitu nanti loe bbm gue yah tempatnya..

Ok Nina beres…

Keesokan harinya…

Ting…tong….” Bunyi bbm masuk”

” Resto steak & shake SinaRaja”

Hmmmm dia tau aja tempat favorit gue tuh ” gumam ku dalam hati…

Ok jawabku singkat balas bbm nya.

Tentu saja hari ini aq senang ketemu Ardy soalnya ini tempat favorite gue, Tanpa janjian sama Ardy pun aq pasti akan kesini, disini  tempat ku menghabiskan malam minggu. Ditempat ini biasanya ku menulis buku karna tempatnya nyaman dan lagi ditemani music sepanjang waktu….

Hi Ardy teriakku sembari melambaikan tangan ke lelaki yang duduk di pojok dekat kaca, lelaki yang tidak pernah kehabisan senyum Dan selalu ramah, hari ini lelaki ITU mengenakan kaus oblong putih Dan celana biru membuatnya semakin terlihat sweet dan berkharisma.

Tapi kok aq malah perhatiin Ardy ??? tidak…tidak…Elakku….dalam hati…

Kini aq berada tepat di depan Ardy…dengan kue tar mungil ditangannya bersama lilin yang menyala…

Eits….u must Make a wish & then blow the candle…

” terimakasih Tuhan atas bertambahnya usia ku dan semoga aq cepat dapat jodoh dan segera menikah” that my wish….

Happy birthday princess Nina ” bisik Ardy di teliga ku lembut”…

Thanks yah dy loe dah baik  banget kasih surprise ini ke gue, sumpah gue senang baget…

Your welcome Nina,….

Let’s eat the cake teriakku menyamber sendok yang ada di tangan Ardy,

mmmmmm yummy…

Boleh nggak cake nya aq habisin soalnya enak banget “pintaku setengah memohon”.

It’s oke…

Oh ia by the way gimana cerita loe sama Fandy ??? Ayo dong cerita gue penasaran neh, lagian loe kan janji mau cerita ke gue…

Oh soal Fandy,

Ntar aja deh aq certain yah, tunggu aq habisin dulu neh cake nya dan tempat untuk cerita itu bukan disini.

Ok…

Kita ketempat lain yo biar lebih santai ngobrol nya “ajakku menarik tangan ardy”.

Setelah beberapa menit akhirnya nyampe juga neh di salah satu tempat favorite gue sama Fandy tepatnya di danau marakas. Ditempat ini biasanya kita berdua menghabiskan malam minggu romantis, bahkan tempat kita berantam juga.

Tempat ini juga pelepas rindu ku disaat aq kangen sama Fandy, hmmmm seandainya saja yah kita tidak dipisahkan dengan perbedaan itu mungkin kita sudah hidup bahagia Sekarang.

Tempat ini selalu berhasil mem-flashback ulang kisah kita…

Huffff….

Hei are you oke ?? Tanya Ardy menyadarkanku dari lamunan…

Yups, I ‘m ok dy.

And you know tempat ini adalah tempat spesial kita berdua, tempat kita berantem, cerita, tempat kita makan.

Dan sekarang semuanya tinggal kenangan dy dan akan tetap jadi kenangan. Dan sampai sekarang aq belum menemukan cowok sebaik Fandy, dia lelaki yang sangat tulus yang pernah gue kenal, dia tidak pernah marah sekalipun sama gue walaupun gue salah.

Dan dia lah orang yang mengajarkanku banyak hal, mengajarkanku tentang ketulusan, dan dia berhasil merubah keegoisanku dengan kebaikannya.

Dan kebaikan dan ketulusan nya juga yang membuat rasa ini tetap terjaga utuh hingga saat ini.

Kalau memang begitu kenapa tidak kalian aja yang menikah ???

Yah loe tau kan dy gue anak pendeta dan Fandy anak ustad, untuk bisa bersatu itu adalah hal yang mustahil.

Ia juga sih Na, loe yang sabar yah pasti ada kok orang yang tulus walau tidak persis seperti Fandy “bisik Ardy dan mendekapku lembut di dadanya yang bidang”.

Yah aq harus percaya itu walau yang ketemui selama ini belum sesuai kenyataan.

Gue ada disini Na,

Maksudnya ” tanyaku kaget dan menjauhkan diri dari dekapannya”

Mungkin ini bukan saat yang tepat tapi aq harus akui kalau aq sangat mencintaimu sejak SMA, lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama sejak Fandy mengenalkan mu ke kita teman-temannya tepatnya di pertandingan persahabatan antara SMA dan STM.

Serious ???? Kok bisa ???

Yah ini soal perasaan Na sulit untuk di defenisikanlah.

Dan semua orang juga tau kamu Na waktu SMA, orang nya baik, pintar, humble dan suka membantu orang lain.

Loe masih ingat nggak waktu di panggil pak Henry ke ruang kelas? Waktu itu kita satu kelas disuruh untuk mencontoh kepintaran kamu.

Hahahaha…karna kita anak STM kan terkenal bandal dan bodoh…

Hahahahahaha ia …ia….gue  inget….

Yah begitulah dy, masa sma itu adalah masa yang paling indah menurut gue.

Masa dimana gue dan Fandy saling jatuh cinta pada pandangan pertama di rapat perdana osis.

Hmmmm sungguh hari-hari yang sangat menyenangkan yah dy….

Yah itu but lo Na, tapi kalau buat gue masa SMA tuh sama sekali tidak menyenangkan.

Gue harus melihat orang yang gue cintai habagia bersama orang lain setiap hari.

Oh ya ? Emang siapa yang loe cintai selain Hani? Loe kan pacaran sama dia dan kalian berdua terlihat bahagia.

So apa lagi yang buat masa SMA loe kurang bahagia ???

Yah loe lah…

Maksudnya ??????

Gue tuh sengaja dekatin Hani supaya tetap bisa dekat sama kamu, yah walaupun kamu tidak pernah menyadarinya.

Itu sih derita loe hahahahaha…”ledekku tanpa merasa bersalah”.

Sadis loe Na….

Sory dy gue bercanda….

Ia gue tau kok…

Dy kita pulang yo, udah jam 11 neh takutnya portal kos aq ditutup, ” ajakku sembari malangkah keluar parkiran.

Ok, aq ambil Mobil dulu yah kamu tunggu disini ” pinta Ardy menegaskan”.

Seiring berjalanya waktu komunikasi ku dan Ardy pun semakin akrab, kini yang ada dipikiranku adalah Ardy bukan Fandy lagi.

Apa aq jatuh cinta ????

Aq tidak tau persis, tapi yang pasti dia lah orang pertama yang berhasil mengikis kenangan bersama Fandy dan di gantikan dengan cerita yang baru.

Kalau di pikir ulang sih dia hampir mirip dengan Fandy, Dari selera humornya, ketulusannya, dan semangat kerja yang dia miliki. Terbukti Dari hasil kerja kerasnya kini Ardy telah memiliki sebuah testoran disamping kerjaannya sebagai seorang banker.

Hmmmmm….

Tapi yang aq bingungkan kenapa dia belum memiliki kekasih sama sekali???

Tapi dengar-dengar dari pegawainya sih, dia seorang yang tertutup terhadap perempuan, dan orang pertama yang di bawa ke restorannya itu adalah aq.  Memang sih Ardy tidak cerita tentang hal itu dan aq juga tidak pernah menanyakannya sampai dia mengakuinya sendiri karna motifasi ku untuk dekat dengannya bukan lah karena materi tapi karna ketulusannya.

Seperti sabtu-sabtu sebelumnya tempat dimana aq menghabiskan malam minggu, tapi ada sesuatu yang beda, restonya hening Tampa lantunan lagu seperti biasanya.

Mbak Ani kok restonya sepi? Home band nya kemana ? ” tanyaku ke salah seorang pegawainya.

Ia Mba Nina hari ini sampai seminggu kedepan home band nya liburan ?

Terus gimana ? Udah cari penggantinya?

Udah sih Mba tapi tidak ada yang bersedia, walaupun ada tapi bayarannya melebihi kapasitas kita.

Oh gitu, ok deh saya pesan seperti biasa yah Mba “pintaku ke mbak Ani meninggalkan meja kasir menuju meja pavorit aq.

Permisi Mba pesanannya datang” seru Mba Ani meletakkan makanannya di meja tepat di depan ku.

Tapi setelah itu dia menggenggam erat tanganku dan mohon “,Mba please bantuin kita yah jadi singer di Kafe ini untuk satu malam ini aja .

Kaget bukan main melihat tingkahnya begitu tapi kasihan juga sih,  Mba maaf banget bukannya saya tidak mau hanya saja saya tidak tahu nyanyi Mba ” jawabku melepaskan genggamannya”.

Bukannya Malah menyerah tapi malah berlutut disampingku sampai semua pengungjung resto heran.

Ok deh Mba saya terima tawarannya tapi tunggu saya menghabiskan makanannya yah ” jawabku membantunya kembali berdiri”.

Dengan cepat melahap habis makanan yang di hidangkan diatas meja setelah itu bergegas ke panggung kecil di ujung resto, agak deg-deg an juga sih karna ini pertama kalinya nyanyi di panggung yang biasanya cuma nyanyi di gereja.

Melayangkan pandangan sejenak ke sekeliling ruangan, tampak jelas berbagai macam style fashion, raut wajah dan tingkah laku.

Lagu pertama yang saya bawakan tentu saja ” ho do mata mual I di au”

Lagu yang biasa kami nyanyikan berdua bersama Fandy, memang agak sedikit egois sih aq menyanyikan lagu itu karna para pelanggan kafe nya dari berbagai suku dan ras.

Tapi yang pasti ini adalah kerajaanku saat ini jadi yang berhak menentukan lagu apa yang saya nyanyikan ya saya sendiri kecuali ada request.

Dengan di temani sebuah guitar aq menyanyikannya dengan sepenuh hatiku.

And you know what ????

Hasilnya lebih dari yang aq harapkan. Seorang bapak yang duduk di meja tengah memintaku menyanyikan ulang lagu itu.

Senang rasanya bisa menghibur pengunjung dengan nyanyian, dan pastinya makan gratis hari ini.

*****

Monday is coming, waktunya kembali ke rutinitas pekerjaan, tapi aq menikmatinya. Tak terasa detik berganti menit, menit berganti jam, jam bergati hari, hari berganti bulan.

Sudah hampir sebulan ini handphone terabaikan karena kesibukan, hmmmm bersyukur di kasih libur untuk 2 hari sama si bos yang baik hati.

Huahhhhhh let’s dude waktunya untuk bermalas-malasan teriakku merebahkan tubuh di tempat tidur.

Tapi tiba-tiba saja teringat dengan hand phone, oh my good bbm, miss call, sms banyak banget semuanya dari Ardy.

” hi Na, terimakasih yah kamu sudah mau nyanyi di kafe waktu itu. Tapi Na sekarang masalah baru muncul lagi, para pengunjung selalu menanyakan mu dan memintaku untuk membawamu kembali”.

” Na kok sms dan bbm aq tidak di response ?

” Na aq nungguin kamu di depan kos, setiap hari itu kulakukan tapi kamu sama sekali tidak open”

” Na kamu apa kabar ??”

Itulah sebagian Dari sms dan bbm Ardy, sungguh gila…….ternyata dia selalu menungguku di depan setiap hari.

Oh my God, tanpa pikir panjang langsung call back Ardy, sepertinya dia begitu senang aq muncul kembali.

Nina kamu apa kabar ?

Kamu kemana saja?

Aq datang kerumah mu yah…

Aq kangen sama kamu…

” kamu yang kangen atau pelanggan kafe ???? Ledekku ….

Tidak Nina, ini serius aq kangen nya pake banget. Sebulan tidak ketemu kamu tuh rasanya seperti sepuluh tahun…

Oh ia dy aq minta maaf ya, aq benar-benar tidak tau kalau kamu setiap hari datang kerumahku, soalnya sebulan ini aq sedikit sibuk jadi pulangnya larut malam terus, hari ini baru bisa bernafas sedikit.

Ia Na, its oke…

Aq boleh datang kerumah mu tidak ?

Ngapain dy ?

Aq pengen lihat kamu aja, boleh yah pinta Ardy setengah memaksa.

Aduh dy tapi aq mau istirahat.

Pleaseeee aq janji tidak akan gangguin kamu tidur, boleh ya ??? Pintanya lagi…

Tidak tega menolaknya, oke deh kamu boleh datang tapi jangan marah yah kalau aq sampai ketiduran. Tapi ngomong-ngomong kamu tidak kerja?

Aq sudah mengundurkan diri Na, sekarang mau fokus dulu ke resto.

Oh gitu ” jawabku singkat “.

Kamu mau di bawain apa? Tanya Ardy….

Aq tidak pengen makan apa-apa jadi tidak usah bawa tanyaku singkat.

Ok tunggu aq yah pinta Ardy memastikan.

Hmmmmm tapi mataku sungguh susah di ajak kompromi, jadi aq sengaja mebiarkan pintu kebuka dan pergi tidur.

****

Nina……

Ia dy masuk aja pintu tidak dikunci sahutku dari dalam kamar setengah sadar peluk bantal guling dan memperbaiki posisi.

Baru terbangun jam 5 sore setelah matanya puas tidur, melirik kesekeliling kamar ada seseorang tidur dengan pulas nya.

Ardy ????

Dy… Lembut suaraku membangunkannya sembari usap punggungnya berharap dia bangun.

Usahaku berhasil dengan cepat dia terbangun, berdiri dari kursi dan menatapku lama.

Kenapa dy ? Tanyaku penasaran….

Bukannya menjawab, malah Ardy memelukku sangat erat sampai susah bernafas.

Ardy kamu kenapa? Tanya Ku lagi melepas pelukannya.

Aq kangeb banget sama kamu bisik Ardy mendaratkan bibir nya lembut di bibir merahku.

Oke aq tahu itu dan sekarang aq sudah ada disini.

Please bolehkah aq memintamu untuk tetap tinggal bersamaku?

Maksudnya ????

Mau kah kamu jadi pacarku pinta Ardy sembari berlutut dan memberikan seikat bunga yang sudah memang di persiapkannya.

Sory dy tapi aq tidak bisa, aku tidak cinta sama kamu dan aku baik sama tuh karna memang kamu temannya Fandy ” jawabku menuntunnya berdiri”

Tapi Ardy menolak untu berdiri ” aq akan berlutut terus seperti ini sampai kamu mau jadi pacarku” seru Ardy ngotot ”

Dy kamu tau kan, hatiku masih tinggal sama Fandy, bujukku sembari berlutut seperti yang Ardy lakukan. Kamu itu ganteng, baik, tajir pasti kamu mendapatkan cewek yang lebih baik dari aq.

Tapi aq tidak mau sama orang Nina, aq hanya mau kamu. Apakah kamu tahu seberapa keras nya aku melawan rasa ini? Tapi aq tidak mampu untuk itu.

Please kasih aq kesempatan untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu, pinta Ardy  memegang kedua pipiku dengan lembut.

Kasihan sekali melihat seorang cowok tajir dan ganteng mengemis cinta seperti ini lirihku dalam hati.

Tak kuasa aq mengabaikan perasaannya, memeluknya adalah caraku menghargai perasaannya.

Bantu aq untuk mencintai mu dy ” bisikku dalam pelukannya”.

Aq janji akan membuatmu jatuh cinta sama aku.

Jadi sekarang kita resmi pacaran yah teriak Ardy kegirangan

****

Ardy menepati janji nya membuatku jatuh cinta terhadapnya, dia mirip seperti Fandy, ketulusannya, perhatiannya, romantisnya. Kini dia telah berhasil mengambil hatiku dari Fandy.

Kenapa kamu melihatku seperti itu? Tanya Ardy mengangetkanku.

Kamu jatuh cinta sama aku yah ???? Ledek Ardy…

Ia aq jatuh cinta sama kamu “jawab Ku dengan terus menatap matanya”.

Kamu baik banget yah dy, kamu menungguku untik jatuh cinta sama kamu selama setahun ini dan kamu berhasil.

Benarkah ???? ” tanya ardy seakan take percaya .

Ia Ardy ” jawabku menegaskan “.

Asik…. Kalau gitu kamu mau tidak menikah dengan ku ????

Kapan ???

Kalau bisa bulan December nanti…

Kamu serious ??? Secepat itu ? Persiapannya gimana ?

Aku serious dan semua persiapannya sudah hampir selesai tinggal baju pengantin kita.

Kapan kamu persiapin itu ?

Aq sudah menyiapkannya bahkan sebelum bertemu kamu kembali karna aq yakin kamu adalah jodoh ku.

Kok bisa kamu yakin begitu ???

Aq juga tidak tau, tapi yang pasti doaku telah di jawab sama Tuhan.

So sweet…..

Kamu sudah bilang sama mama ?

Udah dong, itulah makanya kenapa aq tidak pulang kampung semenjak lulus, karna mama bilang aq boleh pulang kalau aq membawa kamu ikut denganku sebagai nenantunya.

Emangnya mama kenal sama aq ? Kok bisa disetujuin begitu ?

Yah kenal dong Na, kamu kan terkenal sebagai orang ramah di kampung.

Katanya kamu pernah membantu mamaku saat ketemu di jalan padahal kamu tidal kenal. Dari situlah mamaku berdoa agar kamu bisa jadi menantunya kelak.

Tapi kan mama tidak tau kalau kita satu sekolah dulu.

Mama sih pada awalnya tidak tau, mama tau saat peringatan 17 agustus di lapangan nainggolan saat kamu menari bersama Fandy paling depan dan menjadi pusat perhatian semua orang.

” nak, itu gadis yang membantu mama waktu itu.

Yang mana ma ???

Yang nenari paling depan itu loh .

Oh itu, namanya Nina mama, dia orang paling pintar di kelas, orangnya baik, ramah dan suka menolong.

Kok kamu tau banget nak ?

Dia itu teman satu sokolah sama aq ma, cuma sayang sekali dia sudah punya pacar.

Tapi mama yakin dia akan jodoh kamu nanti walaupun Sekarang ini dia sudah punya pacar.

Entah lah ma, sepertinya tidak ada kesempatan untuk itu.

Jangan menyerah begitu dong nak, sebelum janur kuning melengkung kesempaan itu pasti ada.

Doain aja yah ma…

Oh gitu toh ceritanya…tapi kenapa kamu tidak pernah cerita sama aq ?

Aq tidak ingin merusak kebahagiaan kamu sama Fandy.

Kamulah cinta pertama dan cinta terakhir aq.

Aq jadi tidak sabar lagi nih menunggu hari pernikahan kita.

Cie…cie….cie…..  “Ledek Ardy”

Terimakasih yah dy kamu Sudah menungguku, bisikku mesra di telinganya.

Boleh aq cium tidak ? Tanya Ardy menatapku mesra.

Eits tidak boleh, kita kan belum nikah “tolakku menjauhkan pandangan”

Ia…ia deh…..

***

Segala persiapan untuk pernikahan pun rampung sudah, dan malam ini adalah malam pesta perpisahan untuk para anak muda. Melihat mereka semua yang datang dengan penuh sukacita membuat air mataku jatuh. Bahagia banget rasanya akhirnya tinggal menghitung jam aq akan menjadi istri orang lain.

Semua keluarga besar telah hadir, bahkan mereka sangat menjagaku untuk tidak kecapean buat persiapan pesta besok.

Sungguh malam ini tak sedetik pun mataku bisa terpejam, sementara semua orang telah tertidur pulas. Sejenak menghirup udara malam di halaman rumah Ardy yang telah di pasang tenda dan melirik kesekeliling.

Sayang kok kamu belum tidur? Tanya ardy yang memang sedari tadi duduk di sudut teras.

Aq tidak bisa tidur  neh.

Kenapa ? Apa kamu grogi untuk besok atau grogi untuk malam pertama? Bisik Ardy menggodaku.

Udah ah makin ngaco aja, aq mau tidur.

Heheeehe malu yah???? Ledek Ardy lagi.

Hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba dimana hari paling bahagia di hidupku. Capek, senang.

Tapi satu hal yang mengganggu pikiranku sejak acara berakhir, yaitu malam pertama. Aq takut sekali.

Setelah mandi, aq merebahkan tubuhku di yempat tidur karna capek, tak lama kemudian ardy masuk dengan hanya mengenakan handuk.

Sontak aq menutup mata.

Kenapa kok kaget? Tanya Ardy menghampiriku.

Itu loh pakai baju dulu ah, malu tau .

Kan kita sudah suami istri.

Aq hanya terdiam saat ardy mengucapkan kata-kata itu dengan semakin mendekatkan tubuhnya.

pertemuan di konter cinta yang berakhir bahagia…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s