Karena Cinta Nya

kasihhTak perduli berapa kali aku mengecewakanNya

Tak perduli berapa kali aku membuat Nya menangis

Tak perduli berapa cambukan yang ku taruh di punggung Nya

Menikam lambung Nya tanpa henti

Mengikat  dan menekan mahkota duri itu di kepala Nya tanpa ampun.

Apakah aku sesadis itu ????

Yah itu benar…

Aku sangat sadis, bahkan sangat – sangat sadis.

Aku berbuat sesuka hatiku

Tanpa memikirkan Dia yang telah menjagaiku selalu

Menjalani hidup sehari – hari tanpa pernah menyapa Nya

Tanpa pernah memikirkan Nya

Tak pernah terlintas di pikiranku seberapa kerasnya Dia menahan rindu ingin Menyapaku

Rindu Ingin mendengarkan cerita hidupku walau sebenarnya Dia sudah mengetahui hal itu

Rindu Ingin membalut luka yang aku buat sendiri

Rindu Ingin memelukku disaat aku merasa kesepian dan  sendiri

Rindu…rindu…dan rindu…

Aku tak perduli dengan semua itu

Toh aku baik – baik saja tanpa Nya…

Melakukan apa yang aku kehendaki dan berjalan kemanapun aku mau

Tapi kini ku jatuh di lubang yang aku gali sendiri

Gelap gulita

Tanpa cahaya…

Tanpa harapan

Dan tanpa gairah.

Namun aku tetap tak mengakui kesalahanku malah aku balik menyalahkan Nya

Tuhan harusnya Kau tak membiarkanku jatuh…

Harusnya KAU mencegahku

Harusnya Kau menerangi jalanku

harusnya…

harusnya…

dan harusnya…

aku menyalahkannya walau bukan kesalahan Nya

inilah jalan yang aku pilih

aku tak mengundang Nya untuk campur tangan

aku selalu merasa kuat dan hebat tanpa Nya

Padahal Dia yang memberikan aku kekuatan itu.

Kini yang tersisa hanya penyesalan

tenagaku telah habis menyalahkanNya sepanjang waktu

tak satu patah katapun Dia menyalahkanku.

kini ku tergeletak tak berdaya, tersungkur dan di hadapan Nya

Dia setia menemaniku, mendengarkan segala keluhanku sedari tadi

dengan sisa tenagaku merangkak menghampirinya dan mengulurkan tangan ku padaNya

Dia sungguh baik, bakhan setelah aku menyalahkan Nya

Dia tidak menghukumku, namun sebaliknya Dia mendekapku dalam pelukanNya

Membawaku dalam damai Nya yang luar biasa

” Tuhan maafkan aku, tak pernah menyadari besarNya cintaMu”  bisikku dengan derai air mata

” anak Ku, cintaku akan tetap untuk mu selamanya”

“tanganKu selalu terbuka untuk memelukmu”

” menolongmu dengan kuasaKu dan melindungimu dengan kekuatanKu” jawabNya dengan sangat lembut.

Tapi tak berapa lama,

kakiku terasa ditarik begitu kuat oleh suatu mahluk hitam gelap dan menyeramkan

sontak keberteriak ” Tuhan Yesus ……”

dengan sigap Dia menghardiknya

“hei iblis, kau tidak kan bisa mengganggu anakku lagi”

” Hei Tuhan, anakMu telah ada di bawah kuasaku, dia tidak bisa pergi begitu saja, dia harus membayar semua dengan nyawanya, jadi jangan halangi saya”

( perdebatan yang sangat serius )

Tanganku semakin erat menggenggam jubahNya dan bersembunyi di belakang Nya

“jangan takut anakKu, kau aman bersama Ku”

Yesus jangan halangi aku, aku butuh nyawanya untuk membayar semuanya “teriak si iblis kembali”

” hei iblis, jangan kau mengganggu anakku lagi, Aku akan menebusnya dariku”

hahahahahhahahahahah iblis tertawa sangat keras merasa senang….

” Tuhan Yesus, aku akan membayar semua yang aku telah lakukan ” pintaku menangis histeris tersungkur di kakiNya.

namun dia membawaku kembali berdiri dan memelukku dalam dekapanNya

” demi cintaKu, Aku akan membayar lunas semua yang telah kau lakukan anakKu, tapi kau harus berjanji untuk tetap tinggal bersamaKu dan tidak mengulangi hal yang sama lagi”

” terimakasih Tuhan Yesus atas cintaMu”

” kini ku telah disucikan oleh darahMu dan dimateraikan oleh Roh Kudus Mu”

” terimakasih telah memilihku jadi anakMu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s