SaNg JuArA

DSCN09801Senangnya hari ini bisa berdiri disini, tepatnya disekolah bonafit kota jakarta semuanya berkat beasiswa yang dipercayakan kepadaku. Sangat bersyukur bisa mendapatkan semua ini, karena kalau tidak, aku terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi orangtuaku. Walaupun awalnya Sangat berat bagiku untuk melangkahkan kaki pergi meninggalkan orangtuaku dikampung, tapi harus aku lakukan demi cita citaku dan  demi meraka juga pastinya dan aku berjanji akan pulang membawa keberhasilan.

Semua mata tertuju saat kulangkahkan kaki masuk ruangan kelas, membuat kakiku seakan tidak mampu berdiri tegap karena grogi, mungkin mereka bingung kali yah, melihat dandanan aku yang kampungan jadi mereka mengira ada orang  nyasar di kelas mereka.

Anak-anak, kita mempunyai teman baru namanya RENISA, dia rekomendasi dari samosir untuk sekolah di tempat kita, begitulah pak Arif memecah kebingungan mereka sedikit mencair.

Wah…wah..wah…orang kampung nyasar kekota?? Paling juga nggak mampu bersaing karena dia itu kampungan teriak salah seorang cowok diikuti tawa seluruh ruangan.

Paling  otaknya kampungan juga, teriak salah seorang cewek membalasnya kembali, persis seperti di sinetron yang sering aku tonton di TV.

Tuhan berikan aku kekuatan jerit ku dalam hati menahan malu dan dongkol…

Memang Awalnya sangat sulit bagiku menyesuaikan diri dengan mereka, tapi setelah beberapa bulan berlalu aq jadi terbiasa dengan ejekan mereka,  tetapi jangan ditanya kalau bersaing dalam hal belajar itu bukanlah sesuatu yang sulit bagiku walaupun mereka punya fasilitas yang lengkap, bukannya sombong sih tapi memang Tuhan memberikan aku sedikit kepintaran. Dan yang paling  untungnya ternyata masih ada yang mau bersahabat denganku, namanya Riska orangnya baik, cantik, kaya dan katanya nih dia itu satu suku denganku yaitu orang batak  juga, oh Tuhan terimakasih di bagaikan terang ditengah kegelapan.…..

***

Enam bulan telah berlalu namun mereka belum berhenti juka nge bully aq sampai hari pembuktian itu tiba, pembuktian tentang siapa yang paling pintar dalam sebuah kompetisi speech contest bahasa inggris, awalnya sih aq ragu akan kemampuan ku, tapi riska terus mendesakku.

Renisa kita kekantin yoooo aku lapar banget nih, ngapain sih di perpustakaan melulu? Yang ada nanti mukanya kayak buku  jadi kotak – kotak ledek riska menutup buku yang ditanganku.

Tapi riska aku ini nggak punya uang jajan

Santai aja sobat kan ada aq yang bayarin dan aq putuskan mulai hari ini  uang jajan aku kita bagi dua, gimana?????.

Terimakasih ya riska kamu baik banget sama aku.

Nggak usah lebay gitu kali renisa, sudah tugas kita lah untuk saling berbagi dan saling menolong. Jawab riska mantap merangkul pundakku keluar dari perpustakaan.

****

Riska itu orang-orang kok banyak banget sih di depan mading, kita lihat yo, penasaran banget nih.

Ah itu paling juga ada puisi baru ditempel di mading, nggak usah dipikirinlah kita kekantin aja yo laper banget nih. Nanti setelah kita habis makan baru deh kita mampir ke mading. Udah yo ah……

Ok lah kalau begitu Terserah kamu deh mana baiknya aja.

Setelah selesai makan dari kantin kita mampir sbentar di mading, Tapi begitu kita nyampai di depan mading, cowok-cowok belagu yang namanya Rendi dan genk nya datang menghampiri kita. Yah memang pantas sih belagu karna menurut cerita anak-anak,  mereka itu kumpulan orang paling pintar dan paling kaya di sekolah ini.

Hei anak kampung gue tantang loe speech contest minggu depan dan kalau loe menang loe boleh ambil mobil gua sebagai taruhannya, tapi kalau loe kalah, beasiswa loe harus cabut dan angkat kaki dari sekolah ini, paham loe…..

Sory saya tidak bisa menerima tantangan itu, karna saya masih butuh beasiswa ini.

Ohhhh sudah saya duga dari awal bahwa bukan hanya tampang dan penampilan loe aja yang kampungan tapi juga mental dan otak loe juga kampungan.  Masa Cuma speech contest aja udah gemetaran ???? hahahahahahahaha

Tapi tak sedikit pun aku menghiraukan mereka, aq lebih memilih untuk diam. Tapi ternyata sikapku membuat riska jengkel dan benar-benar marah.

Renisa loe kok mau aja sih dihina sama mereka itu? Dimana renisa yang saya kenal selama ini? Renisa yang energik, suka tantangan dan…..ah gua benar-benar kecewa sama loe ren, gua nggak nyangka loe selemah ini.

Riska, please ngertiin gue, loe tau sendiri kan beasiswa ini penting banget buat gue, ini menyangkut hidup dan mati gue, gue rela di hina sama mereka terus-terusan  yang paling penting beasiswa gue nggak di cabut ris. Dan loe tau sendiri kan Ris kalau gue sampai kalah maka gue akan angkat kaki dari sekolah ini dan itu artinya sama saja gue bunuh diri gue sendiri. Hanya gue satu-satunya harapan di keluarga gue riska, please ngertiin gue….

Ya gue tau itu renisa, tapi loe nggak usah kwatir,  kan masih ada gue sahabat loe, dan kalau sampai loe kalah dan beasiswa loe dicabut gue janji loe masih bisa tetap sekolah. Nanti gue akan bilang ke papa supaya semua biaya sekolah loe biar papa yang tanggung dan kita bisa tinggal bareng dirumah gue. Gimana jadi kamu mau kan ???? Please renisa terima tantangan rendi, kali ini aja gue mohon. gue nggak tega melihat loe dihina terus sama mereka dan Cuma ini jalan satu-satunya untuk buktiin ke mereka bahwa orang kampung itu bukan kampungan.

Riska please loe nggak usah memohon seperti ini, harusnya gue yang harus berjuang. Ok gue janji akan menerima tantangan rendi, terimakasih yah loe dah kasih support buat gue, emang loe sahabat terbaik gue.

Begitulah aq menyakinkan hati riska walau sebenarnya gue belum yakin dengan diri gue sendiri, huff rasa nya perang batin yang sangat dasyat menimpaku. Dengan masih di landa kebingungan ku rebahkan tubuh yang lelah berjalan kaki dari sekolah ke kos Kubuka kembali poster yang diberikan riska untukku, Tuhan tolong lah aq…

Hanya satu pilihan yaitu harus berjuang.

***

Rasanya Hari begitu cepat berlalu, kini tiba dimana nasib gue di tentukan, apakah harus angkat kaki atau mendapatkan sebuah mobil yaitu di pertandingan hari ini yang diselenggarakan dalam rangka menyaring perwakilan buat speech contest se DKI jakarta

Dalam hati, ku menjerit “Tuhan tolong aku, aq nggak mau pulang membawa kegagalan dan menlukis luka di hati kedua orang tuaku” (menatap kesekeliling aula sekolah).

Gedung aula sekolah sudah penuh dengan para siswa yang mendukung jagoan mereka, tapi hanya ada riska yang mendukung ku, penyemangatku, dan sahabat terbaik ku.

Kuputuskan untuk menutup mata sebelum giliran ku dan tetap fokus pada pidato ku, ada sekitar 10 orang peserta dan aq ada di urutan ke 10 yaitu terakhir, sangat bersyukur karna masih punya waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Peserta satu persatu tampil ke depan dan mereka semua menampilkan yang terbaik.

“Renisa gue percaya loe pasti bisa, semangat…….”

Begitulah riska terus mengingatkanku untuk tidak minder dengan terus menggenggam erat tanganku yang membeku karena grogi.

Kami panggilkan untuk peserta terakhir kita “Renisa” waktu dan tempat kami persilahkan, begitulah panitia memanggil nama ku dengan lantang.

Renisa semangat…….begitulah riska melepas genggamannya….

Perlahan namun pasti, meyakinkan diri jadi sang juara.

Dengan suara lantang menyampaikan pidato dengan gaya ku yang kampungan, singkat dan padat.

Puji Tuhan, ternyata itu mampu menyedot perhatian para juri sehingga saya terpilih jadi salah seorang perwakilan dari sekolah ku, huff tapi yang menjadi teman ku adalah Rendi, apes rasanya…..

Hei orang kampong, jangan senang dulu ini belum final “begitulah rendi membentak menghentikan tawa bahagia ku bersama Riska, namun hal itu sudah tidak ngaruh lagi bagiku karena dengan terpilihnya aq jadi perwakilan dari sekolah itu sudah cukup membuktikan bahwa aq mampu bersaing.

Yang dipikiranku bukanlah hasil dari taruhan yang di tawarkan Rendi, tapi yang aq inginkan itu supaya aq tetap bisa sekolah, karena pendidikan adalah tangga untuk naik meraih kesuksesan.

Mmmmmmmmmmmm ……..

Dan ternyata hasilnya lebih dari yang aq harapkan, aq Berhasil memenangkan lomba Speech contest itu dengan sangat spekta katanya. Membawa pulang piala beserta sejumlah uang tunai dan mendapat beasiswa lagi untuk melanjut ke perguruan tinggi nanti.

Oh My God it was amazing…..

***

Renisa selamat yah “begitulah riska berlari memelukku dengan sangat erat disaat ketika aq turun panggung”.

Terimakasih yah sobat ku, loe udah support aq, dan hari ini giliran q untuk traktir, hehehehehhe…..

Let’s go……..

Tapi seseorang menghentikan langkah  kita di depan pintu aula,

Mmmm ternyata dia si cowok belagu itu “Rendi”

Selamat yah renisa, memang kamu layak mendapat julukan  sang juara, ternyata aq salah menilai kamu selama ini, dan sesuai kesepakatan kita dari awal, mobil gue jadi milik loe sekarang.

Sepertinya tawaran yang menarik sih, tapi setelah gue pikir-pikir gue nggak jadi ambil mobil loe, gue nggak setega itu lah dan lagian kan itu mobil pemberian bokap loe, sebagai gantinya hari ini loe harus anterin kita kemanapun kita mau, gimana ????

Yakin Cuma itu ???

Yakin….

Terimakasih yah, loe dah baik banget…

Santai saja,  nggak usah berterimakasih sama gue, tapi lain kali jangan suka nge bully orang yah karena itu tidak baik…

Aku janji mulai hari ini gue akan berubah, dan kalau boleh loe mau nggak temenan sama gue ???

Gimana yah? Tapi sepertinya gue udah terlanjur sakit hati tuh sama loe.

Please jadi teman gue, pinta Rendi bersujud….

Ok saya terima permintaan loe, let’s go……

***

Rendi….

Tidak tega melihat muka nya ketika dia memohon ingin temenan sama gue, ternyata dia sweet juga klo di perhatikan….

Mmmmm triple bless hari ini….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s