my story at collage

DSCN1853   ASISTEN DOSEN

Putri……..

Teriak siska dari pintu kelas mengagetkanku dan membuat konsentrasiku buyar    karena volume suaranya yang khas, maklumlah orang batak suaranya keras.

Kenapa siska? Jawabku dengan tetap menatap layar komputer di depanku. Yah  biasalah anak kuliahan kalau sudah menjelang skripsi baru deh kalang kabut sibuk  tak menentu.

Putri kamu disuruh menghadap bang budi di lantai 5 ruang medis (meja diskusi)  sekarang dan nggak pake lama teriak siska sambil berlalu dengan gayanya yang  super cuek.

Ada apa  bang budi memanggil saya ya? Bukannya dia tuh benci bangat sama gue gara-gara sering kritik sama dia, malah saking bencinya bang budi tuh julukin gua sebagai pahlawan kesiangan?

Dengan hati penuh tanya kulangkahkan kakiku perlahan memasuki ruang medis, eh belum aja gua ngomong dia udah noleh duluan membuat jantungku rasanya mau copot.

Putri minggu depan kamu perwakilan dari kelas kita untuk sidang perdana, yang mana sidang ini akan dihadiri semua dosen dan termasuk juga pak reinhard silalahi selaku pemilik kampus ini. Jadi persiapkan diri kamu juga mental yang kuat serta kuasai program kamu, karena sidang ini bertujuan untuk mencari asisten dosen untuk kampus ini dan hanya ada di sidang perdana minggu depan, paham kamu…….

Tapi bang…

Tidak ada tapi-tapian jawab bang budi dengan gayanya yang jaim (jaga image).

Hebat bangat yah kalau ada maunya  nyuruh gue, dasar dosen, gerutuku pelan…

Kamu ngomong apa barusan???

Oh nggak ada ngomong apa-apa kok bang.

Ingat jangan bikin malu…

ia bang…

***

Hai putri tumben  banget loe diruang medis, ngapain? Pantasen dari tadi tuh aku nyariin kamu di laboratorium komputer tidak ada, tanya rian setengah ngeledek.

Kata siska tadi kamu sama bang budi, mana?? kok kamu sendirian?

Bang budinya sudah pergi.

Kok jawabnya ketus gitu? Kenapa? Nggak biasanya mukanya cemberut gitu?

Nggak tau ah….Aq bingung nih rian soalnya kata bang budi aq perwakilan dari kelas kita buat sidang perdana minggu depan, gimana dong?? Secara program gua belum kelar. Kamu mau nggak bantuin aku rian, pleaseee…

Waw thats great moment you know putri…

Putri…putri…kan kamu tau sendiri bang budi, kalau A ya harus A maksudnya keputusan dia tuh tidak bisa di ganggu gugat. Ya udah tunggu apalagi sekarang kita kerjakan program kamu bareng-bareng.

Nggak ah rian aku pulang aja dah pusing rasanya kepalaku.

Ya udah kalu begitu besok pagi datangnya jangan telat yah supaya kita dapat mengerjakannya di lab komputer sebelum anak-anak pada datang.

Ok deh rian, see you tomorrow…

Dengan berderai air mata kutatap programku, aq sedih karena tidak punya fasilitas yang lengkap seperti teman-temanku satu kos, huff seandainya aja yah aq punya komputer mungkin program ku sudah bisa lebih cepat selesainya.

Putri kamu kenapa menangis? Ada masalah? Ada yang bisa aq bantu?  Tanya kak ros teman satu kamar ku.

Aku nggak ada masalah kok ka, matanya Cuma kelilipan aja.

Ya udah kalau begitu kakak tinggal sebentar yah mau nonton di kamarnya bang andre, pamit kak ros sambil melangkahkan kaki berlalu dari pintu kamar.

Belum lama kak ros pergi udah ada aja orang yang ketok-ketok pintu.

Huffff….

Maaf yah tidak menerima tamu, aq lagi pengen sendiri nih teriakku dari dalam kamar.

Ini bang andre dek, please bukain pintunya dong…

Ngapain abang kesini? Kan kak ros lagi nonton di kamarnya bang andre ??

Justru itu kak ros tadi yang cerita katanya kamu lagi nangis, kenapa? Ceritain dong sama abang, siapa tau abang bisa bantu. entah  kenapa abang paling nggak bisa melihat kamu sedih adekku.  Tanya bang andre  memelukku erat.

Minggu depan aq perwakilan dari kelas bang buat sidang perdana, padahal prrogram aku belum selesai semua, tau sendiri kan bang aq nggak punya komputer bagaimana bisa semua itu bisa selesai sampai minggu depan.

Waw ini kesempatan yang bagus putri buat kamu, kan ini yang kamu impikan selama ini yaitu jadi asisten dosen. Disamping itu kamu bisa melanjutkan ke program S1 nanti.

Ia sih bang kesempatan bagus tapi tidak mungkin semuanya sesuai waktu soalnya selain kuliah juga aku kan bekerja bang.

Ya udah kamu nggak usah sedih, serahin aja semuanya sama abang, kala soal komputer kamu boleh pake komputernya abang  dan yang paling penting abang yang akan membimbing kamu mengerjakannya, gimana???

Terimakasih ya bang ….

Ya udah kalau begitu sekarang kamu boleh tidur, besok kita mulai mengerjakan program kamu di kamarnya bang andre.

***

Keesokan harinya sepulang kuliah aq langsung mampir ke kos bang andre sesuai janji kita semalam.

Waw…. kamarnya bagus banget, lengkap dengan semua perabotanya yang tertata rapih. Nggak seperti di kamarku yang tidak punya apa-apa.

Beruntung banget yah punya pacar bang andre orangnya ganteng, pintar baik hati, siapa sih bang pacarnya kok nggak pernah di kenalin? Tanyaku sembari mendekat duduk disampingnya bang andre dekat komputer yang sedang menyala.

Putri…itu bukan hal yang penting dibahas saat ini, yang terpenting sekarang bagaimana supaya kamu nanti lulus dengan nilai terbaik minggu depan.

Beres komandan…..

Akhirnya sesuai dengan deadline yang sudah kita sepakati dari awalpun terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Tapi masalah baru muncul, yaitu tentang bagaimana aq nanti mempertanggung jawabkan program ini di depan para dosen pada waktu sidang nanti?????

Putri kamu jangan langsung nyerah gitu dong, abang andre kan jadi nggak semangat. Abang yakin kok kamu bisa, kan abang yang jadi mentor kamu, hehehehe ucap bang andre setengah membujukku.

Akhirnya dengan mantap melangkahkan kaki memasuki kampus, karena hari ini rencananya semua program yang akan masuk sidang besok harus di copy ke satu komputer. Tapi apa yang terjadi semua di luar dugaan, begitu flashdisknya di colok muncul message box “cannot be dispay” bagai disambar petir rasanya. flashdisk ku yang berisi program rusak total dan otomatis programnya hilang dan harus ulang lagi dari awal.

Gawattttttttttttttttttt tanpa pikir panjang aq berlari sekencang-kencangnya menemui dosen pembimbing ku yang sedang istirahat  di lantai 5.

Dosennya juga bingung,

gimana dong Putri padahal besok kan kamu harus sidang????

Gimana kalau basrian aja yang ngantiin aku  buat sidang besok soalnya program rian juga katanya sudah perfect.

Itu bukan ide yang bagus Putri, nama kamu itu sudah masuk daftar jadi bagaimanapun juga harus kamu yang sidang besok, gini aja kita kerjain ulang program kamu sampai malam nanti??

Tapi masalah ini aku putuskan untuk tidak beritahu bang andre soalnya aku takut dimarahi yah walaupun sebenarnya dia tidak pernah marah sama aq sih.

Setiba nya aku di rumah pulang dari kampus jam 10 malam, kaget bukan main melihat bang andre sudah berdiri di depan pintu kamar kos q, dia marah – marah .

Kamu kemana aja sih sampai jam 10 baru pulang.

Dari kampus bang, soalnya flashdisk aq rusak jadi programnya hilang total. Nggak  tau lagi nih harus gimana besok sidangnya, kacau sudah.

Makanya kalau ada masalah itu langsung kasih tau sama abang jangan disimpan sendiri, kalau soal program kamu masih abang simpan backupnya di komputer jadi kamu nggak usah kwatir nanti kamu abang pinjamin flashdisk, ya udah sekarang langsung mandi habis itu datang ke kos annya abang yah, jangan pake lama.

Tapi bang aq dah capek mau tidur.

Nggak ada tapi-tapian kali ini harus ikut apa kata abang, nanti soal makan  malam aq sudah siapin di kos an nya abang. Karna abang tuh sayang sama kamu jadi abang nggak mau sampai kamu gagal di sidang nanti, malu-maluin tau nggak…..

Cie…cie…cie…enak banget yah jadi Putri di manjain, diperhatiin  ???? teriak ka ros meledek,

Malam pun berganti pagi, tiba saatnya untuk sidang, satu persatu mahasiswa berdatangan memenuhi ruangan pertemuan itu, karna ini sidang perdana jadi terbuka untuk mahasiswa lainnya dan hanya orang-orang pilihanlah yang sidang hari ini. Dan aku mendapat giliran ke 5, jadi bersyukur masih punya waktu menenangkan hati sebentar dari puluhan tatapan mata. Dari peserta ke 1 sampai ke 4 semua pada nangis karna dicecar berbagai pertanyaan yang terkadang mereka tidak bisa jawab. Gimana kalau giliran aq ya? Pikirku dalam hati..

Kita sambut peserta kita yang ke 5 perwakilan dari info-4 waktu dan tempat kami persilahkan, begitu bang rudi memanggil dengna lantang mengagetkanku.

Dengan mantap maju ke depan menghadap ke semua dosen penguji dan para mahasiswa yang hadir, mempresentasikan program dan bentuk yang aplikasi yang saya build, akhirnya aq mendapat sambutan hangat di awal karena tampilan masternya yang memukau namun sederhana dan enak dilihat membuatku semakin semangat menjawab begitu banyak pertanyaan yang terkadang bisa menjebak kita jika kita kurang hati-hati. Untung semua itu bisa terlewati olehku dengan baik.

Kini saatnya pembacaan nilai, yaitu dimulai dari nilai paling rendah sampai nilai paling tinggi. Begitu sampai orang keempat nilainya dibacakan jantung mulai deg-deg an kalau-kalau tidak lulus ternyata yang kelima Putri dengan nilai A silahkan maju ke depan begitulah suara bang rudi memanggil.

Semua orang mengucapkan selamat padaku saat itu dan juga kepada dosen pembimbingku, otomatis kalau anak bimbingannya dapat nilai bagus namanya juga ikut di perhitungkan para dosen lainnya.

Dan setelah urusannya selesai dikampus, langsung ku berlari pulang mampir ke kos an nya bang andre, tapi apa yang aku dapati pintunya terkunci dngan sebuah kotak kado di depan pintu yang diperuntukkan buat aku.

“selamat yah dek Putri, akhirnya kamu berhasil dalam sidangnya dengan nilai bagus, dan sebagai hadiahnya abang beliin laptop ini kamu. Sekali lagi selamat dan I LOVE YOU….”

Begitulah isi tulisan di dalam kartu itu, dengan hati-hati aku mengambilnya dan berbalik pulang, tapi lagi-lagi aku kaget bang andre sudah berdiri di belakangku dan tanpa pikir panjang aku memeluknya dengan sangat erat, I LOVE YOU too bang andre bisikku ditelinganya.

Berkat kerja keras, ketulusan dan kebaikan bang andre akhirnya aq berhasil dalam sidang dengan nilai A, sangat memuaskan sekali, dan sekarang aku sudah jadi asisten dosen di kampusku dan aku juga bisa melanjutkan kuliah aku ke S1 dan yang paling berharga yaitu mempunyai kekasih yang baik hati, pintar dan sangat menyayangi aku. Thanks GOD……….

Terimakasih yah bang andre jasamu akan tetap aku ingat sampai kapan pun.

with love…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s